Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Ling Li Menghilang

Keesokan harinya adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Yangxe.Sejak pagi ia telah bersiap-siap dengan memakai setelan jas yang rapi tanpa dasi dan mempersiapkan banyak hadiah untuk melamar Ling Li.Tepat pukul 9 pagi Yangxe berangkat dari rumahnya menuju rumah Ling Li.Sepanjang perjalanan senyum menghiasi bibirnya karena ia percaya hari itu ia akan membuat Ling Li menjadi miliknya.Tak lama kemudian jalanan kompleks perumahan Ling Li padat dengan mobil iring-iringan dari Yangxe.Asisten Cheng membukakan pintu untuk Yangxe dan mempersilahkan Yangxe turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah Ling Li.Hatinya sangat bahagia karena sebentar lagi wanita pujaan hatinya akan menjadi istrinya.

Tak lama berselang,Pak Tua Li yang mendengar keramaian diluar rumahnya segera keluar untuk melihat keadaan.

"Selamat pagi Tuan.Ada perlu apa Anda kesini pagi-pagi sekali?"tanya Pak Tua Li.

"Seperti apa yang aku katakan kemarin jika aku akan melamar Zu Ling Li sebagai istriku."jawab Yangxe lantang.

"Baiklah aku panggilkan dulu Ling Li."sahut Pak Tua Li.

Pria paruh baya itu beranjak pergi menuju kamar Ling Li.Ia mengetuk pintu beberapa kali,tapi tak ada jawaban dari Ling Li.Pak Tua Li mencoba membuka kamar Ling Li dan ternyata kamar tersebut kosong sehingga Pak Tua Li mencoba mencari di tempat lain namun tak juga ia temukan.

"Kemana perginya anak itu?"tanya Pak Tua Li cemas.

Pak Tua Li kembali menemui Yangxe dan mengatakan yang sebenarnya bahwa Ling Li menghilang tapi nampaknya Yangxe meragukan Pak Tua Li dan memerintahkan bawahannya untuk memeriksa rumah Pak Tua Li.

"Maaf,Ling Li menghilang!"seru Pak Tua Li saat ia kembali menemui Yangxe.

"Menghilang?Ini bukan alasanmu untuk menyembunyikannya dariku khan?"tanya Yangxe.

"Terserah Anda mau percaya apa ga.Yang pasti aku udah katakan yang sebenarnya."ujar Pak Tua Li.

"Periksa rumah ini dan temukan wanitaku!"titah Yangxe pada bawahannya.

Seketika segerombol orang masuk ke dalam rumah Pak Tua Li dan mencari di setiap sudut rumah untuk menemukan Ling Li.

Namun setelah beberapa saat mereka mencari tak seorang pun dapat menemukan Ling Li di dalam rumah.

"Sepertinya orang tua itu mengatakan sebenarnya Tuan.Kami tak menemukan wanita itu di dalam sana!"seru salah seorangnya.

"Baiklah kita cari dia di tempat lain!"seru Yangxe.

Yangxe berbalik dan keluar rumah Pak Tua Li demi mencari Ling Li.Semua orang-orangnya mengikutinya keluar rumah sederhana tersebut lalu kembali masuk ke dalam mobil masing-masing.

"Seniat itu kau mencoba lari dariku."batin Yangxe dengan tangan mengepal karena rasa kesalnya pada Ling Li.

"Tuan,kita akan pergi kemana sekarang?"tanya asisten Cheng.

"Kemana aja yang penting aku harus temuin wanitaku."jawab Yangxe.

"Baik,Tuan."sahut asisten Cheng.

Sepanjang jalan Yangxe menekuk wajahnya karena merasa dirinya tak dihargai oleh Ling Li.

Sementara itu sejak semalam Ling Li yang sengaja kabur dari rumahnya sedang berada di suatu tempat untuk menghindari Yangxe.

"Makasih Lin Yue kamu bersedia menampungku disini!"seru Ling Li.

"Kamu apa-apaan sih bicara gitu.Kita ini teman,jadi udah wajar saling bantu."sahut Lin Yue.

"Udah waktunya aku pulang.Aku ga mau buat Guruku cemas setelah aku pergi tanpa pamit."ujar Ling Li.

"Emang ada masalah apa sih sampai kamu kabur dari rumah?"tanya Lin Yue penasaran.

"Banyak yang ga bisa aku ceritakam ke kamu Yue.Aku takut kamu dalam masalah kalo kamu terlalu banyak tau soal masalahku ini."jawab Ling Li.

"Seberat itukah masalahnya?"tanya Lin Yue.

"Dia orang berbahaya dan aku ga mau membahayakan kamu Yue."jawab Ling Li.

"Baiklah aku mengerti.Jika kamu butuh apa-apa datanglah kemari."ujar Lin Yue.

