7. kebingungan linda
Sementara itu datanglah deni dan hasbi, sambil duduk deni berbicara “tumben ardi kamu mau traktir kita kayanya ada yang lagi dapat rezeki nomplok nih” kemudian gak lama datang juga amel mereka duduk di meja dan tak berselang lama mereka baru menyadari bahwa ada linda di meja yang gak terlalu jauh dari meja yang mereka tempati sekatang ini.
Sebenarna mereka tidak membenci linda karena mereka juga tidak bodoh linda gak mungkin mau di ajak oleh jefri kalau tidak ada sesuatu dibelakangnya, hanya saja dengan kejadian itu ada suasana kecanggungan yang besar, mereka melihat linda gak berinisiatif bicara ke ardi begitu juga ardi kaya yang acuh ga mau ngurusin hal yang terjadi kemarin.
Melihat sikap ardi dan linda yang seperti itu teman-teman mereka pun ga berani berbuat terlalu jauh, meskipun begitu deni, hasbi dan amel masih mau menyapa linda dan tidak ada wajah benci di wajah mereka, hal ini pula yang membuat linda malu dang a enak hati, hatinya serasa tertimpa oleh batu yang sangat besar. Melihat linda yang gak menentu lusi sambil mengangguk ke arah ardi dan yang lainnya dia cepat- cepat mengajak linda untuk kembali ke asrama, karena lusi melihat linda semakin lama disana semakin tertekan hatinya.
Sebelum mereka berdiri jefri masuk ke kantin dengan temannya dia melihat kearah linda dengan senyuman, namun linda tidak memperhatikannya namun ketika dia berdiri dan mau keluar dia baru melihat jefri, tapi wajahnya tidak ada senyum tapi ada rasa marah yang diperlihatkan ke jefri.
Jefri yang tak tahu diri mendekati meja ardi sambil mengatakan,”Ardi kalau aku jadi kamu aku akan segera memutuskan hubungan dengan linda, aku harap kamu memahami situasinya”. Ardi dengan santai menjawab,”sejak kapan aku harus mendengarkanmu tentang malasah hubunganku dengan linda”, kemudian jefri berkata lagi,”aku pastikan gak lama lagi kamu akan segera putus dengan linda”
Mendengar perkataan jefri deni langsung bicara,” hai jefri kamu jangan bicara sembarangan apa hak kamu bicara begitu”, jefri langsung bicara lagi,” suka-suka gue mau bicara apa, lagian wanita secantik linda gak pantes menjadi pacar pria miskin seperti ardi” tadinya amel mau bicara namun keburu kepotong oleh ardi ,”mau putus atau engga itu ga ada hubungannya dengan mu kalau linda mau putus denganku dia tiangal bicara ke aku dan aku pun akan mengabulkannya”
“kamu” hanya itu yang terucap dari mulut jefri setelah mendengar perkataan ardi dia juga gak bisa berbicara sembarangan lagi satu pukulan telak terhadap jefri dan pula ini disaksikan oleh banyak orang dikantin, karena terkesan jefri yang merupakan orang kaya terlihat meminta sesuatu kepada ardi yang notaben nya orang miskin dan itu langsung meruntuhkan harga diri jefri
Karena malu akhirnya jefri gak jadi makan di kantin dan dia balik lagi keluar, sambil berjalan keluar jefri sambil menggerutu mengutuk ardi, dia tidak habis pikir kenapa dia harus beradu argument dengan ardi levelnya langsung turun apalagi begitu dia dipermalukan.
Begitu sampai ke asrama linda langsung bercerita kepada lusi perihal dia pergi ke toko modis bersama jefri dan jefri membelikan beberapa pakaian untuk linda dari toko itu, sampe mereka ketemu deni dan ardi juga tadi ada disitu linda certain semuanya, kemudian lusi berkata,” sebenarnya ini salah kamu lin kenapa kamu mau aja diajak sama si jefri udah tahu orangnya kaya gitu” mendengar itu linda jadi bingung bagaimanapun melihat situasinya memang linda yang salah.
Sebenarnya linda mau mengatakan sesuatu kepada lusi karena linda merasa lusi sangat dekat dan sudah dia anggap sebagai saudara sendiri yang selalu ada baik dalam suka maupun duka, tapi entah kenapa linda mengurungkan lagi niatnya
Melihat ekspresi linda seperti itu lusi pun memahami bahwasanya ada sesuatu yang disembunyikan oleh linda, lusi berpikir masalahnya tidak sederhana karena dia tahu linda selalu cerita apapun masalahnya diantara mereka berdua seperti sudah tidak ada rahasia apa lagi, tapi melihat linda yang sekarang lusi merasakan ada sesuatu yang besar bahkan lusi pun tidak bisa mengetahuinya,” lin gak apa-apa kamu gak cerita sekarang tapi kamu harus ingat bahwa aku selalu ada buat kamu” linda menangis dan langsung memeluk lusi.
Mendengar perkataan lusi linda sangat terharu punya teman seperti lusi sungguh sangat berarti bagi dia, lusi tidak marah atau kecewa meskipun dia tahu linda menyembunyikan sesuatu darinya tapi lusi malah memberinya semacam kekuatan dan kenyamanan dalam menjalani kondisi ini.
Sehabis makan ardi kembali ke asramanya kebetulan dari grup WA kelas manajemen mengatakan bahwa dosen hari ini ada keperluan jadi tidak masuk dan hanya mengatakan agar tugas wawancara dengan perusahaan hasilnya harus dipresentasikan minggu depan.
Ardi berencana untuk pergi ke café triodi untuk sekedar mengenal lebih jauh usaha yang akan dikelolanya kebetulan masih agak pagi jadi café belum ramai pengunjung sehingga dia bisa dengan mudah berkomunikasi dengan pengelola sekarang, sementara pada waktu ketemu jack pengelola lagi sibuk untuk persiapan rapat dengan jack, dan sampe ardi pulang tidak ketemu sama sekali dengan pengelola cafe.
Dalam perjalanan ardi menelepon jack perihal bahwasanya ardi akan pergi ke café, setelah itu jack mengatakan agar ardi menemui martin pengelola café sekarang, pada waktu rapat jack juga sudah memberitahu martin bahwasanya kedepannya jack tidak akan lagi bertanggungjawab terhadap café triodi dan sebagai penggantinya akan diteruskan oleh tuan muda ardi wijaya.
Singkat kata ardi telah sampat dikawasan dago tepatnya di parkiran café triodi, begitu turun ardi langsung menuju resefsionis untuk bertemu dengan martin, “halo tuan ada yang bisa saya bantu” sang resefsionis menyapa ardi, “nona saya mau ketemu dengan pa martin kebetulan saya disuruh oleh tuan jack untuk menemuinya”, ardi menjawab dengan senyuman. “kalau boleh tahu dengan tuan siapa? Biar saya sampaikan kepada pak martin” Tanya resefsionis lagi, “bilang saja ardi wijaya” jawab ardi.
“baik tuan tunggu sebentar”, resepsionis itu langsung mengangkat teleponnya dan langsung melaporkan kepada atasanya, beberapa saat kemudian setelah telepon di tutup resepsionis itu bicara lagi “tuan silakan ikut dengan saya, tuan martin sedang menunggsu diruangannya” setelah itu ardi menganggukan kepalanya sambil mengikuti resepsionis itu munuju kantor martin.
Begitu masuk tampak seorang pria berumur 24 tahun, awalnya ardi menyangka martin adalah pria paruh baya, tapi tak disangka martin masih muda. “halo pa ardi apa kabar, silahkan duduk” martin menyapa dan mempersilahkan duduk yang mengejutkan ternyata martin mempersilahkan ardi duduk di meja utama yang merupakan meja untuk pemimpin disana.
“iya apa kabar pa martin” jawab ardi, “tuan muda panggil saya martin aja, sebagai bawahan gak pantas dipanggil seperti itu sama yuan muda” kemudian ardi duduk di kursi setelah itu martin menjelaskan tentang sejarah singkat berdirinya café ini serta menjelaskan keadaan sekarang.
