Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 8 pelakor

Pagi buta Shafa dan Regan kembali keapartement. Dalam perjalanan Shafa melihat kasian kakek penjual nasi ia segera menyuruh suaminya berhenti.

"Mas stop!"

"Kenapa fa?"

Tanpa menjawab Shafa keluar dari mobil menghampiri kakek yang sedang duduk. 

"Assalamulaikum Kek, dagangannya laku berapa kek."

"Alhamdulillah belum ada neng."

"Ini Shafa beli nasi bungkusnya semua ya kek, dan ini ada rejeki untuk kakek dan keluarga."

"Makasih neng." Kakek itu seketika sujud syukur, Shafa bahagia melihatnya.

"Kakek, Shafa pulang dulu jaga kesehatan kakek."

"Terimakasih neng kebahagiaan menyertaimu." 

Dari kejauhan Regan bangga punya istri sholehah, padahal dia dulu membencinya tapi Tuhan maha membolak-balikkan hati. Sekarang actor tampan itu berubah jadi mencintainya.

"Ayo Mas."

"Love you."

Shafa tersenyum dengan kata indah dari suami. Suami yang dulu menyebalkan membuat dia tiba-tiba dan jadi bucin. 

"Sayang, ini banyak lo."

"Udah nggak pa-pa itung-itung sedekah,nanty aku ikut kekantor ya."

Shafa berniat akan membagikan makanan bagi orang lain. 

"Tumben sayang, dirumah bosen aja Mas."

"Okelah ." Akhirnya mobil sport mewah sampai diapartementnya.

Mereka berdua menuju lantai aprtement saat didalam lift melihat wanita tak asing bagi Regan. Ia tak sadar wanita itu adalah teman artis yang dulu menyukainya sedang bergelanyut manja pada lelaki.

Menurut Regan pemandangan menjijikkan, Shafa tak kalah sebal melihatnya. Dia berfikir apa tak bisa menahan samapai diapartement.

Untung lift mereka segera berhenti Shafa menarik lengan Regan agar buru-buru masuk dan bergegas kekantor. 

"Sayang,"

"Pasty mau tanya kenapa?"

"Hemm."

"Itu tahu menjijikkan ." Shafa sambil menyiapkan sarapan segelas teh hangat dan roti selai coklat untuk suaminya. Regan mengetahui Shafa jemgkel ia segera merangkul dari belakang.

"Jangan ngambek gimna kalau kita sekrang."

"Ihh Mas, ini udah siang ya."

"Berarty malam boleh ya."

Seketika wajah Shafa memerah seperti tomat dan ia memberikan sarapan pada suaminya..

"Yuk sayang berangkat." Regan menggandenga tangan Shafa keluar dan tak lupa Shafa membawa nasi bungkus yang ia beli. 

Saat didalam lift mereka ketemu setan lagi. Batin mereka berdua pa masih kurang?

Lift pun terbuka dua setan itu masih asyik dengan permainan dilift hingga nggak sadar lift menutup kembali.

Regan dan Shafa menggeleng malas dan segera melaju menuju kantor. Tak butuh lama mereka sampai dikantor Maxton group. Shafa sekarang sudah berhenti bekerja senagai sekretaris karena tak diperbolehkan Regan. 

Sekarang sekretarisnya adalah Shawn. Saat sampai dilobby Shafa membagikan nasi pada para karyawan. Karyawan antusias dan memuji keramahan mantan sekretaris bossnya yang jadi istri. 

Diruangan Regan sudah ada Delon dan Shawn menunggu.

"Pagi tuan Regan."

"Pagi tuan Regan anda terlihat segar." Ucap Delon membuat Regan menatap sinis.

"Udah langsung aja bacain jadwal gue."

"Hari ini ada jadwal meeting dengan Vv group pukul 9 pagi."

"Dan siang jam 2 ada meeting dengan Black group di coffee sebrang."

"Ok thanks."

"Gue balik dulu keruangan." Ucap Shawn.

Regan hanya mengangguk dan sekarang menyuruh Shafa untuk tiduran dikamar pribadinya. 

"Kayaknya makin mesra aja lo."

"Mau gue lempar dari sini lo."

"Ampun boss kejam amat." Ucap Delon

Pukul 9 Regan berpamotan pada istrinya untuk meeting saat akan keluar ruangan Regan dan Delon kaget sudah ada wanita sexy didepan pintu ruangannya.

"Nona sebaiknya anda tunggu di ruang meeting." Ucap Delon

"Hay Re,apa kabar?"

"Sebaiknya jaga sopan santun anda ."

"Sayang,siapa kok berisik?"

Shafa mendekati wanita calon pelakor

"Hay tante, saya istri dari Regan. Anda siapa ya datang berisik kesini?"

Regan dan Delon menahan tawa karena kelucuan Shafa menganggap wanita sexy itu adalah tante-tante.

Tanpa menjawab wanita kesal dan pergi meninggalkan mereka bertiga. 

