Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Ingin Kabur

Di tengah kegundahannya sebuah kabar mengenai kekasih masa kecilnya membuatnya berharap bahwa dirinya bisa terlepas dari Yangxe.

"Halo,Ling Li!"seru pria itu.

"Iya,Fu Wei."sahutnya.

"Aku sudah kembali sekarang.Kamu dimana?"tanya Fu Wei.

"Aku akan segera menemuimu."jawab Ling Li.

"Baiklah di kedai teh biasanya ya."ujar Fu Wei.

Setelah itu sambungan telepon mereka terputus.Dengan wajah bahagia,Ling Li kira dia menemukan pria yang mungkin bisa membuat Yangxe menyerah mengejarnya.

Malam itu Ling Li berniat kabur dan dengan memanfaatkan penjagaan yang tidak terlalu ketat ia bisa keluar untuk menemui Fu Wei.Sesampainya di kedai teh dengan napas yang masih ngos-ngosan karena ia buru-buru menemui Fu Wei,ia begitu senang melihat keberadaan Fu Wei disana.

"Fu Wei!"serunya sambil berlari menghampiri Fu Wei.

"Hai,bagaimana kabarmu?"tanya Fu Wei sambil memeluk Ling Li.

"Baik,aku senang kamu kembali kesini."ujar Ling Li.

"Aku mencarimu ke rumah Tabib Li tapi menurutnya kamu tidak pulang selama dua hari ini."jelas Fu Wei.

"Iya,ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan."sahut Ling Li.

"Duduklah!Kita minum dulu sepertinya kamu lelah saat ini."ujar Fu Wei.

"He em..."gumam Ling Li lalu duduk di sisi Fu Wei.

Setelah itu mereka mengenang masa lalu mereka sambil tertawa bersama.Tanpa mereka sadari seseorang mengawasi mereka dari luar kedai dan merasa kesal dengan kedekatan mereka.Pria itu masuk ke dalam menemui mereka berdua dengan tatapan dingin seolah ingin memangsa mereka hidup-hidup.

Mengetahui pria yang ia kenal menghampiri meja mereka,Ling Li seketika berdiri lalu Fu Wei yang bingung dengan sikap Ling Li ikut berdiri.

"Ada apa Ling?"tanya Fu Wei.

"Aku,aku...ga papa."jawab Ling Li gugup.

Yangxe berdiri tepat di depan Ling Li lalu ia mengatakan sesuatu yang membuat keadaan cukup canggung.

"Jadi,kamu kabur hanya untuk menemui cowok ini?"tanya Yangxe.

"Aku,aku..."Ling Li tak bisa melanjutkan bicaranya.

"Kembali pulang!"seru Yange sambil menarik tangan Ling Li.

"Hei,berhenti bertindak kasar padanya!"seru Fu Wei.

"Apa urusanmu ilut campur dalam masalah kami?"tanya Yangxe.

"Lalu kau sendiri siapa berani memaksa Ling Li?"tanyanya balik.

"Aku calon suaminya."tegas Yangxe.

"Heh,bisa-bisanya kau mengaku-ngaku."ujar Fu Wei dengan tawa mengejek.

Tanpa mempedulikan ucapan Fu Wei,Yangxe membawa Ling Li dari kedai tersebut.

"Lepaskan aku!Kau menyakitiku tau!"seru Ling Li.

"Siapa suruh kau bertemu cowok lain di belakangku."sahut Yangxe.

"Aku bukan siapa-siapamu!"seru Ling Li.

Mereka yang telah sampai di dekat mobil Yangxe berhenti sejenak.Yangxe menarik tangan Ling Li dan menghimpit Ling Li diantara mobil dan dirinya.

"Katakan sekali lagi!"pinta Yangxe pada Ling Li.

"Aku bukan..."ucapan Ling Li terputus karena Yangxe dengan cepat melahap bibir mungil Ling Li hingga Ling Li tak mampu bicara lagi.

Setelah itu Yangxe membuka pintu mobilnya memaksa Ling Li masuk ke dalamnya dan berusaha untuk unboxing Ling Li di dalam mobil.Namun Ling Li yang tak suka dengan cara Yangxe memaksanya sedemikian rupa memberontak hingga tamparan keras mengarah ke pipi Yangxe membuat pria itu kesal setengah mati.

Yangxe mencengkeram dagu Ling Li lalu ia mengancam Ling Li hingga mata Ling Li mulai berkaca-kaca.

"Siapa kau berani menamparku,hmm?"tanya Yangxe emosi.

Dengan menahan air mata agar tidak terjatuh Ling Li menjawab dengan nada bergetar.

"Aku bukan siapa-siapa dan tak pantas untuk Tuan Yangxe yang terhormat.Untuk itu lepaskan aku!"seru Ling Li.

Yangxe menghempaskan cengkeramannya di dagu Ling Li hingga wajah Ling Li tersentak cukup kuat.

