Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

8. Ulang tahu Hani

Meskipun ardi adalah pemimpinnya, tapi ardi tetap menyerahkan kepengurusan kepada martin, ada beberapa hal yang bisa diputuskan oleh martin, tapi ada juga yang harus diputuskan oleh ardi, ardi hanya menegaskan dia hanya akan memperhatikan sekaligus belajar dalam mengembangkan kemampuannya dalam berbisnis. Setelah beres mendengarkan informasi dari martin ardi pengen melihat-lihat dengan mata kepalanya secara keseluruhan lokasi yang ada di café triodi ini.

Sebenarnya martin ingin mendampinginya agar mudah menjelaskan setiap detilnya, tapi ardi menolaknya karena itu akan menimbulkan kehebohan di karyawannya, ardi ingin melihat-lihat seperti seorang pengunjung aja, setelah mendengarkan keinginan ardi, martin tidak bisa berkata lagi dan hanya bisa membiarkan ardi untuk melihatnya sendiri aja.

Ketika ardi lagi melihat-lihat ada seseorang yang memanggil ardi, ardi langsung menoleh ke samping dan benar saja yang memanggil adalah arman, arman adalah sahabat jefri tapi dia dari jurusan akuntansi dan masih satu kelas dengan novi dan hani.

“ardi ngapain kamu disini? Aku lihat kamu seperti bukan yang mau makan disini” kata arman, “aku lagi ada urusan dengan pengelola café ini, kamu sendiri mau ngapain kesini?” jawab ardi sambil balik nanya ke arman, “aku kesini untuk makan-makan dan merayakan ulang tahun temanku” jawab arman. arman hari ini mau kumpul-kumpul disini adalah untuk kumpul acara kecil-kecilan untuk perayaan ulang tahun temannya, “kamu pergi aja sebentar lagi teman-temanku datang” kata arman.

Ardi juga pengen pergi karena males ketemu arman apalagi arman adalah temannya jefri, ketika ardi ingin pergi untuk meneruskan melihat-lihat ada suara lagi yang menyapa ardi “ardi,,” ternyata yang memanggil adalah hani, hani cukup senang waktu melihat ardi ada di café ini walau bagaimanapun dia suka sama ardi.

Ardi cukup kaget lihat hani ada disini, tapi pas tadi juga ketemu sama arman ardi bisa menarik kesimpulan kalau hari ini ada mahasiswa di kelas akuntansi yang sedang berulang tahun, ketika ardi sedang berfikir kesana ada suara dari novi “ ardi kamu kesini bukan karena ingin makan gratis kan, jangan-jangan kamu mengetahui hari ini hani mengadakan acara ulang tahun, jadi kamu datang kesini”. Sekarang ardi mengerti kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya hani.

“tidak aku hanya kebetulan ada perlu saja sama pengelola café ini, kalian silahkan aja lanjut aku pergi dulu” kata ardi, “kamu jangan pergi ini kan hari ulang tahunku, jadi aku mau kamu ikut merayakan juga, nanti amel juga akan datang kesini” hani mengajak ardi sambil mukanya yang merah.

“gila kamu han ngapain juga ajak dia, mubazir ngasih kado juga engga” cetus novi, “gapapa anggap saja dia datang bersamaku, kalau perlu bayar biar aku yang bayar” terdengar suara seorang wanita yang sambil berjalan menghampiri mereka sambil memegang sebuah bungkusan kado, dan orang itu adalah amel.

Amel adalah satu-satunya wanita yang mau berteman dengan ardi tanpa melihat kondisi keuangan ardi, tentunya selain linda yang merupakan pacar ardi, bahkan amel pun sering menawarkan bantuan ke ardi, tapi selalu ditolak oleh ardi dengan berbagai macam alasan, sebelum insiden di mall amel dan linda cukup dekat, bahkan linda juga sering meminta bantuan amel kalau ada masalah hubungan dengan ardi, linda juga tahu sedekat-dekatnya amel sama ardi tapi hubungan mereka tidak lebih dari teman dekat, dan hal itu yang membuat linda selalu percaya sama amel.

Karena ada ajakan dari hani, dan juga dari amel akhirnya ardi mau mengikuti acara ulang tahun hani, hani memesan tempat semacam ruangan terbuka yang bisa menampung sekitar 40 orang, sebenarnya acara ini hanya dihadiri teman dekat hani saja, begitu sampai ditempat ternyata sudah ada sekitar 20 orang, yang terdiri dari teman sekelas hani dan juga teman kenalan hani.

“kamu ngapain kesini lagi, bukannya tadi mau pergi” orang yang berbicara adalah arman, “aku yang mengajaknya kebetulan tadi ketemu di depan, lagian ardi adalah teman dekatnya amel berarti teman dekat aku juga” balas hani, disamping arman ternyata ada seorang lelaki tampan namanya riko, riko ini adalah temannya arman, dia ternyata naksir sama hani dan dia mau menggunakan kesempatan ini untuk menarik simpati hani.

“man siapa dia ko sampe segitunya hani belain dia” riko berbisik kepada arman sambil ada rasa cemburu di hatinya begitu lihat hani memberla ardi dengan semangat. “oh dia anak jurusan manajemen, kamu ga usah khawatir sama dia dia adalah mahasiswa termiskin di jurusannya, bahkan seluruh kampus, selama kamu bisa memberikan hadiah bagus buat hani kamu pasti menang” mendengar lawannya adalah mahasiswa termiskin riko mendadak tenang.

Setelah itu kemudian teman hani yang lain udah pada berdatangan dan acara pun dimulai, tiba-tiba datang seorang pria yang tak lain adalah manager café yaitu martin, dia menghampiri meja amel dan mengucapkan selamat tahun sambil memberikan kado, “han siapa ini pacar kamu, udah ganteng berwibawa lagi kenalin dong” kata seorang gadis teman sekelas hani, “oh iya kenalin ini namanya martin dia adalah manager di café ini, dan dia adalah sepupu saya” kata hani sambil melirik amel sambil tersenyum.

Sebenarnya udah lama hani ingin menjodohkan amel sama martin toh keduanya juga cantik dan tampan, yang pastinya keduannya juga masih single, dalam hati hani kalau dia bantu amel sama martin mestinya amel juga bakal bantuin dia sama ardi, “aku sudah pesan banyak nih nanti kasih diskon ya sepupuku yang baik” kata amel sambil manja.

“sepupuku tempat ini bukan punya saya, kebetulan saya hanya dipercaya untuk mengelola saja, tapi nanti akan saya usahakan demi sepupuku yang baik ini” kata martin, waktu martin melihat sekeliling dia baru menyadri dalam kelompok itu ternyata ada ardi, seketika dia jadi gak enak kemudian dia pamit kepada hani karena masih ada pekerjaan, sebelum pergi martin melihat ardi dulu dan menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

Karena ardi ada disebelah amel, amel jadi salah tingkah karena dia mengira martin tersenyum dan menganggukan kepalanya adalah kepada dia, ardi kebetulan melihat sepintas amel yang salah tingkah timbul niat untuk menggoda amel; “mel kamu kenapa suka ya sama dia” goda ardi sambil cekikikan, “hus ngawur kamu, aku gak enak aja dilihat seperti tadi” jawab amel, “kalau suka ya embat aja dia tampan juga mapan” ardi terus menggoda amel, “udah diam lihat tuh sesibuk apapun hani dia terus aja berusaha melirik ke arah kamu.

satu persatu teman-teman hani memberikan hadiah ulang tahun, sementara itu ardi minta izin untuk ke toilet dulu, melihat ardi pergi, amel jadi khawatir dia takut ardi merasa gak enak ga ada hadiah, amel juga tahu kondisi ardi seperti apa, jadi dia setelah memberikan hadiah ke hani amel segera menyusul ardi.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel