Bayangan Elmira
Malam ini, Nick kembali menghabiskan waktunya, dengan pergi ketempat- tempat yang dirasakan mampu memberikan ketenangan untuk bathinnya yang terus gundah kehilangan wanita pujaannya.
Tanpa sadar dia kembali membelokkan mobil menuju klub, tempat biasa baginya menumpahkan kepanikan, kekesalannya. kali ini dia berharap akan bertemu kembali dengan gadis cantik yang bernama Elmira. meskipun Nick mengatakan jika dihati hanya ada Kasandra seorang. namun pertemuan nya dengan remaja nakal yang bernama Elmira, membuat sedikit banyak sudah mencuri perhatian Nick.
"Aku harus mencari gadis itu kemana? dia sudah menghilang. tanpa aku tahu no ponsel bahkan alamat tempat tinggal nya. bodoh.. harusnya malam itu aku menahannya." Nick meneguk minuman nya, pikiran nya benar-benar kacau.
"Padahal semula, aku berharap sekali remaja nakal itu akan mencari dan menghubungi ku lagi. namun nyatanya sekarang dia ikut menghilang." Ucap Nick yang sudah mulai mabuk, sehingga setiap apa yang dilihat nya seperti Kasandra dan Elmira, dua orang wanita yang sama-sama mengganggu pikirannya baik sadar maupun bawah sadar Nick saat ini.
****
Matahari bersinar cerah, yang terlihat sangat indah. namun tidak seperti senyuman Elmira yang tidak bersemangat lagi setelah kejadian malam itu.
"Hallo Rose."
"Elmira kok belum nyampe juga jam segini?"
"Aku sedang tidak ingin pergi kemana-mana Rose, please beri aku waktu untuk sendiri beberapa hari ini."
"Baiklah, mungkin kamu masih syok dengan kejadian kemaren." ucap Rose mengakhiri panggilan mereka.
Tiba-tiba pintu masuk kamar Elmira terbuka, nampak papa masuk dengan wajah kesal.
"Elmira papa pusing menghadapi sikap mu yang tidak pernah mau berubah, semenjak berteman dengan Rose dan Caca. kamu sudah banyak berubah, kedua temanmu itu bukan gadis baik-baik dan hanya membawa pengaruh yang tidak baik bagimu." bentak papa emosi.
Sementara Elmira, gadis cantik yang memiliki sikap cukup nakal itu cuek bebek ketika kedua orang tuanya memarahi dan menasehati sikapnya.
"Elmira."
Suara Tuan Husein menggema, kesabaran nya hilang melihat tingkah Elmira, dia melemparkan kertas yang berisi surat peringatan dari sekolah, tepat dihadapan wajah Elmira yang tertunduk acuh. anak satu-satunya yang jauh berubah drastis. semenjak papanya Husein menikahi sekretaris nya dikantor, sehingga mamanya menuntut cerai.
"Apaan sih pa, teriak-teriak. aku ngak budeg tau."
"Ingat! Elmira, ini sudah sekolah yang ke tujuh, papa tidak mau lagi mendengarkan pengaduan pihak sekolah baru mu ini nantinya, cukup sudah penolakan dari sekolah sebelum nya yang tidak tahan melihat sikap buruk mu itu, semenjak berteman dengan Rose dan Caca kamu benar-benar berubah." Teriak Husein yang benar-benar geram melihat tingkah anaknya, yang selalu berbuat semaunya sendiri.
"Terserah, ini juga kemauan Papa dan Mama untuk aku tetap melanjutkan sekolah." Jawab Elmira acuh.
"Astaghfirullah."
Tangan tuan Husein terangkat, namun istri nya Sinta segera melerai pertengkaran ayah dan anak tersebut.
"Sudahlah pa, kendalikan emosimu."
Sinta berusaha membujuk suaminya.
Elmira tidak menghiraukan ucapan Papa, dan masih asyik bermain games Online bersama sahabat nya, melihat hai itu, spontan tangan papanya terangkat kembali, menarik ponsel Elmira dan melemparkannya ke dinding hingga hancur.
"Papa.... apaan sih." berdiri kesal, sambil berlalu hendak pergi.
"Kamu yang memancing emosi papa, Elmira ini peringatan terakhir. jika kamu masih belum bisa berubah. dengan terpaksa papa akan menarik semua fasilitas kemewahan dan mencoret namamu menjadi pewaris tunggal kekayaan papa nantinya."
Elmira bergidik juga melihat keseriusan dan pancaran kemarahan papanya. karena baru kali ini dia terlihat begitu emosi.
"Okey ... Elmira akan berubah dan menuruti perintah papa, tapi ingat semua harta yang kita miliki tidak akan pernah terbagi untuk istri muda papa itu." ucap Elmira.
Melihat itu sikap papa kembali melunak, dia juga harus pandai-pandai mengambil hati anak dan istri nya, jika sudah menyangkut istri mudanya yang cantik.
"Makanya, kamu nurut dan patuh pada perintah papa. semua yang papa lakukan selama ini hanya untuk kebahagiaan kalian berdua." Bujuk Husen.
"Pegang kata-kata papa, yang jelas sampai kapanpun, istri baru papa. tidak akan mendapatkan hak dari harta yang papa dapatkan bersama mama selama ini."
***
