Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Mangga muda

Pagi ini, Elmira masih meringkuk tidur dalam balutan selimut, saat tangan lembut mama menguncang pelan tubuh anak perempuan kesayangan nya.

"Elmira... Elmira bangun nak."

"Aaahhk masih ngantuk ma." karena menarik selimutnya.

"Ayo lah nak, apa kamu ngak capek bertengkar terus dengan papamu." bujuk Mama.

"Capek sih ma."

"Lagian ini kesempatan kita untuk mempertahankan hak kita dari perempuan itu, kamu harus pintar nak. agar bisa menguasai dan menggantikan posisi papamu diperusahaan." bujuk Sinta.

"Baiklah ma."

"Sekarang cepat mandi dan beres-beres, Mama tunggu di meja untuk sarapan bareng."

Elmira mandi kilat khusus, kedua sahabat sekaligus kacungnya semenjak kejadian malam itu. Rose dan Caca sudah menunggu di bawah. mereka menepati janjinya dan benar-benar menjadi pengawal setia Elmira kemanapun pergi.

"Ayo sarapan dulu Elmira."

"Ngak ma, nanti sarapan nya dikantin sekolah saja."

Elmira pamit dan langsung berangkat menuju sekolah, sepanjang perjalanan dia terlihat cuek menatap keluar jendela kaca.

"Ayolah Elmira semangat, kita seperti kehilangan Elmira yang dulu heboh dan ceria."

"Malas ah." melongos kasar, sampai disekolah Elmira langsung masuk kelas. entah kenapa akir-akir ini dia sangat mudah sekali lelah.

Beruntung mereka sudah menyelesaikan ujian akhir sekolah, sehingga tinggal menunggu hasil dan pengumuman kelulusan saja.

"Kenapa aku menginginkan buah-buahan segar dan sedikit asam-asam." Gumam Elmira yang mulai kepikiran untuk mencuri mangga tetangga rumah Caca. sehingga ide gila tiba-tiba muncul dibenak nya.

"Kalian berdua, benaran ingin aku kembali menjadi Elmira yang dulu lagi."

"Ya, Elmira yang ceria dan heboh." Tutur Caca.

"Oke, tapi ada syaratnya."

"Apa?"

"Kalian berdua harus nyuri mangga muda dan harus dipetik langsung dari atas pohon. biar kesegarannya tetap terjaga." Ucap Elmira seraya membayangkan memakan buah tersebut yang akan langsung dia rujak, jika teman-teman nya berhasil mendapatkan nya.

"Mangga muda? El akir-akir ini kamu bertambah aneh?" Rose menatap heran.

"Jangan banyak protes, bukankah kalian berdua sudah berjanji untuk mengikuti semua perintah ku. ingat aku sudah berkorban besar untuk memenuhi syarat yang kalian ajukan."

"Ba... baiklah, kami akan mencarikan nya untuk mu." Caca mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi asisten rumah tangga nya, meminta mereka untuk melakukan nya.

"Rose, Caca. Aku ingin kalian berdua yang langsung memetik nya. sehingga rasanya tentu jauh lebih segar."

Caca dan Rose akhirnya hanya bisa pasrah, disaat panas-panas tengah terik. mereka harus mengendap-endap mengawasi tetangga, setelah mereka lengah. Dua gadis cantik itu mulai beraksi untuk mendapatkan buah mangga, dimana ujung-ujungnya mereka dikejar-kejar anjing tetangga.

"Ini El, mangga muda keinginan mu sudah kami turuti. meskipun harus berjuang keras dikejar-kejar anjing." Ucap Caca dan Rose dengan nafas ngos-ngosan.

Malam ini, Nick menjadi uring-uringan. dia sama sekali tidak bisa untuk memejamkan matanya sedikit pun. bayangan wajah cantik Elmira begitu lekat dan terasa sangat nyata. Elmira seperti mengikuti kemanapun arah pandangan mata Nick.

"Aaaagghhh..., ada apa dengan ku sekarang. dimana-mana ada Elmira, di kaca, kamar mandi, atas lemari. bahkan langit-langit kamar ini pun seperti melihat gadis itu, bergantungan seperti kuntilini yang ingin menggapai tubuh ku." Nick mengusap wajahnya dan melemparkan asal guling yang tengah dipeluknya, karena dia seperti melihat guling tiba-tiba berubah menjadi Elmira.

Nick berjalan menuju balkon, sambil membawa sebungkus rokok dan sebotol minuman, karena hal inilah yang bisa membantu nya. dikala merasakan pikiran nya yang tengah kalut dan galau.

Nick menghisap dalam rokok, dan mengembuskan sehingga membentuk gumpalan asap, yang mengelilingi tempat duduknya. dengan begini dia merasa sedikit lebih tenang.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel