Benda keramat
Apa?"
Caca dan Rose serempak, sehingga menarik perhatian semua orang yang berada dilobby tersebut. sementara Elmira menggangguk mantap memastikan kesialan nya pada kedua sahabatnya.
"Ayo, aku tahu Dokter yang tepat dan aman, untuk membantu mu keluar dari permasalahan rumit ini." Menarik sebelah tangan Elmira meninggalkan lobby.
Mereka langsung menuju dokter spesialis, yang berhasil mengeluarkan benda keramat yang tertinggal disana. meskipun keringat dingin membasahi wajah cantik Elmira, karena menahan rasa sakit yang teramat sangat.
"Udah....tobat....tobat, aku nggak mau lagi berbuat dosa, mungkin ini hukuman dari Tuhan." teriak Elmira. membuat Rose dan Caca juga bergidik ngeri. sehingga memutuskan untuk tidak melakukan hubungan terlarang itu lagi.
"Iya El, kami berdua juga kapok dan tidak akan mengulangi juga. bisa jadi besok kami akan mengalami nasip yang serupa dengan mu."
Dokter mengulum senyum, dari semula dia memang sengaja ingin mengerjai tiga remaja nakal ini, dengan mengeluarkan alat-alat medis yang bentuknya aneh-aneh sehingga membuat Elmira merasa sakit dan ketakutan. berharap mereka bisa merubah kebiasaan buruknya.
"Adik-adik ini belum seberapa, biasanya benda ini bisa masuk lebih dalam lagi ke perut sehingga bisa mengakibatkan kematian. bahkan dia melilit sampai ke jantung." terang dokter sambil mengangkat kondom yang sudah bercampur dengan sedikit darah.
"Cepat dokter singkirkan benda sialan itu dari hadapanku." teriak Elmira bergidik ngeri menutup matanya, begitu juga dengan kedua sahabatnya. yang memilih lari meninggalkan ruangan dokter.
Semenjak kejadian itu, Elmira dan teman-temannya lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkumpul dirumah. bahkan mereka tidak pernah lagi mengunjungi klub malam.
Sementara Nick, masih larut dengan kenangan masa lalu nya, mencari-cari keberadaan Kasandra. Dia sengaja mendatangi tempat-tempat bersejarah bagi hubungan nya dan Kasandra, termasuk restoran tempat makan Favorit mereka berdua. yang terletak diatas perbukitan dengan udara yang begitu dingin dan indah.
"Ternyata, tidak ada yang berubah dari tempat ini, tenang dan masih sangat romantis." gumam Nick memejamkan matanya, menikmati rasa nyaman dan aroma wangi farfum milik Kasandra.
"Aku merasakan kehadiran Kasandra ditempat ini, apa ini cuma perasaan ku yang begitu merindukan wanita itu, sehingga begitu mudah berhalusinasi." gumam Nick dengan mata yang masih terpejam menikmati hembusan angin dan udara lepas pegunungan yang sejuk.
***
Joe menarik tangan Kasandra, memasuki sebuah ruangan khusus yang terletak dibagian belakang restoran yang menghadap langsung kesebuah perbukitan yang sangat indah. dia ingin memberikan kejutan pada calon istrinya .
Kasandra semula menolak diajak oleh Joe ke Restoran ini, mengingat begitu banyak kenangan indah nya bersama Nick. namun dia tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti keinginan laki-laki yang sudah dijodohkan dengan dirinya.
"Kasandra, apa kamu menyukai suasana romantis tempat ini?" Tanya Joe dengan tatapan penuh cinta.
"I...Iya, suka sekali." Kasandra mencoba tersenyum semanis mungkin, sedangkan hati dan pikirannya masih sangat mengharapkan Nick.
Joe mengeluarkan sebuah kotak kecil, dan memperlihatkan pada Kasandra sebuah cincin berlian yang sangat indah dan mahal. sehingga membuat senyum Kasandra semakin melebar bahagia.
"Joe, apa maksudnya. ini semua sangat mahal." Ucap Kasandra takjub.
"Tidak masalah, untuk wanita secantik dan semanis calon istriku, calon ibu dari anak-anak ku kelak, Kasandra, kamu
pantas mendapatkan ini semua." Ucap Joe sambil memasangkan cincin tersebut di jemari manis Elmira.
"Terimakasih Joe." jawab Kasandra terharu. bukannya Nick tidak mampu memberikan apapun keinginan Kasandra, tapi dia terjerat permasalahan rumit, antara Nick dan kakaknya Dirga. yang terlibat perang dingin, sehingga mereka dengan begitu teganya memisahkan kisah cinta Nick dan Kasandra, dan menjodohkan nya dengan Joe.
"Sayang, maukah kamu berdansa dengan ku?"
Joe berlutut dihadapan Kasandra, sambil mengangkat sebelah tangannya keatas. yang langsung dianguki dengan senyuman manis Kasandra.
Mereka berdua berdansa, menikmati alunan musik yang sudah dipersiapkan oleh Joe sebelumnya. Kasandra merasa perasaan nya benar bahagia dan indah, sedikit banyak dia sudah melupakan Nick untuk saat ini.
"Pasangan yang romantis."
Nick yang melihat dari kejauhan Joe dan Kasandra berdansa dengan begitu mesra, dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah Joe dan Kasandra.
"Andai aku dan Kasandra seperti pasangan itu, mungkin aku adalah orang yang sangat bahagia saat ini." gumam Nick sedih. sehingga dia memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Kenapa disaat seperti ini, aku malah kembali teringat gadis yang bernama Elmira?"
