Tipu daya Pocong
"Maksud mu?" seketika Elmira ikutan takut mengingat dosa-dosa nya selama ini.
"Jika malaikat datang memberiku berbagai pertanyaan, aku akan bilang jika aku sudah lama meninggal. sedangkan pocong yang kuburnya disebelah ku ini, adalah orang yang baru meninggal, dan semasa hidupnya suka berbuat zinah dengan laki-laki yang baru dikenalnya. sehingga dia tidak jadi menyikksaku mengingat dia percaya jika aku pocong lama, melihat penampilan dan pakaian ku yang seperti ini." ucap nya bangga.
"Jadi kamu masih licik ya meskipun sudah meninggal?" tanya Elmira kesal melihat sikap pocong yang belum juga bertobat.
"Ini jalan untuk menyelamatkan diriku, sedangkan kamu masih berpakaian baru dan kuburan mu juga masih basah. malaikat akan percaya dan akan menyiksamu sedangkan aku bisa terbebas....Ha.ha..ha.."
Karena mersa marah dan kesal, Elmira mengejar pocong disebelah nya, namun belum sempat pocong yang lain datang meminta pertanggungjawaban padanya. karena dia telah mencuri kembang dikuburan nya. dan mengancam akan terus mengutuk Elmira jika tidak minta maaf dan kembali menganti kembang dikuburan nya yang sempat dicuri untuk mandi kembang tujuh rupa yang dilakukan nya sebelum kecelakaan.
Elmira terhenyak lesu dan mengusap wajahnya frustasi.
"Kenapa hidup ku terus seperti ini, semasa hidup sial dan setelah meninggal aku harus jadi pocong dan kembali sial lagi...tidak...tidak...aku tidak mau mati....aku ingin bertaubat....tuhan tolong kembalikan aku....aku ingin hidup dan bertaubat." teriak Elmira meronta-ronta.
Seketika dia terbangun dari komanya, sudah masuk hari ke dua dia dirawat di salah satu Rumah sakit terbaik di kota ini.
"Kesialan apa lagi ini, apa mungkin ini pertanda agar aku benar-benar bertaubat. atau kembang yang yang kemaren diperoleh dari kembang sembarangan dan asal- asalan saja, sehingga tidak berfungsi ." Gumam Elmira begitu tersadar dari koma.
Nb:
"Benar sekali Elmira, wong kita nyolong kembang dikuburan tetangga yang baru di ziarahi keluarga nya." bathin Caca dan Rose bersamaan.
Antara sadar dan tidak, Elmira terlihat kesusahan mengatur pernafasannya nya yang ngos-ngosan. sementara matanya masih terpejam. melihat hal itu kedua orang tua nya langsung panik.
"Elmira kamu kenapa, sadarlah nak hu...hu..." ucap Mama Sinta mengusap lembut penuh kasih sayang rambut anaknya. sedangkan sang papa langsung menuju ruang kerja dokter untuk memberitahukan kondisi anaknya.
Tidak begitu lama, tim dokter yang menangani Elmira segera menuju ruangan tersebut. dan langsung memeriksa kondisi terkini El, setelah itu mereka memberikan suntikan sehingga Elmira kembali tenang.
"Bagaimana kondisi anak saya dok?"
"Syukurlah, anak ibu sudah melewati masa kritis nya, dan kondisi nya juga sudah normal kembali sebentar lagi dia akan tersadar." terang dokter dan kembali berlalu meninggalkan ruang Elmira dirawat. Mama Sinta menarik nafas lega, sebagai bentuk rasa syukur nya dia sholat dan berdoa agar anaknya itu segera sembuh dan benar-benar bertaubat.
Begitu juga dengan papa, dia duduk disebelah Elmira dan ikut juga berdoa.
"Tuhan, tolong beri kesembuhan pada anakku Elmira. meskipun dia selalu menimbulkan masalah diantara teman-temannya dan keluarga nya, namun sebagai ayah aku berharap anakku mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan bertaubat setelah ini." doa papa.
"Mama." ucap Elmira lirih dan sangat pelan, saking pelannya sehingga hampir tidak kedengaran.
"Elmira sayang, kamu sudah sadar nak." mama langsung menghampiri El dengan mukena putih yang masih melekat ditubuh nya.
Seketika wajah Elmira kembali memucat, dia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dan berteriak ketakutan.
" Pocoong....Jangan...jangan... mendekati ku, aku mohon Cong. aku sudah kanji bakal bertaubat dan mengembalikan kembang mu. please jangan ganggu aku lagi." teriak Elmira sambil memalingkan dan menutup mata ketakutan.
"Elmira sadar nak, ini Mama bukan pocong." teriak Sinta kesal, sedang papa kedua pipinya mengembang berusaha untuk menahan tawa dan rasa geli nya, melihat tingkah laku anaknya.
Saat mendengar suara Mama nya, perlahan Elmira mengangkat wajahnya. dan menatap wanita yang dianggap nya pocong barusan.
"Mama sih, ngapain pakaian nya seperti itu." ujar El kembali tenang.
"Dasar durhaka kamu El, ini mukena. gunanya untuk Mama sholat, masak kamu katakan Mama pocong segala, makanya rajin sholat biar tahu apa kegunaan mekena." terang Sinta kesal bercampur bahagia melihat Elmira yang sudah siuman.
"Elmira mimpi buruk baget ma," sambil menerawang El menceritakan semua kejadian dalam mimpinya, yang membuat Rose, Caca, papa dan mamanya tertawa lepas, namun Elmira sengaja tidak menyebutkan nama Nick yang ikut hadir dalam mimpinya tersebut.
