Belum siap meninggal
"Mama pulang."
Suara anak perempuan berlari membuka pintu dan menyambut kedatangannya, diikuti sang papa yang ternyata laki-laki bayaran malam itu, dia terlihat sangat tampan.
"Kamu? Kenapa kamu berada ditempat ini?" ucap Elmira ternganga, tidak menyangka akan dipertemukan kembali.
"Elmira, aku ini suamimu dan ini Laura, anak kita." ucap Nick yang membuat Elmira terlonjak kaget sekaligus syok mendapati kenyataan itu.
"Benarkah?"
Meskipun semula Elmira tidak terima, namun akirnya, Elmira mencoba mengalah dan berdamai dengan keadaan dan kondisinya, toh mereka sudah memiliki anak dan Nick juga mengatakan jika mereka sudah sah menikah.
Elmira mencoba untuk tersenyum menatap keluarga kecilnya, suami yang tampan dan anaknya yang pintar.
Namun kebahagiaan nya tidak berlanjut lama, ketika seorang wanita lain, hadir ditengah-tengah kebahagiaan rumahtangga mereka.
Elmira mendapati Nick yang bekerja sebagai gigolo bercinta dengan Tante girang. mereka tengah berselingkuh dibelakangnya, namun saat ditanya Nick tidak pernah mau mengakui jika dia merupakan laki-laki bayaran. Sehingga Elmira menjadi syok, seketika dia kejang-kejang tidak sanggup menerima kenyataan itu. El pun dinyatakan meninggal meskipun tidak rela saat tubuhnya dimandikan dan dikubur.
"Toloooong...aku masih ingin hidup dan bertaubat." Berteriak namun tidak ada yang mendengar kan dirinya.
***
"Dimana aku?"
Elmira kembali merasa tubuhnya mamasuki lorong panjang dan terpental, sambil memerhatikan jika tubuhnya sudah dililit oleh kain putih. seperti layaknya pocong yang pernah dilihatnya dalam Film horor, dan itulah dirinya nya yang sekarang jelek dan sangat menakutkan.
"Apa aku sudah meninggal dunia?"
Elmira menatap sedih kuburan yang sedang didudukinya sambil menatap nama yang tertera.
"Elmira bin Husein."
Elmira memegangi tengkuknya yang dingin, ketika suara lolongan serigala malam yang saling bersahutan. seiring dengan penampakan pocong lain, yang berpakaian seperti dirinya ikut duduk disebelah nya.
"Kamu pocong baru disini ya?" Ucap pocong yang baru datang tersebut.
"Ya."
Jawab Elmira takut- takut. sambil tertunduk lesu dan perasaan sedih yang sangat mendalam, dia menoleh sekilas pocong yang duduk disampingnya dengan pakaian lusuh dan terlihat sangat kucel dan kain putih yang membalut tubuh nya sudah banyak yang robek.
"Sama aku juga pocong baru disini. Aku meningal dunia, tepat dihari yang sama dengan dirimu." terang pocong disebelah El ketika melihat rasa penasaran yang terpancar dari wajah Elmira.
"Tapi kenapa pakaian mu robek dan sudah sangat usang, tidak layak dikatakan jika kamu masih pocong yang baru meninggal, seharusnya pakaian mu masih baru. tidak jauh beda dengan apa yang aku kenakan sekarang." terang Elmira penasaran.
Ha...Ha...aku sengaja melakukan hal ini, yang juga merupakan pesan terakhir ku sebelum meninggal, mengingat begitu banyak perbuatan dosa yang pernah aku lakukan semasa hidup, sehingga aku berinisiatif untuk menipu malaikat yang sebentar lagi datang untuk menanyai kita berdua." terangnya tersenyum licik.
"Maksud mu?" seketika Elmira ikutan takut mengingat dosa-dosa nya selama ini.