"Jangan memancing amarahku.Aku tak suka di bantah olehmu!"seru Yangxe.

"Bukankah akan lebih baik jika Anda bisa menikahi gadis yang setara dengan Anda di banding harus menikahiku seorang gadis kampung tanpa orang tua."ujar Ling Li.

"Aku tak peduli apa yang kau katakan buat memprovokasiku yang pasti aku akan tetap menikahimu."ujar Yangxe.

"Cepat jalan!"seru Yangxe pada sopirnya yang berada diluar mobil.

Sang sopir bergegas masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya menuju kediaman Yangxe.

Sesampainya di rumah Yangxe,Yangxe memanggul Ling Li di bahunya dan membawanya masuk ke dalam kamar utama.Di sana adalah kamar Yangxe yang sangat besar dan nyaman dengan fasilitas yang lengkap.Celah untuk melarikan diri juga minim karena jarak balkon dengan halaman cukup tinggi serta penjagaan yang ketat.

"Keluarkan aku dari sini!"seru Ling Li.

"Tidak akan."sahut Yangxe singkat.

Ling Li ingin melarikan diri tapi Yangxe menahan san melemparkan tubuhnya ke atas ranjang.Yangxe mengungkung tubuh Ling Li dengan menindihnya lalu mulai mencumbui wajah serta leher Ling Li membuat Ling Li jijik dan mulai menangis serta pasrah akan keadaan itu.Ling Li yang tanpa perlawanan membuat Yangxe berhenti dan dia meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan pada gadis itu.

"Maafkan aku."ujarnya sambil duduk di atas ranjang samping Ling Li.

Ling Li enggan bicara dan memalingkan wajahnya dari Yangxe.Malam itu Yangxe meninggalkan Ling Li di kamarnya sedangkan dirinya memilih tidur di kamar tamu.

Keesokan paginya Yangxe telah bersiap-siap.Dengan menggunakan jas yang baru dibelinya senada dengan gaun Ling Li untuk acara pernikahan mereka,Yangxe menuju kamarnya untuk membawa Ling Li menuju rumah Pak Tua Li untuk meminta restu pernikahan.Dengan langkah berat Ling Li menuruti permintaan Yangxe.Apalagi yang bisa perbuat selain menuruti Yangxe karena setiap penolakan yang ia lakukan akan terasa percuma saja.Setelah masuk ke dalam mobil,keduanya diantar menuju kediaman Pak Tua Li.Sepanjang perjalanan Ling Li melempar pandangan keluar jendela mobil.Yangxe hanya menatapnya singkat lalu saat Yangxe meraih tangan Ling Li,gadis itu menepisnya dengan kasar.Yangxe menarik kembali tangannya dan membiarkan Ling Li dalam kemarahannya.

Tak lama berselang mereka telah sampai di rumah sederhana Pak Tua Li.Ling Li berjalan memasuki halaman rumah Pak Tua Li.Dia mendapati sang guru tengah sibuk dengan pasiennya dengan di bantu beberapa asisten yang siap sedia.

"Kayaknya Yangxe ga bo'ong soal asisten itu."pikir Ling Li.

Ling Li menatap Yangxe sekilas lalu ia kembali melanjutkan langkahnya masuk ke ruang praktek sang guru.

"Guru!"sapa Ling Li pada Pak Tua Li.

"Ling."sahutnya dengan senyum merekah.

"Apa Guru baik-baik aja disini?"tanya Ling Li sedih.

"Baik dan terima kasih Tuan Yangxe mau memberiku beberapa asisten jadi aku ga kerepotan."ujar Pak Tua Li.

"Bukan masalah besar.Kalo Anda butuh sesuatu katakan aja akan aku siapkan sesuai keinginan Anda."balas Yangxe.

Melihat ayah angkatnya baik-baik saja berada di rumahnya,Ling Li merasa senang.Setidaknya ia bisa tenang meninggalkan Pak Tua Li jika ada yang menjaganya.

Tanpa menunda lagi,Yangxe mengutarakan maksud kedatangannya kesana.

"Ayah angkat kedatangan kami kemari adalah untuk meminta restumu untuk pernikahan kami hari ini!"seru Yangxe.

"Menikah?Benarkah gitu Ling?"tanya Pak Tua Li pada Ling Li.

Ling Li mengangguk ragu dengan Pak Tua Li yang hanya menghela napas panjang.

"Aku juga mengundang Ayah angkat untuk datang ke acara pernikahan kami.Aku udah siapin mobil untukmu."ujar Yangxe.

"Alah...aku ini orang kampung yang ga pantas datang ke acara besar itu.Aku khawatir malah bikin malu kalian nanti."tolak Pak Tua Li tahu diri.

"Kamu adalah keluargaku ga akan ada yang berani menghinamu."sahut Yangxe.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel