6. menjadi nasabah VIP bank
Di asrama hasbi menceritakan apa yang didengarnya semalam kepada deni, hal ini membuat deni benar-benar kesal kepada jefri tapi sekarang dia jadi bingung bagaimana sikapnya sekarang terhadap linda, apakah dia harus kecewa atau merasa kasihan. Namun sebelum bertindak jauh deni ingin mencari dulu kebenarannya sebelum dia membuat kesalahan.
Sementara itu linda sejak kejadian di mall dia masih belum menampakan dirinya, dia masih belum berani untuk ketemu dengan ardi walau jauh dilubuk hatinya dia benar-benar ingin ketemu dengan ardi dan menjelaskan semuanya, setelah dipikir lagi linda mengurungkan niatnya karena dia takut masalahnya bertambah buruk lagi.
Banyak keraguan dalam hati linda dan dia untuk saat ini sangat tertekan dengan keadaan sekarang, dia masih bingung apa yang harus dia lakukan selanjutnya, saat ini teman sekamar linda di asrama mendekatinya, “linda apa yang terjadi apa kamu ada masalah dengan ardi?” yang bertanya barusan adalah lusi dia orangnya cantik hampir sama dengan linda tapi dia agak sedikit matre dan agak sombong tapi entah kenapa dia seolah-oleh bisa menerima hubungan linda dan ardi, dan dia juga cukup baik terhadap linda dan ardi.
“Nggak apa-apa lus aku baik saja”, kata linda. “Tapi beneran kan ga ada apa-apa kalau ada masalah kamu cerita ya mungkin aku bisa bantu” kata lusi. “Oh iya lin aku mau sarapan ke kantin ayo kita kesana aku juga tahu kamu belum sarapan nanti sakit loh” kata lusi. Kemudian linda mengangguk untuk mengiakan dan mereka pergi ke kantin.
Ketika ardi sampai di bank BCA ardi langsung mengambil antrian, sebenarnya ada aturan untuk nasabah yang memiliki tabungan diatas 50 milyar bisa dikategorikan nasabah VIP jadi bisa langsung menghubungi manager tanpa harus ngantri dulu di custumer servis seperti nasabah biasa, karena ardi belum mengerti jadi dia tidak tahu ya ikut ngantri dulu.
Ketika lagi ngantri ada dua wanita yang saling berbisik dan tak lama kemudian memanggil ardi, pas ardi melihat kebelakang ternyata ada Novi dan Hani, ya hani adalah teman SMA nya Amel sebenarnya Hani masih kuliah dikampus yang sama cuman beda jurusan hani kebetulan mengambil jurusan akuntansi.
Berbeda dengan hani yang suka sama ardi novi adalah orang nya bisa saja cuman kalau sama orang yang terlalu miskin dia merasa agak jijik. Sebenarnya dia juga tahu hani naksir sama ardi tapi dia tidak ambil pusing toh ardi juga punya pacar jadi gak takut hani sampai jadian dengan ardi.
“Ardi kamu ngapain disini apa kamu mau bayar uang kuliah yang telat harusnya bulan lalu udah beres atau kamu mau urus rekening kamu yang hangus karena udah lama ga di isi saldonya,” kata-kata novi memang cukup pedas ini membuat hani cemberut tapi ardi hanya membalasnya dengan senyum dengan wajah yang acuh tak acuh, hal ini menimbulkan hati novi makin kesal, tapi hani malah senang karena selain tampan ardi juga tidak pernah emosi terhadap penghinaan yang ia terima.
Setelah mengantri selama satu jam akhirnya ardi mendapat giliran kemudian custumer servis dengan sopan bertanya ke andri, “selamat pagi mas ada yang bisa dibantu?” kemudian andri mengeluarkan buku tabungannya dan memberikan pada petugas CS sambil bilang pertama-tama saya ingin cek saldo dulu.
