Pustaka
Bahasa Indonesia

Terpikat Bos Mafia

89.0K · Ongoing
Tri Sulis
87
Bab
121
View
9.0
Rating

Ringkasan

Seorang ahli pengobatan bernama Zu Ling Li secara tidak sengaja bertemu dengan bos mafia yang kejam.Berawal dari dirinya yang bermurah hati mengobati bos mafia bernama Fang Yangxe membuat pria itu terus mengejar dirinya dan berambisi memilikinya dengan berbagai cara.Akankah cinta tumbuh diantara mereka dengan dua kepribadian berbeda atau justru Ling Li akan lari dari bos mafia kejam itu.Baca kisah selanjutnya di novel ini ya...

RomansaBillionaireLove after MarriageBaperWanita Cantik

Rasa Kemanusiaan

Siang itu ketika Ling Li berjalan menyusuri pasar tradisional di kota tempat tinggalnya,terdapat keributan yang menyita perhatian setiap orang tapi hal itu tak berlaku pada Ling Li.Ling Li yang hanya ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari serta mencari obat-obatan untuk obat herbal racikannya,terus saja berjalan tanpa ingin tahu apa yang terjadi di sana.Ketika ia berhenti di salah satu kedai yang menjual beberapa sayuran juga rempah-rempah yang dibutuhkan untuk obat herbalnya seseorang menabraknya hingga ia hampir saja terjatuh dan untungnya pria yang menabraknya segera menangkap tubuhnya dengan sigap.

"Sorry aku ga sengaja!"seru pria itu singkat.

Kembali pria itu berlari memasuki pasar dan berusaha bersembunyi di dalam pasar.Saat Ling Li menyadari pria itu terluka dengan darah yang tercecer sepanjang jalan pria itu melangkahkan kaki,rasa ibanya membuat dirinya mengejar pria itu bermaksud ingin menolongnya.Dengan bekal bercak darah yang menetes di tanah,Ling Li mencari keberadaan pria itu.

"Kemana perginya dia?"batin Ling Li bertanya-tanya.

Ling Li menyusuri sekitar pasar dan menjajaki satu persatu kedai yang sudah tutup demi menemukan pria itu.Hingga pada akhirnya Ling Li berhenti di salah satu kedai dan melihat sedikit bagian lengan pria yang berlarian tadi di belakang kedai tersebut.

"Anda baik-baik aja?"tanya Ling Li.

Spontan pria itu terkejut dan membekap mulut Ling Li lalu menarik tangannya.

"Diamlah,jangan berisik!"bisik pria itu.

Wajahnya mulai pucat dan ia terlihat sedang menahan rasa sakit di bagian bahu yang terluka.Darah mengalir cukup banyak membuat Ling Li yang merasa kasihan mengambil syal di lehernya untuk membalut luka pria itu.Sebelum di balut,ia yang membawa beberapa bahan obat herbal yang sempat dibelinya untuk mengobati pria itu lalu membalut lukanya.Terlihat awalnya pria itu merasa kesakitan namun lambat laun dia mulai bisa tenang.

"Ini hanya akan sakit sesaat setelah itu lukamu akan perlahan pulih.Ambil ini dan gunakan untuk mengobati lukamu setelah dibersihkan."ucap Ling Li pada pria itu.

Pria itu hanya mengangguk pelan dengan Ling Li yang langsung beranjak pergi meninggalkannya.

"Siapa namamu?"tanya pria itu.

"Zu Ling Li."jawabnya singkat lalu pergi dari sana.

"Aku berhutang nyawa padanya."ujar pria itu.

Sesaat setelahnya,pria itu di jemput oleh beberapa orang yang menyebutnya sebagai bos mereka.

"Anda baik-baik saja bos?"tanya salah seorang pria yang bisa diketahui dari cara bicaranya adalah bawahan pria itu.

"Bisa kau lihat sendiri gimana kondisiku."jawabnya dingin.

Setelah itu dengan di bantu oleh bawahannya,pria itu di bawa menuju komplek perumahan mewah yang merupakan tempat tinggalnya.Ia mendapatkan perawatan khusus dari dokter pribadinya lalu setelah beberapa hari di rawat lukanya perlahan sembuh.

Di hari ketiga sejak pertemuannya dengan wanita bernama Zu Ling Li itu,Yangxe sulit tidur bahkan selalu terbayang wajah cantik dan lembut itu.Saat mengenangnya hatinya begitu damai dan ingin dirinya menemukan wanita itu untuk ia miliki.Di dalam kamar luas miliknya dengan menghadap ke arah jendela kamarnya,Yangxe meminta bawahannya untuk mencari keberadaan Ling Li dan diserahkan padanya.

"Cheng bawa wanita bernama Zu Ling Li itu ke hadapanku!"seru Yangxe.

