Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Part 5. SALAH PAHAM

Mendapatkan serangan mendadak tentu saja membuat kedua petugas keamanan langsung berteriak kesakitan. Semuanya terjadi karena mereka langsung dilempar hingga patah tulang oleh kedua sekretaris Tuan Edward.

Hampir semua mata terkesima dengan kecepatan dan teknik yang digunakan oleh kedua sekretaris wanita cantik yang semula berdiri di samping Tuan Edward tersebut. Di sisi lain, Tuan Edward sangat puas dengan kinerja Mia dan Mila. Selain cantik dan cekatan, kedua sekretarisnya juga cocok untuk merangkap sebagai bodyguard.

Azriel yang melihat sosok lelaki tua yang dicarinya berada di kejauhan segera tersenyum ke arahnya. Jika Azriel bahagia, lain halnya dengan Samuel. Meskipun sejuta pertanyaan beterbangan di dalam kepala Samuel, namun seketika mulutnya terkunci rapat melihat kecekatan Mia dan Mila.

Setelah memastikan Azriel aman, kini Tuan Edward melangkah pergi untuk mendekatinya. Kebetulan Manager Burt sudah berada di aula juga dan melihat semua kejadian tadi. Kini Manager Burt justru sedang berdiri di samping Samuel.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Tuan Samuel?"

"Eh, itu a-anu ... hanya masalah kecil, Tuan Burt."

Melihat Tuan Edward berjalan dari belakang sana, Manajer Burt buru-buru bertanya apakah ia sudah salah mengira, jika Azriel hanyalah seorang tamu biasa.

"Maaf Tuan Samuel, apakah perkiraan saya salah tentang lelaki itu? Bukankah tadi Anda meminta saya untuk mengusirnya dari sini? Akan tetapi kenapa situasinya justru menjadi berantakan seperti ini?"

Seketika otak Samuel dipaksa berpikir cepat. Tentu saja agar bisa mengelabui pemikiran Manager Burt dengan terus menyudutkan posisi Azriel. Samuel akan membuat situasi seolah Azriel salah memilih tempat untuk meminta pertolongan dan tidak seharusnya di sana.

"Benar, sebelumnya saya memang meminta Tuan untuk mengusirnya."

"Lalu ...."

Bukannya menjelaskan kejadian yang sebenarnya, Samuel justru semakin mencuci otak Manager Burt agar mempercayai ucapannya dan kembali mengusir Azriel. Samuel yang berdiri di sampingnya, akhirnya mengatakan jika Azriel hanyalah sampah di keluarganya.

"Sebenarnya lelaki itu kerabat jauh saya. Namun, dia hanyalah seorang sampah di dalam keluarga. Setiap saat membuat masalah, sehingga ia selalu dijauhi hampir seluruh keluarga besar."

"Bahkan hanya dengan berdekatan dengannya, sudah pasti ikut terkena sialnya."

Samuel terlihat menekankan kata 'sial' ke arah Manager Burt agar semakin jijik pada Azriel. "Memangnya Tuan tidak takut terkena sial, jika berurusan dengan lelaki itu?"

Sontak Manager Burt menggelengkan kepalanya. Saat itu Tuan Edward bisa mendengar dengan jelas percakapan yang terjadi antara Samuel dan Manager Burt. Tentu saja Tuan Edward kesal akan tindakan mereka.

"Dasar manusia tidak tahu aturan! Kalian hampir saja melukai tamu penting di rumah ini! Untung Mia dan Mila bisa bertindak tepat!" teriak Tuan Edward tegas.

"Ta-tamu penting?" ucap Manager Burt tergagap.

Pandangan mata Tuan Edward seketika menghunus tepat ke arah Manager Burt yang diam mematung. "Karena kamu tidak bisa memperlakukan dan mengenali tamu istimewa di rumah ini, maka kamu saya pecat!"

"A-apa?"

Seketika ia membungkuk untuk meminta maaf, tetapi semuanya sudah terlambat. Ucapan Tuan Edward yang memecat Manager Burt di tempat membuat wajah Samuel semakin pias.

Ia tidak menyangka jika Azriel mempunyai akses orang dalam. Seketika Manager Burt meminta penjelasan pada Samuel yang berada di sampingnya.

Azriel yang merasa tidak enak terlihat ingin mengemukakan pendapatnya di sana. Mengerti jika majikannya tidak suka dengan keputusan yang diambilnya barusan, Tuan Edward segera menanyainya.

"Selamat siang, Tuan Azriel Weizt."

"Siang, Tuan Edward."

"Maaf untuk kejadian tidak mengenakan ini. Apakah ada hal yang masih membuat Tuan merasa tidak nyaman di sini?"

