Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Mengurung Ling Li

Sesampainya di rumah pribadinya,Yangxe meminta Ling Li untuk turun dari mobilnya.

"Turun sekarang!"titah Yangxe saat mobilnya telah berhenti di halaman rumahnya.

"Ga mau!Aku mau pulang!"seru Ling Li menolak.

"Jangan uji kesabaranku!"gertak Yangxe.

Ling Li justru memalingkan wajahnya dari Yangxe.Tanpa menunggu waktu lama lagi Yangxe menyeret Ling Li lalu menggendongnya masuk ke dalam rumah.

"Lepaskan aku,lepaskan!"teriak Ling Li sambil memukul-mukul punggung Yangxe.

Setibanya di dalam kamar utama miliknya,Yanxe melemparkan tubuh Ling Li ke atas ranjang.Mengetahui ada kesempatan kabur,Ling Li segera bangkit dan bermaksud lari tetapi Yangxe segera menghadang Ling Li dengan meraih pinggang Ling Li.

"Mau kemana kau?"tanya Yangxe.

"Biarkan aku pergi!"seru Ling Li.

"Kamu itu akan menjadi Nyonya Yang,jadi ini adalah rumahmu."tegas Yangxe.

"Aku ga mau nikah denganmu.Apa belum jelas penolakanku ini."ujar Ling Li.

"Mau ga mau aku akan tetap menikahimu dan kau akan jadi istriku."ujar Yangxe.

"Aku akan tetap menolak."tegas Ling Li.

Yangxe mencengkeram dagu Ling Li lalu ia mengatakan sesuatu untuk menggoyahkan keteguhan Ling Li.

"Coba aja kau berani menolak,maka ayah angkatmu akan aku asingkan dan dia tak akan bisa praktek lagi di kota ini!"seru Yangxe.

"Kamu benar-benar jahat!"ujar Ling Li.

"Kamu pikirkan aja apa yang aku katakan tadi!"seru Yangxe sambil melepaskan cengkeramannya di dagu Ling Li lalu ia berbalik meninggalkan Ling Li di kamar tersebut.

Ling Li menjatuhkan bobot tubuhnya di atas ranjang.Ia masih dalam kebingungan harus bagaimana menghadapi Yangxe.

"Aku ga mau Guru mengalami masalah karena aku.Dia terlalu baik sudah mau memungutku dan mengangkatku sebagai anak.Aku tidak bisa mengecewakannya."gumamnya.

Saat hari beranjak malam,Yangxe kembali menemui Ling Li.Wanita itu bersimpuh di sisi bawah ranjang sambil memandang lepas ke arah jendela yang terbuka dengan angin yang berhembus pelan masuk ke dalam kamar.

"Gimana?Udah kau pikirkan apa jawaban yang harus kau berikan padaku?"tanya Yangxe pada Ling Li.

Ling Li masih diam sambil terus menatap ke arah langit malam itu.

"Aku ga punya banyak waktu untuk menunggu lagi."ujar Yangxe.

"Apa setelah kita menikah kau akan melepaskan ayah angkatku?"tanya Ling Li lemah.

"Tentu aja."jawab Yangxe.

"Tapi aku ga bisa tinggal disini bersamamu karena aku harus membantu ayahku!"seru Ling Li.

"Kau harus tinggal bersamaku.Aku ga mau hidup terpisah dengan istriku."sahut Yangxe.

"Tapi,ayahku..."belum selesai Ling Li bicara,Yangxe menyelanya.

"Aku akan menyewa seseorang untuk membantu ayahmu."ujar Yangxe.

Tampaknya bernegoisasi dengan Yangxe bukan hal yang mudah sehingga Ling Li memilih bungkam dan kembali menatap langit malam itu.

Kediaman Ling Li membuat Yangxe merasa jika Ling Li kecewa dengan jawabannya.Namun Yangxe yang keras kepala dan egois tidak mau dengan mudah mengalah pada Ling Li.

"Udah waktunya makan malam.Cepatlah bersiap untuk makan malam!"seru Yangxe.

"Aku belum lapar."sahut Ling Li.

Yangxe segera keluar tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Tak lama kemudian ia kembali ke kamar tempat Ling Li berada sambil membawa beberapa pelayannya untuk menyiapkan makan malam di dalam kamar tersebut.Para pelayan menyiapkan makanan di atas meja yang berada dalam kamar tersebut lalu setelahnya mereka keluar dan membiarkan majikan mereka berdua saja di dalam kamar tersebut.Setelah kepergian para pelayannya,Yangxe mendekati Ling Li dan mengulurkan tangannya agar Ling Li mau bangkit dari duduknya.

"Temani aku makan!"pinta Yangxe saat mengulurkan tangannya bernada seolah memerintah pada Ling Li.

"Udah aku bilang kalo aku belum lapar."tolak Ling Li.