"Baik Tuan."sahut Chengsie

Setelah itu Chengsie bergegas menghubungi orang kepercayaan Yangxe untuk menemukan Ling Li.

Sementara itu Ling Li yang masih sibuk dengan pengobatan alternatif yang dijalankannya bersama sang guru menerima beberapa pasien.Kemahirannya di dunia pengobatan sudah di akui oleh warga sekitar tempat tinggalnya bahkan beberapa orang dari luar kota tempat tinggalnya sengaja datang untuk berobat pada dirinya dan gurunya.

"Guru,ini obat yang Guru minta!"seru Ling Li sambil menyerahkan obat herbal kepada gurunya untuk diserahkan kepada pasien di sana.

"Terima kasih.Tolong siapkan lagi beberapa obat yang telah ku catat di kertas ini!"pinta sang guru.

"Baik Guru."sahutnya singkat.

Setelah itu Ling Li segera menyiapkan berbagai obat yang diperlukan.Tak jarang ia juga ikut memeriksa beberapa pasien karena gurunya yang telah tua tidak bisa sigap dan melayani semua pasien yang ada.

Hari itu mendengar kabar mengenai Ling Li seorang ahli pengobatan yang cantik jelita dari warga sekitar,beberapa pria sengaja datang berkunjung hanya untuk sekedar meminang Ling Li menjadi istri mereka.Tapi Ling Li sama sekali tak tertarik untuk menikah karena ia berkeinginan berbakti pada gurunya yang telah merawatnya selama ini.

"Bagaimana Pak Tua Li?Apakah lamaranku di terima saat ini?"tanya salah seorang pria yang melamar Ling Li.

Tentu saja Pak Tua Li tidak bisa menjawab dan menyerahkan sepenuhnya kepada Ling Li.

"Biarkan Ling Li yang memutuskan sendiri karena aku ga berhak menentukan hidup yang akan ia jalani sendiri."jelas Pak Li.

"Guru aku ga mau menikah.Aku ingin berbakti pada Guru seumur hidupku."tegas Ling Li.

"Bisakah Anda dengar sendiri jawaban Ling Li."ujar Pak Li.

"Jangan sombong kamu!Orang miskin macam kalian jangan sok jual mahal.Sudah bagus aku mau datang kesini dan melamar."sahutnya emosi karena penolakan Ling Li.

"Jaga ucapanmu!Aku juga ga minta kamu buat datang kesini dan sekarang kamu bisa pergi dari sini!"usir Ling Li.

Dengan amarah yang berapi-api pria itu meninggalkan rumah Pak Tua Li.Ling Li tak tahu mengapa pria itu bisa sekasar itu saat dirinya menolak pinangannya.Bukankah itu adalah haknya untuk menolak.

Setelah kepergian orang itu,Ling Li bicara berdua pada gurunya dan meminta gurunya untuk menolak semua lamaran yang ditujukan pada dirinya tanpa terkecuali.

"Lain kali sebaiknya guru menolak segala lamaran yang ditujukan untukku!"pinta Ling Li.

"Ling,aku ga bisa ngelakuin itu.Kamu berhak punya pasangan dan kehidupan sendiri,jadi cobalah untuk menerima orang lain dalam hidupmu."pinta sang guru.

"Ga Guru.Ling Li lebih suka hidup bersama Guru dan menemani Guru sepanjang hidup Ling Li."sahut Ling Li.

Selama ini mereka hanya tinggal berdua bahkan Ling Li menganggap Pak Tua Li sebagai ayahnya sendiri.Beliau begitu baik pada Ling Li dan menyayangi Ling Li bagai anaknya sendiri.Mereka yang sama-sama hidup sebatang kara bisa saling menjaga dan merawat satu sama lain.

Hari itu sudah cukup penghinaan yang mereka terima dari beberapa pria yang datang melamar dan terakhir kalinya asisten Cheng datang untuk menemui Ling Li tapi ia tolak.Ling Li tak mau menemui orang lagi selain untuk berobat.Ia tak mau kembali di hina dan dipermalukan di depan orang banyak.Alhasil asisten Cheng pulang dengan tangan hampa.Namun ia tak berkecil hati karena besok ia akan berusaha menemui Ling Li kembali saat ia keluar rumahnya.

Keesokan harinya seperti apa yang asisten Cheng duga,Ling Li keluar rumah untuk kembali ke pasar berbelanja rempah-rempah sebagai bahan obat herbalnya.Saat ia keluar dari gang rumahnya,asisten Cheng dan beberapa pengawal menghadang jalan Ling Li dan bicara padanya.

"Ikutlah bersama kami!"pinta asisten Cheng.

"Siapa kalian aku ga kenal kalian."ujar Ling Li.

"Tuan ingin bertemu Anda saat ini."sahut asisten Cheng.

"Aku ga mau."tolak Ling Li lalu berbalik dan berlari kembali menuju rumahnya lagi.