"Dasar, mau jadi pelakor." 

"Sayang, makasih udah menyingkirkan Nyamuk." Mendekati Shafa dan mengecup keningnya

 

"Udahlah Mas itu sudah kewajibanku mengusir nyamuk yang coba ganggu kita. Oh ya kita makan yuk ajak sekalian Delon sama Shawn."

 

"Ok tunggu ya aku panggil mereka."

 

10 menit kemudian

 

Ceklek

 

"Ada apa boss."

 

"Mari makan siang bareng ini istriku yang minta."

 

"Okelah mari bu boss." Ucap delon

 

Mereka berempat akhirnya turun makan siang bersama semua mata tertuju pada 3 cowok tampan pimpinan perusahaan yang sama memakai kacamata hitam terlihat so cool.

 

Sesampainya di restaurant sebrang,

"Sayang, makan apa?"

 

"Aku nasi ayam goreng geprek Mas sama jus melon aja."

 

"Ok tunggu ,oh ya untuk kalian berdua pesen sendiri."

 

"Cih dasar bucin akut." Ucap delon dan berdiri memesan

 

"Fa, kamu baik-baik aja kan."

 

"Alhamdulillah Shawn."

 

Dari kejauhan mata Regan merah padam sambil mengepalkan tangannya melihat Shafa akrab dengan Shawn. Ia buru-buru kembali sedangkan Delon memperhatikan boss sekaligus sahabatnya menggeleng kepala.

 

"Sayang, ayo makan dulu jangan ngobrol aja."

 

Seketika Shawn berusaha tenang menghadapi kelakuan Regan. Ia tahu kalau kebucinan Regan bisa membuatnya nyungsep ke got. 

 

Setelah 15 menit mereka makan siang Regan pamit keluar restauran pada Shafa untuk neruma telpon. Shafa mengiyakan saja untuk tetap positif thingking

 

"Haloo."

 

"Boss udah siap untuk nanty malemnya." Ucap seseorang sebrang telpon

 

"Ok thanks nanty aku transfer."

 

"Baik boss." Regan mematikan telepon dan kembali menemui istrinya.

 

"Sayang ayo balik kekantor, nanty kamu bosen tiduran aja dikamar karena aku ada meeting bentar."

 

"Iya Mas."

 

Pukul 3 sore Regan dan Delon berangkat meeting di sebuah coffee. Setelah menjalani kesepakatan mereka memutuskan kembali. Regan menghawaturkan istri tercintanya. 

 

Sampai dikantor ia segera membuka pi tu diliatnya manusia cantik masih terlelap. Regan mengelus pipi Shafa dan mengecup kening. Ia kembali pada berkasnya dan segera selesai. 

 

2 jam kemudian Shafa terbangun dan segera mencuci mukanya. Ia berfikir bisanya ngebo dikantor. Ia melihat suaminya beres beres.

 

"Sayang udah bangun."

 

"Iya mas maaf aku jadi kebo heee."

 

"Udah ayo pulang nanty malem aku mau ngajak kamu keluar ok."

 

"Kemana mas."

 

"Nanty juga tahu yuk."

 

Ihhh dasar suami bikin aku penasaran aja batin Shafa.

 

Setelah sampai diapartementnya Regan dan Shafa masuk kamar ingin membersihkan badan.

 

"Sayang , ayo mandi abreng."

 

"Udah mas duluan aja."

 

Tanpa aba-aba Regan menggendong istrinya . Shafa tahu akan terjadi sesuatu jika mandi bersama. Dan benar setengah jam keluar membuat badan Shafa remuk redam.

 

"Sayang kok manyun sih."

 

"Ini semua gara-gara kamu mas."

"Heee sayang kamu itu canduku."

 

Mereka selesai berpakaian tapi Regan memilih gaun untuk istrinya.

 

"Ini sayang ganti."

 

"Kenapa Mas."

 

"Udah pakai itu."

 

Akhirnya Shafa mengganti pakaiannya menggunakan gaun warna hitam selutut terkesan seksi. 

Sekarang Shafa sudah tak memakai kacamata tebalnya yang mirip betty lafea. Ia menggunakan softlent terlihat cantik sekarang.

 

"Sayang kau menggodaku, yuk." Bisik Regan membuat Shafa tersipu malu. 

 

Mobil sport mereka melaju menuju sebuah restauran mahal. Shafa kagum karena terlihat mewah ia berjalan menggandeng lengan suaminya. Regan terlihat senyum karena istrinya tak malu. 

 

Saat sampai dimeja pesanannya mata Shafa terbelalak melihat romantisme.

 

"Ini untuk kita sayang, aku ingin ada kesan romantis bersamamu."

 

"Makasih mas."

 

Suasana romantis membuat Shafa terlihat bahagia. Ia ingin ketawa kala mengingat pertemuannya dengan suaminya membuat ia bodoh. 

 

 

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel