Episode 4
jam sudah menujukan pukul 12:00 siang . dimana para karyawan berlalu lalang untuk pergi kekantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan .
Della yang sudah ada janji dengan sahabat sahabatnya disebuah cafe favorit ia sering kumpul bersama . Della mengambil tas jinjing nya dan melangkah ke lift . sesampainya di Lobby , Lela melangkah mendahului Della dan membukakan pintu untuk nona mudanya . mobil telah melaju keluar gedung yang menjulang tinggi .
tiba dicafe , Della mencari sahabatnya yang sudah memesan tempat . Della melangkah dan berhenti diruangan privat . namun tiba ia dipintu , ia mendengar sahabatnya yang sedang berbincang mengenai dirinya .
"nanti biar Della aja yang bayar makanan kita ros" ucap Lili sahabat Della yang sering dibantu oleh Della .
"iya benar Li , rugi kita ngeluarin uang iya kan Mey" ucap Rossa .
"jangan begitu , Della kan sahabat kita . kalian kenapa si suka banget morotin Della . inget Della selalu ada buat kita apalagi disaat kita susah" tutur Memey . Memey tidak pernah meminta dibayarin oleh Della . karna ia tak mau persahabatannya rusak karna uang .
"Ck..munafik lo" dengus Rossa dan Lili kompak .
Della yang mendengar dua sahabatnya mengepalkan tangannya . tak terasa air mata jatuh begitu saja . ia tak menyangka dua sahabatnya memanfaatkannya sama seperti Rafi . kecuali Memey yang selalu menolak untuk di traktir . iya Lela sudah tau , namun ia sembunyikan dari nona mudanya . karna Della tak gampang percaya begitu saja .
Della mendobrak pintu sangat kencang , mereka yang didalam dibuat terkejut . Memey yang melihat Della marah , ia sudah tau pasti Della telah mendengar percakapan sahabatnya .
"hebat .. hebat .. kalian berdua aktingnya sangat cantik" Della bertepuk tangan "ternyata didepan gua , kalian baik tapi dibelakang gua lo jahat , hebat banget akting kalian" kekeh Della sinis .
"maksud lo apa Del" tanya Rossa dan Lili . Memey hanya diam dan menjadi pentonton setia .
"Ck..masih nanya . amnesia iya sekarang" sinis Della .
"lu kenapa Del, gua engga ngerti" tanyanya . Rossa dan Lili yang sudah pucat dan gemetar ia takut ATM berjalannya hilang .
"udah gak usah pura pura lagi , gua sayang sama kalian . tapi kalian hanya memanfaatkan harta gua demi kepentingan kalian. gua gak pernah mandang status lo , bahkan gua tulus bersahabatan dengan kalian . gua selalu bantu kalian tanpa pamrih dan makruh . bisa bisanya kalian begini sama gua" Della tersenyum getir .
"terus , kalau lu udah tau mau apa" tantang Lili .
Della yang mendengar ucapan yang terlontar dari Lili tersenyum sinis . "mau gua lu obati rasa sakit gua , tapi tidak gampang bahkan perusahaan bokap kalian bangkrut belum bisa menyembuhkan rasa sakit gua" Della tersenyum sinis .
Sontak wajah mereka berubah menjadi pucat dan gemetar . apa yang diucapkan oleh Della benar adanya . namun Memey yang mendengar ucapan itu hanya santai . ia tak merasa terancam , karna ia sangat menyayangi Della .
"mulai hari ini , Rossa dan Lili bukan sahabat gua" tandas Della .
Della menarik tangan Memey dan keluar dari restoran . Della menaiki mobilnya diikuti oleh Memey . selama perjalanan Memey menenangkan Della agar ia tak berlarut dalam kesedihan .
"Lela kita kerumah Memey" ucap Della . ia Della sudah dekat dengan keluarga Memey . karna keluarga Memey sudah mengagapnya sebagainya saudara begitupun dengan Della .
tiba dirumah Memey , Della keluar dengan mata sembab . mami Memey yang melihat mata Della sembab pun menghampirinya dan membelai rambut panjang Della dengan sangat lembut .
"kamu kenapa nak" tanya mami Memey . yang bernama Alexa Casandra .
"aku hanya sebagai ATM bagi kekasih dan sahabatku mom" ucap Della . ia Della selalu memanggilnya mom . karna Alexa sahabat dari kedua orang tuanya yang tidak pernah konflik .
"jahat sekali mereka nak , biarkan dad Martin yang menghancurkan perusahan mereka" Alexa benar benar marah setelah mendengar ucapan dari Della . walaupun ia bukan mom kandungnya tapi ia sangat menyanginya sejak kecil .
Della sejak kecil , tubuh bersama Memey dan Lea . namun Memey yang harus kuliah diluar negri ia jarang untuk bertemu . namun jarak tak memisahkan sahabatan mereka dari kecil .
"sudah mom , Della sudah hancurkan mereka walaupun rasa sakit Della belum sembuh mom..hik..hiks" Della menangis didalam pelukan Alexa . Alexa dan Memey yang sangat menyangi Della ia meneteskan air matanya . apa yang dirasa Della ia rasakan juga .
"sudah jangan menangis , sayang air mata kamu jatuh hanya untuk orang orang bodoh seperti mereka Della . ada mom , dad dan Memey"ucap Alexa .
" siapa yang bodoh mi"tanya seseorang laki laki yang dari belakang . Della , Memey , Alexa dan Lela menoleh ke arah suara tersebut .
pria paruh baya , badannya yang kekar . rahangnya yang tegas . jelas itu Martin Front yang tak lain papi dari Memey .
Martin melangkah menghampiri anak dan istrinya serta Della . Della yang sudah di anggap anak oleh Martin ia mengepalkan tangannya saat melihat mata Della begitu sembab .
"siapa yang melukaimu nak" tanya Martin lembut . Martin sudah beri wasiat agar mejaga Della . Martin pun menyagupinnya , karna ia berhutang budi pada kedua orang tua Della . Martin bisa sukses seperti ini berkat bantuan sahabatnya yang tak lain orang tua Della .
"Rafi , Rossa dan Lili yang menjadikan Della ATM nya pi" ucap Memey . ia tau orangtuanya sangat marah dan peduli pada Della . tapi Memey bersyukur jika orangtuanya sayang kepada Della . Memey tak pernah iri , perhatian dan kepedulian orang tuanya dikasih ke Della .
"hebat sekali dia , sudah bosan hidup rupanya" geram Martin .
Alexa yang mengetahui suaminya emosi , ia pun melangkah dan menenangkan suaminya . setelah tenang semua . mereka berbincang bincang untuk masalah Della .