"Mau makan sendiri ato perlu aku suapi?"tanya Yangxe bernada mengancam.

Mau tak mau Ling Li bangkit dari duduknya tapi ia sama sekali tak mau menerima uluran tangan Yangxe.Ada sedikit kekecewaan pada hati Yangxe melihat Ling Li tak mau menanggapi uluran tangannya hingga perlahan ia menarik tangannya.

Setelah itu Ling Li duduk di sisi Yangxe kemudian mereka makan malam bersama.Yangxe mengambilkan makanan untuk Ling Li beserta lauknya.Sebelumnya Yangxe tak pernah melakukan hal itu pada wanita lain dan hanya Ling Li yang mampu meluluhkan hatinya.Dengan ragu Ling Li mulai makan.Melihat Ling Li mau makan makanan yang ia siapkan,Yangxe tersenyum kecil lalu ia mulai mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan mulai makan bersama Ling Li.Usai makan malam,Yangxe meminta pelayan untuk membereskannya namun mendadak Ling Li menawarkan diri untuk membersihkannya sendiri.

"Biar aku aja yang beresin semua ini!"seru Ling Li.

"Kamu majikan bukan pelayan disini."larang Yangxe.

"Tuan,apa aku ga boleh membantu mereka?Meski mereka pelayan,tapi ga ada salahnya bukan saling membantu sesama manusia."tegas Ling Li.

"Terserah kamu."ujar Yangxe.

Setelah itu Ling Li mengemasi peralatan makan kotor dan membawanya menuju dapur.Awalnya ia bingung letak dapur tetapi setelah ia menuruni anak tangga dan mengedarkan pandangan ke segala arah ia menemukan letak dapur yang cukup besar dengan beberapa pelayan yang bertugas di dapur.Ling Li mendekat dan mulai membuka obrolan dengan mereka.

"Permisi!Bisakah aku menumpang membersihkan semua ini?"tanya Ling Li ingin meminta jalan untuk mencuci peralatan makan yang kotor.

"Aduh,Nona biar saya saja yang bersihkan.Nona kembali saja ke kamar bersama Tuan!"seru kepala pelayan di sana.

"Aku ingin membantu aja kok."jelas Ling Li sambil mengulas senyum manisnya.

"Maaf Nona.Tuan akan marah jika tahu kami membiarkan Anda berada di dapur."ujar kepala pelayan.

Kepala pelayan mengambil peralatan makan yang baru saja ia dan Yangxe gunakan untuk dibersihkan oleh pelayan.

Ling Li masih berdiri di sana dan melihat kegiatan mereka.Tanpa ia sadari Yangxe sudah berdiri di belakangnya dan membuka pembicaraan dengan tiba-tiba sehingga mengejutkannya.

"Gimana?tanya Yangxe.

Ling Li yang terkejut langsung berbalik menatapnya.

"Mereka ga akan biarin kamu kerja karena mereka tahu kamu siapa."ujar Yangxe.

Yangxe meraih tangan Ling Li lalu menggandengnya menuju ruang keluarga lalu duduk berdua di sana.

"Lebih baik temani aku disini!"seru Yangxe.

"Aku lelah.Aku ingin beristirahat!"seru Ling Li.

"Baiklah aku akan menemanimu aja."sahut Yangxe.

Yangxe meraih tubuh Ling Li dan menggendongnya ala bridal style menuju kamar utama.

"Lepaskan aku!Aku bisa jalan sendiri."ujar Ling Li.

"Ga ada salahnya khan mesra dengan calon istri sendiri."sahut Yangxe.

Ling Li terus memberontak tapi Yangxe juga tak membiarkan Ling Li lepas dari tangannya.Ia menurunkan Ling Li di kamar sesampainya di dalam kamar.Yangxe mendekat pada Ling Li hingga jarak mereka telah terkikis dan saat Yangxe tergoda untuk melumat bibir mungil nan indah itu,Ling Li memalingkan wajah dan mendorongnya menjauh dari dirinya.

"Apa yang kau lakukan?"tanya Ling Li panik.

"Maaf,aku ga bisa menahan diriku.Ini diluar kendaliku."sahut Yangxe.

"Keluarlah aku mau istirahat!"pinta Ling Li.

Yangxe menuruti mau Ling Li dan keluar dari kamar tersebut untuk memberikan waktu untuk Ling Li sendiri.

Setelah kepergian Yangxe lagi dan lagi yang Ling Li pikirkan saat itu adalah gurunya.Ia tak ingin karena keras hatinya membuat Pak Tua Li dalam masalah karena Yangxe yang nekat mempersulit hidup ayah angkatnya.Ling Li bimbang di sisi lain ia tak ingin terikat dengan pria mengerikan seperti Yangxe,tapi di satu sisi ia ingin menyelamatkan orang tua angkatnya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel