
Ringkasan
dua puluh satu tahun hidup dengan kemiskinan, hidup dengan penuh penderitaan dan penghinaan, sampai suatu saat ketemu seseorang yang mengatakan bahwa saya adalah cucu dari seorang konglomerat, saya masih ingin menjalani hidup saya seperti biasanya setidaknya sampe lulus kuliah, tapi tetep saja banyak orang-orang yang menindas dan menghina saya, apa salahnya ingin hidup sederhana? haruskah saya membalas semua perbuatan mereka?
1 Kerja kelompok
“Ardi jangan lupa hari ini, kita akan melakukan kerja kelompok untuk melakan wawancara di toko modis yang ada di bandung super mall” sahut amel, toko modis adalah toko yang sedang naik daun dikalangan anak muda terutama anak orang kaya, walaupun hargana terbilang tinggi, namun kualitasnya bisa dijamin selain itu orang yang berbelanja ditoko modis adalah orang-orang yang berduit, apabila bisa belanja ke toko itu sudah bisa membuktikan orang yang berbelanja adalah orang yang berduit dan bisa termasuk kelas atas.
“Untungnya kita sudah dapat izin untuk wawancara dengan pemilik tokonya, kapan lagi kita bisa masuk kesana, kalau cuman untuk belanja disana kita mana mampu”, orang yang berbicara adalah deni teman sekelas ardi, di kampus jurusan manajemen.
“Kita dapat belajar dari pemilik toko bagaimana mereka bisa sukses sejauh ini dengan harga yang selangit, tapi tetap saja produknya selalu jadi buruan para anak muda konglomerat, siapa tahu kita juga bisa sukses seperti mereka hahaha” kata amel yang merupakan teman satu kelompok dengan ardi, kelompok ini beranggotakan 4 orang, dimana ada Deni sebagai ketua kelompok, ada ardi, hasbi dan amel satu-satunya perempuan dikelompok ini,
Dari ke empat orang ini hanya amel yang mempunyai kedudukan cukup lumayan, orang tuanya memiliki perusahaan yang bergerak dibidang garmen sementara deni dan hasbi orangtuanya hanya pegawai biasa, sedangkan ardi ayahnya sudah meninggal karena kecelakaan ketika ardi baru berumur 4 tahun, ibu ardi menjadi tulang punggung keluarga, dengan hanya mengandalkan usahanya sebagai penjahit baju.
Singkat cerita mereka berempat berangkat menuju toko modis dengan menggunakan kendaraan mobil milik amel, setelah sampai diparkiran mereka langsung keluar kendaraan, ketika berjalan tiba-tiba deni melihat hasbi kaya orang kaget “kamu kenapa hasbi” kata deni, “aku kayanya melihat seseorang yang aku kenal masuk kedalam mall ini, tapi aku gak yakin kalau itu benar-benar dia, tapi sudahlah jangan dibahas toh itu bukan urusan kita”, kata hasbi, sementara itu ardi tidak memperhatikan karena dia lagi ngobrol sama amel.
Mereka akhirnya masuk kedalam mall dan terus menuju toko modis, sesampainya di toko mereka disambut oleh pelayan dengan ramah, meskipun hanya sebagai pelayan, tapi kerja di toko modis adalah kebanggaan, karena selain memiliki upah yang lumayan, mereka juga sering ketemu dengan anak-anak orang kaya, bahkan tidak jarang mereka diminta kontak oleh para pelanggan hanya untuk sekedar mencari informasi tentang produk-produk di toko modis, meskipun bisa komunikasi, jangan harap bisa komunikasi disaat jam kerja, karena pihak toko melarang keras karyawannya menggunakan alat komunikasi smartphone selama jam kerja, mereka hanya diperbolehkan menggunakan alat komunikasi yang disediakan oleh toko, dan itupun hanya berfungsi untuk internal saja didalam toko.
Singkat cerita mereka berempat dibawa masuk ke ruangan pemilik toko, didalam sudah ada seorang wanita cantik yang berumur sekitar 25 tahun, dengan memakai pakaian yang sangat elegan, ini membuktikan bahwa pemilik toko adalah benar-benar orang yang memahami pashion tingkat atas
“Halo selamat siang bu, perkenalkan kami mahasiswa dari universitas bandung yang mau melakukan wawancara tentang kisah sukses ibu dalam mengelola toko modis, nama saya deni ini teman-teman saya namanya ardi, hasbi dan yang paling cantik adalah amel, terimakasih atas kesediawan ibu yang mau meluangkan waktu untuk wawancara dengan kami” deni mengawali pembicaraan.
Dengan senyumannya yang menawan, wanita cantik ini mempersilahkan kami duduk sambil mengatakan namanya adalah Carla, kebetulan Carla juga ternyata adalah lulusan universitas bandung, dan jurusan manajemen juga kita tidak pernah ketemu karena waktu kita masuk kuliah Carla baru saja lulus dari universitas.
Setelah perkenalan itu, Carla baru menceritakan bagaimana dia membangun toko ini, dari mulai berdiri sampai bisa sukses seperti sekarang,
Namun yang membuat mereka kaget carla tersebut bukan lah pemilik toko ini tapi dia adalah seorang manajer yang dipercaya untuk mengelola toko ini, walaupun mulai dari pendirian sampai sekarang Carla punya andil besar dalam kesuksesan toko ini, sementara pemiliknya Carla tidak bersedia menjelaskannya, karena sang pemilik tidak mau identitasnya di informasikan keluar.
Wawancara akhirnya selesaidan memakan waktu sekitar 2 jam, setelah selesai Carla menawarkan ardi dan teman-temannya untuk berkeliling toko, setelah keluar dari kantor Carla, ardi sebearnya pengen cepet pulang, tapi amel dan deni memaksa untuk keliling dulu toh tidak beli juga tidak jadi masalah, karena sudah di beri izin oleh Carla dan parapelayan juga tidak akan banyak bertanya.
Akhirnya mereka keliling dulu, namun setelah beberapa menit amel terkejut dengan apa yang dilihatnya, dia melihat ada dua orang yang mereka kenal sedang memilih pakaian di toko itu, dan sepertinya mereka sedang berbelanja, yang mengagetkan mereka kedua orang itu adalah linda yang merupakan kekasih ardi, linda masih satu kampus dan satu angkatan dengan ardi, cuman berbeda jurusan karena linda kuliah di jurusan ilmu komunikasi, sementara yang satu orang lagi adalah jefri dia adalah anak salah satu pengusaha sukses dikota bandung meskipun bukan yang terbaik, dan dia juga satu kelas dengan ardi,
satu hal yang perlu dikeahui, jefri terkenal dengan sifatnya yang sombong serta bisa dikatakan playboy, karena dia suka gonta-ganti pacar, dengan uang dia bisa dengan mudah mengaet wanita mana saja yang dia inginkan.
Yang membuat ardi dan temannya heran, mereka mengenal linda sebagai orang yang baik selama 2 tahun ardi pacaran dengan linda tidak terlihat masalah apapun, bahkan banyak yang memuji linda dengan wajahnya yang cantik, sebenarnya dia bisa memiliki pacar yang tampan dan kaya, tapi selama 2 tahun ini dia sangat setia sama ardi walaupun bisa dibilang ardi adalah mahasiswa termiskin dikelasnya bahkan di fakultas ekonomi dan ada kemungkinan juga diseluruh kampus universias Bandung, maka tidak heran ardi memperlakukannya dengan baik dan menjaganya seperti harta karun.
Tapi kejadian hari ini, sangat mengagetkan mereka bahkan ardi sampai merasa ini bukan kenyataan, beda dengan ardi, temannya amel dan hasbi mereka meskipun agak terkejut dengan apa yang mereka lihat secara tiba-tiba, tapi mereka juga dapat memahami dan tidak terlalu kaget, karena bagi mereka hal seperti ini bisa terprediksi dengan melihat kondisi keuangan ardi dan potensi dari linda, mereka bisa meprediksi bahwa kejadian seperti ini bakalan terjadi, hanya saja mereka tidak menyangka akan secepat ini, kejadiannnya terlalu tiba-tiba tanpa ada sesuatu yang mencurigakan terlebih dahulu, bahkan baru hari kemarin mereka melihat ardi dan linda masih bersama-sama dan masih terlihat mesra.
“Ternyata benar itu mereka aku kira tadi aku salah lihat” hasbi tiba-tiba mengatakan itu, rupanya orang yang hasbi lihat ketika diparkiran adalah linda dan jefri, namun hasbi tidak mengatakan siapa-siapanya, karena dia takut tadi hanya salah lihat orang lagian hasbi melihatnya hanya sepintas.