Mendengar perkataan ardi novi tertawa, sambil bilang “ardi ardi udah tahu gak ada saldonya masih aja ditanyaan kamu malu-maluin kampus aja”. Untungnya petugas CS ga terpengaruh dan dengan sopan mengambil kartu tabungan andri, karena takut malu novi menyeret hani untuk pergi dulu keluar toh antriannya juga masuh lama, ardi nomor antrian 10 sementara novi 15 jadi ada jeda yang cukup, apalagi untuk menangani satu nasabah aja di CS suka lama.
Sebenarnya petugas CS dalam hati meremehkan juga namun karena profasionalitas dia menampilkan senyum dengan sopan, ketika dia mengecek rekening ardi betapa terkejutnya dia ternyata rekening ardi bukannya kosong tapi tertera sejumlah RP. 100.000.045.000, bola matanya hampir keluar melihat jumlah saldo rekening ardi. Untungnya pas petugas CS mengatakannya Novi dan Hani sudah keluar jadi mereka tidak tahu kalau ardi mempunyai tabungan yang besar.
Kemudian petugas CS itu berkata pada ardi, “pa ardi saldo rekening anda adalah sebesar RP. 100.000.045.000, sekarang akan saya cetak di buku rekening anda”, setelah di cetak Petugas CS bertanya lagi sekarang “ ini bukunya apa ada yang diperlukan lagi pa ardi? Ardi kemudian menjawab “ tolong buatkan ATM dan dan tolong atur mobile banking nya.
Setelah melewati beberapa prosedur akhirnya ATM BCA Platinum sudah dibuat dan mobile banking sudah terpasang di HP nya ardi. Setelah selesai petugas CS minta ardi untuk tunggu sebentar dan tak berselang lama petugas CS kembali dengan seorang pria paruh baya dengan umur kisaran 40 tahun, ternyata itu adalah manager bank di cabang itu dengan sopan beliau mengajak ardi ke ruang kantor manager. Barusan petugas CS melaporkan bahwa ada nasabah yang memiliki saldo tabungan diatas 50 milyar, Jadi manager langsung menghampirinya.
Didalam kantor manager langsung memperkenalkan dirinya ”halo selamat pagi pa ardi perkenalkan nama saya Andre saya adalah manager di kantor cabang ini, karena anda memiliki saldo diatas 50 milyar maka anda sudah bisa dikategorikan nasabah VIP kami, untuk kedepannya apabila pa ardi ada keperluan silahkan langsung hubungi saya” dengan senyum ramah andre sambil menyerahkan kartu namanya kemudian ardi membalasya dengan senyum juga sambil berkata “terima kasih pa andre baik untuk kedepannya kalau ada apa-apa saya langsung menghubungi anda”
Setelah proses di bank selelai ardi memesan gocar untuk kembali ke kampus, karena tadi pas berangkat ardi belum sarapan hal pertama yang terpikir oleh ardi begitu sampai ke kampus adalah pergi ke kantin untuk sarapan, ardi menelepon deni, hasbi dan amel untuk kekantin sambil untuk mentraktir mereka makan, soalnya kalau ke restoran mungkin akan terjadi kehebohan.
Begitu masuk ke kantin ardi langsung menuju meja kosong, sebenarnya pas masuk ardi sudah melihat ada linda makanya pas mereka saling pandang ardi hanya tersenyum tapi tidak menuju meja linda, ardi malah menuju meja yang kosong yang tak jauh dari linda, hal ini membuat lusi bertanya-tanya “hei linda beneran kalian tidak ada masalah? Dia ko ga nyamperin kamu malah duduk di meja kosong.
Linda kebingungan cara menjelaskannya kepada lusi, tapi dia ga mau suasana tambah buruk dia cepat berkata pada lusi, “kamu diam aja dulu nanti pas kita kembali ke asrama aku akan jelaskan ke kamu, tapi kamu jangan cari masalah karena aku yang salah” setelah mendengar omongan dari linda lusi juga tidak bertanya lagi dan suasana pun mulai canggung, lisa cepat-cepat menghabiskan makanannya dan mengajak lusi agar cepat-cepat ke asrama.