"Baik,makasih ya...kamu udah banyak bantu aku."sahut Ling Li.

"Jangan sungkan padaku."sambut Lin Yue.

"Sampai jumpa lagi."pamit Ling Li.

"Hati-hati Ling Li."pesan Lin Yue.

Ling Li hanya mengulas senyumnya sambil melambaikan tangan ke arah Lin Yue.

Ling Li berjalan menyusuri jalanan kota yang cukup terik siang hari itu.Dia pikir Yangxe akan berhenti mencarinya setelah tak menemukannya di rumah sang guru.Dengan langkah terburu-buru ia kembali menuju rumahnya dan tanpa sengaja asisten yang melewati jalanan tersebut melihat Ling Li di tepi jalan berlawanan arah dengan mobilnya yang melaju.

"Bukankah itu Nona Li."ujarnya lirih.

Saat itu Yangxe tak sedang bersamanya karena telah berada di rumahnya.Sementara asisten Cheng masih mengurusi pekerjaan Yangxe yang terlantar karena ia lebih fokus pada Ling Li.

Asisten Cheng segera menghubungi Yangxe dan mengatakan jika ia melihat Ling Li di salah satu jalan yang ia lewati.

"Halo,Tuan.Saya melihat Nona Li di sekitar jalan yang saya lewati!"serunya.

"Ikuti dia jangan sampai hilang lagi!Aku akan kesana sekarang."ujar Yangxe.

"Baik Tuan."sahut asisten Cheng.

Setelah itu asisten Cheng menutup panggilan teleponnya pada Yangxe lalu mengikuti kemana Ling Li pergi.Ia tak mau kehilangan jejak Ling Li dan membuat Yangxe marah jika Ling Li tidak dia temukan lagi.

Ling Li sampai di depan rumahnya tetapi saat ia akan masuk ke dalam rumahnya,beberapa pria datang dan menghadangnya.Ling Li sungguh terkejut saat itu sehingga ia berjalan mundur selangkah demi selangkah akan kabur tetapi tiba-tiba tangannya di cekal seseorang.

"Mau kemana lagi kau?"tanya Yangxe yang berdiri di belakang Ling Li.

"Lepaskan aku!"seru Ling Li sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Yangxe dari pergelangan tangannya.

"Mengapa kau kabur dariku?"tanya Yangxe.

"Karena aku ga mau menikah denganmu."tegas Ling Li.

"Disini aku yang menentukan,jadi apa yang menjadi keinginanku harus aku dapatkan."jelas Yangxe.

"Apa hakmu memaksaku?"tanya Ling Li.

"Karena aku calon suamimu dan aku berhak penuh atas dirimu."jawab Yangxe.

"Bagaimana jika aku menolak menikah denganmu?"tanya Ling Li menantang.

"Aku akan menutup tempat praktek ayah angkatmu ini."ujar Yangxe.

"Kau gila!"umpat Ling Li.

"Itu karena kau menolakku dan itu bayaran atas segala perlawananmu terhadapku."sahut Yangxe.

"Aku bukan bonekamu yang bisa kau atur-atur."ujar Ling Li.

Sebisa mungkin Ling Li menolak Yangxe,tapi Yangxe justru membawa Ling Li bersamanya.

Yangxe memasukkan Ling Li ke dalam mobilnya lalu sang sopir segera melajukan mobil menuju rumah Yangxe.Sepanjang perjalanan Ling Li terus memukul Yangxe agar Yangxe mau melepaskannya.

"Lepaskan aku!Hentikan mobilnya!"seru Ling Li histeris.

Sebisa mungkin Yangxe menahan tangan Ling Li yang terus memukulnya.Dengan berpikir pendek,Ling Li seketika membuka pintu mobil dan hendak melompat tetapi lagi dan lagi Yangxe mampu dengan sigap menahan Ling Li.

"Kunci mobilnya!"seru Yangxe pada sopirnya.

"Baik Tuan."sahut sopir Yangxe.

Ling Li mulai emosi dan ia terus menendang dan memukul Yangxe sekuat tenaga hingga akhirnya Yangxe mengunci tubuh Ling Li lalu ia mencium bibir Ling Li begitu lama meskipun Ling Li berusaha menghindarinya.Sadar bila dirinya tak mampu melawan Yangxe,Ling Li pun mulai melemah.Melihat Ling Li tak lagi melawan,Yangxe melepaskan Ling Li dan ciumannya,tapi mendadak Ling Li menampar Yangxe dengan begitu kerasnya.

"Dasar kurang ajar!"umpat Ling Li.

Dada Ling Li naik turun menahan amarah.Ia membuang muka tak ingin menatap Yangxe dan diam seribu bahasa setelah menampar Yangxe.Yangxe pun yang terpancing emosi karena tamparan Ling Li juga mengabaikan Ling Li.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel