Memaksa Ling Li
Sesampainya di rumah,Ling Li segera menutup pintu rumahnya dan mengurung diri di dalam rumah.Melihat anak angkatnya yang begitu cepat telah sampai rumah,Pak Tua Li merasa terjadi keanehan dengan Ling Li.
"Kenapa cepat sekali kau kembali?"tanya Pak Tua Li.
"Aku,aku belum ke pasar Guru."jawabnya.
"Ada apa?"tanya Pak Tua Li heran dengan sikap Ling Li yang panik saat itu.
"Ehm..itu Guru.Ada orang yang memaksaku ikut bersamanya,tapi aku sama sekali tak mengenalnya."ceritanya.
"Mungkin dia membutuhkanmu untuk mengobatinya."sahut Pak Tua Li.
"Harusnya dia datang kesini kalo dia butuh bantuan."sambut Ling Li.
"Coba kamu ikuti kemauannya dan siapa tau aja dia emang benar-benar butuh bantuanmu."ujar Pak Tua Li.
"Tapi Guru...."ucapan Ling Li terputus karena suara ketukan di pintu rumahnya terdengar cukup keras.
"Siapa?"teriak Ling Li dari dalam rumah.
"Kami ingin bicara dengan Anda!"serunya.
"Guru,aku takut."ucap Ling Li.
"Aku temani kau temui mereka."sahut sang guru.
Dengan perasaan ragu Ling Li membuka pintu rumah dengan Pak Tua Li di belakangnya.
Pintu mulai terbuka lalu asisten Cheng masuk lebih dulu ke dalam rumah di susul Yangxe setelahnya.Ling Li yang mengenali Yangxe langsung terkejut melihat keberadaan pria itu di sana.
"Kamu!"seru Ling Li.
"Halo,Nona Zu Ling Li apa kabar?"sapa Yangxe.
"Mau apa kamu kesini?"tanya Ling Li ketus.
"Hanya sekedar berterima kasih atas bantuanmu tempo hari."jawabnya.
"Aku menolongmu atas dasar kemanusiaan,jadi tak perlu berterima kasih padaku."sahut Ling Li.
"Bukan hanya berterima kasih tapi aku kesini untuk melamarmu sebagai istriku!"seru Yangxe dengan membawa beberapa perhiasan dan uang untuk mahar.
"Tuan,Anda baru mengenalku,jadi jangan asal bicara dan aku tak suka dengan candaanmu ini."ujar Ling Li.
Yangxe menghampiri Ling Li dan mengatakan sesuatu pada Ling Li.
"Apa aku kelihatan bercanda saat ini?"tanya Yangxe sambil mengangkat dagu Ling Li.
Ling Li membuang muka karena ia merasa Yangxe pria tak sopan karena berani menyentuhnya.
"Aku ga mau menikah denganmu.Hidupku ku abdikan untuk pengobatan dan Guru jadi sebaiknya Anda pergi dari sini!"usir Ling Li.
Yangxe tertawa sinis mendengar Ling Li mengusirnya.Baru kali ini ia mengalami penolakan dari wanita.Sebelumnya ia selalu di kejar-kejar wanita dan ia yang selalu dingin pada wanita,tapi kali ini terjadi kebalikannya.
"Aku ga berniat bernegoisasi denganmu,tapi aku kesini hanya memberitahu jika aku akan menikahimu dan itu bersifat mutlak meskipun kau bersih keras menolak."sahut Yangxe.
Yangxe beralih menatap Pak Tua Li dan meminta ijin kepadanya untuk menikahi Ling Li.
"Bagaimana Tuan Li?Apakah aku bisa membawanya pergi sekarang?"tanya Yangxe.
"Selama Ling Li mau kamu bisa membawanya pergi.Aku juga ga mau memaksanya untuk terus tinggal bersamaku."jawab Pak Tua Li.
"Guru!Aku ga mau menikah dengannya.Aku ingin bersama Guru."elak Ling Li.
Mendengar penolakan Ling Li,Yangxe meraih tangan Ling Li dan berbisik di telinganya.
"Apa mungkin kamu mau tempat praktek ayah angkatmu ini aku ratakan dengan tanah,hmm?"ancam Yangxe.
"Kamu...!"seru Ling Li kesal.
Melihat ekspresi Ling Li yang marah membuat Yangxe tersenyum smirk karena nyatanya ancamannya berhasil membuat Ling Li terdiam.
"Aku mau ke pasar membeli rempah-rempah untuk obat,jadi aku tak bisa ikut denganmu sekarang."ujar Ling Li beralasan.
"Baiklah ku beri kau waktu hari ini untuk menyelesaikan urusanmu,tapi tidak ada lagi alasan besok kau menolak pergi bersamaku."ujar Yangxe.
Ling Li diam tanpa menjawab apa-apa lalu Yangxe berikut anak buahnya pergi dari rumah Ling Li.Tak lupa sebelum pergi asisten Cheng memberikan kartu nama Yangxe kepada Ling Li jika sewaktu-waktu Ling Li membutuhkannya.
"Silahkan hubungi Tuan Fang jika Anda membutuhkan apa-apa!"seru asisten Cheng.
Ling Li menerima kartu nama dari asisten Cheng lalu asisten Cheng menyusul Yangxe yang lebih dulu masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil,Yangxe yang masih penasaran dengan Ling Li bertanya pada asisten Cheng soal Ling Li.
"Gimana respon wanita itu?"tanya Yangxe saat asisten Cheng masuk ke dalam mobil.
"Responnya hanya datar saja meskipun ia mau menerima kartu nama Anda."jawab asisten Cheng.
"Menarik.Ga biasanya aku diabaikan wanita kayak gini."keluh Yangxe.
"Ayo jalan!"seru Yangxe pada sopirnya.
Sang sopir segera melajukan mobilnya keluar dari area perkampungan rumah Pak Tua Li.
Arak-arakan mobil yang Yangxe dan pengawalnya menjadi perhatian banyak orang terlebih rumah Ling Li berada di pemukiman warga padat penduduk.Namun hal itu menjadi gunjingan warga dan menganggap Ling Li sebagai wanita penggoda.
"Jangan-jangan kamu emang sengaja godain mereka semua dan sekarang kamu pura-pura sok jual mahal biar ga ada yang tau aslinya kamu!"hina salah seorang wanita muda yang iri pada Ling Li.
"Aku bukan wanita kayak gitu.Lagian mereka sendiri yang kesini bukan aku yang minta mereka datang."sahut Ling Li.
"Halah itu cuma alasan kamu aja.Mana mungkin mereka datang kalo ga ada undangan.Ya ga!"serunya lagi meminta dukungan pada warga lain.
"Betul itu.Jangan-jangan emang bener kayak gitu."ujar yang lain.
"Terserah kalian mau ngomong apa yang jelas aku ga ada ngelakuin hal kayak gitu."ujar Ling Li lalu masuk ke dalam rumahnya kembali.
Sesaat kemudian Ling Li kembali keluar dan melanjutkan aktifitasnya tadi saat kedatangan Yangxe.Ia bergegas menuju pasar membeli semua yang dibutuhkan lalu kembali pulang ke rumah dan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan Pak Tua Li.Hari itu Ling Li kembali disibukkan oleh pasien dari gurunya dan membuat obat herbal untuk pasien gurunya.
Di tempat lain Yangxe yang masih penasaran dengan Ling Li sedang memikirkan wanita itu sambil duduk di kursi ruang kerjanya.
"Dia benar-benar cantik dan menarik!"seru Yangxe sambil mengusap dagunya dan mengembangkan senyumnya.
Mengenang Ling Li membuat hatinya berbunga-bunga dan rasanya ia tak sabar untuk segera meresmikan hubungannya dengan Ling Li.
Baru saja Yangxe memikirkan Ling Li,asistennya datang dan memberitahu mengenai kabar Ling Li.
"Tuan,Nona Li sedang mendapatkan lamaran sebelum kedatangan Anda ke rumahnya."ujarnya melaporkan.
"Lalu apakah dia menerimanya?"tanya Yangxe.
"Saya dengar Nona Li menolak semua lamaran pria-pria itu."jawab asisten Cheng.
"Baguslah."sahut Yangxe singkat.
"Dia mengatakan tidak akan menikah karena ingin berbakti pada ayah angkatnya juga dalam hal pengobatan."jelas asisten Cheng.
"Apa kamu belum mengenalku,Cheng.Meskipun dia menolak sekuat tenaga tapi aku akan tetap menikahinya."ujar Yangxe.
Asisten Cheng tak berani mengatakan apa-apa hanya menundukkan kepalanya saja.Asisten Cheng tahu pasti sifat tuannya sehingga ia tak berani menyinggung perasaan Yangxe.
Yangxe berharap hari itu cepat berlalu karena ia tak sabar ingin segera kembali menemui Ling Li agar segera bisa menikahinya.Keinginannya yang kuat untuk meminang Ling Li membuatnya sulit tidur malam itu.Bahkan hingga dini hari Yangxe masih terjaga dan memikirkan tentang Ling Li.
Di rumah Pak Tua Li,Ling Li juga masih terjaga dan sepanjang malam ia mondar-mandir di halaman rumah mencari cara melepaskan diri dari Yangxe.
"Aku ga mau nikah sama orang dingin dan egois kayak gitu.Aku harus cari cara untuk menggagalkannya."gumam Ling Li bermonolog seorang diri.