Tuan Edward menanyai pendapat Azriel tentang perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Manager Burt tadi kepadanya. Beruntung, Azriel mengatakan ia tidak masalah.

"Oh, tidak. Mungkin semua ini terjadi karena kesalahpahaman."

"Baiklah kalau begitu, mari ikut saya naik ke atas."

"Baik, Tuan Edward."

Kemudian Tuan Edward langsung mengundang Azriel untuk naik ke atas. Lebih tepatnya berbincang di ruangan pribadinya.

Sepeninggal mereka, Manager Burt di lantai satu langsung memasang wajah tercengang, dan bertanya kepada Samuel.

"Bukankah pria itu hanya seorang menantu pria di keluarga kerabatmu?"

Bukannya menjawab, Samuel justru menganalisis keadaan. Mengacuhkan pertanyaan Samuel. Seharusnya keluarganya tengah menjalin hubungan kerja sama dengan Tuan Edward. Akan tetapi keadaannya di luar kendali.

Sebenarnya hal ini tidak berhubungan langsung dengannya. Karena yang bertindak sebagai penanggung jawab di antaranya ada Bella istri Azriel. Sementara ia hanya sebagai pembuka jalan.

"Sepertinya masalah ini harus diketahui oleh paman. Semoga saja beliau bisa membantu," gumam Samuel.

Di ruangan atas.

Tanpa mau membuang banyak waktu, Azriel segera mengatakan keinginannya datang ke sana, yaitu meminjam uang kepada Tuan Edward.

Tanpa berpikir banyak lagi, Tuan Edward pun langsung memberinya selembar kartu ATM berwarna hitam dengan permata di atas.

"Pergunakan kartu ini, Tuan Azriel. Anda bisa menarik uang di berbagai macam bank, termasuk kredit."

"Apa ini tidak berlebihan?"

"Tidak, kartu ini memang sudah dipersiapkan untuk Anda."

"Ya sudah, kalau begitu terima kasih banyak, Tuan."

"Sama-sama."

Setelah mendapatkan uang, Azriel bergegas pulang. Tepat pada saat itu ternyata semua orang sedang berkumpul dan Azriel langsung bilang dirinya ada uang untuk mengobati putrinya, Caca.

"Kalian tidak perlu khawatir lagi. Saat ini, saya sudah mempunyai uang untuk pengobatan Caca."

Sontak pandangan seluruh keluarga mengarah padanya. Namun, tentu saja mereka semua pun tidak ada yang percaya.

Hal itu diperburuk lagi ketika Samuel ternyata juga ikut pulang. Dengan lantang ia bilang jika Azriel memakai hubungan keluarganya, mencari Tuan Edward untuk membantunya. Mengatakan jika uang yang didapat Azriel adalah dengan cara menipunya.

"Jadi begini caramu membalas semua kebaikan yang telah diberikan keluarga besar kami kepadamu. Benar-benar menantu tidak berguna! Bisa-bisanya mengandalkan hubungan keluarga untuk berhutang!"

"Bu-bukan begitu, Pa. Semua ini tidak ada hubungannya dengan hubungan keluarga kita. Bahkan saya sama sekali tidak pernah menyebutkan nama besar keluarga kita."

"Sudahlah, kau tidak usah banyak bicara. Biarkan Papa menyelidikinya sendiri."

"Benar, kau diam saja bedebah!"

Mendengar hal itu, Tuan Hadi sangat marah. Akan tetapi Azriel membantah semua tuduhan itu. Ia bersikeras bilang, bahwa semua ini tidak ada hubungan dengan keluarganya.

"Kalau begitu, panggil saja Bella untuk pulang."

"Ya sudah, suruh Bella pulang sekarang. Biarkan ia mengetahui sikap buruk suami yang selama ini dilindunginya!"

"Pa, ini tidak ada hubungannya dengan Bella. Saya mohon jangan libatkan Bella di sini!" pinta Azriel dengan setengah memohon, tetapi tidak ada yang menghiraukan ucapannya.

Tuan Hadi segera memanggil Bella untuk pulang, tetapi Bella sedang ada urusan lain sehingga tidak bisa datang. Tidak puas disitu, Tuan Hadi memanggil manajer lagi yang bersangkutan untuk menghubungi pihak Tuan Edward disana.

Namun, mereka tetap tidak mendapatkan bukti sama sekali, bahwa Azriel meminjam uang dengan nama keluarganya.

"Kenapa nama Azriel benar-benar bersih, kali ini. Siapa yang membantunya?" gumam Tuan Hadi sambil mengarahkan pandangannya tepat ke arah Azriel.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel