Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Episode 3

pagi hari , Della telah siap dengan pakaian kerjanya . walaupun hatinya masih terasa sakit dan sedih . ia tak mau berlarut larut dalam kesedihan ini . Dia berjuang bangkit dalam keterpurukan .

"aku harus bangkit , jika aku terpuruk pria bresengsek itu akan senang . apalagi wanita murahan itu" prolog Della di depan cermin .

setelah semuanya selesai , Della mengambil tas jingjingnya dan memasukan hanphonenya kedalam tas . Della menurunin tangga dengan mengebangkan senyumnya .

Bu Nenti dan Lea yang melihat nona muda nya tersenyum . merasa lega , ternyata nonanya begitu kuat . dalam menghadapi masalah apapun .

"selamat pagi nona muda" sapa Bu Nenti dan Lea .

"selamat pagi Bu , Lea!"

"non , sarapan sudah siap" ucap Bu Nenti sambil membelai rambut Della yang panjang . Bu Nenti selalu membelai rambut Della dengan penuh kasih sayang . Della pun merasa senang diperlakukan seperti ini .

"nanti Della , sarapan diluar saja bu bareng Lea" ucap Della ramah dan sopan .

"yasudah non , hati hati dijalannya jangan lewatkan makan siang dan sarapannya non" ucap Bu Nenti .

Della mengaguk . Della melangkah keluar bersama Lea . tiba dipintu utama , Lea melangkah nendahului Della . Lea membuka kan pintu belakang kemudi , setelah Della masuk . Lea menutup kembali dan memutar ke pintu pengemudi . Lea melajukan mobilnya hingga keluar gerbang mansion dan memecah dijalan Raya .

selama diperjalanan , Della hanya fokus dengan ponselnya . hingga mengeluarkan senyum dan tawa . Lea yang melihat dikaca spion , menyunggingkan senyumnya .

"semoga nona muda , dapat pria yang lebih baik lagi dari brengsek itu" batin Lea .

Della tiba dikantor , Lea membukakan pintu bekalang untuk nona mudanya . setelah nona muda turun , Lea melempar kunci kepada pria yang bertubuh kekar , tegap dan memperlihatkan otot ototnya yang tak lain anak buah Lea .

Della melangkah menuju lift . selama dia melangkah banyak karyawan yang menyapanya dengan tersenyum . tiba di atas , Della memasuki ruangannya .

"Lea , apa jadwal meting hari ini" tanya Della yang masih fokus pada layar tabnya .

"tidak ada non , meting besok hari rabu bersama klien penting dari America , hari kamis non ada meting dengan klien dari jepang , hari juma'at non ada pertemuan dengan Bu Lusi dihotel flour" tutur Lea .

"banyak juga , sungguh lelah" Della merasa lelag mengurus perusahaan saat ia masih berumur 15tahun dibantu alm.orangtua Lea .

"bagaimana lagi non , ini sudah kewajiban nona. yang harus dijalanin non , non tenang saja saya akan siap membantu non hingga saya tak

bernapas!" tutur Lea .

Lea dan Della , sudah seperti kakak dan adik . mereka dari jaman sekolah , kuliah hingga sekarang . mereka selalu berdua seperti perangko sama suratnya .

"hmm..kamu tuh iya , jangan urusin saya terus . kapan kamu cari calon Lea!" ucap Della dengan penuh penekan sedikit .

"saya tidak mau mengenal laki laki non . karna laki laki semua brengsek" ucap Lea .

"ck..terserah kau Lea"

Della kembali melanjutkan pekerjaannya yang terbengkalai kemarin . Della menyibukan diri agar ia lupa dengan penghiatan Rafi kepadanya . Dia sudah menggap sebagai pelajaran hidupnya agar tidak mudah percaya mulut manis laki laki .

***

Ditempat lain , Rafi yang frustasi dengan kebangkrutan yang ia alami . Rafi benar benar tak menyangka peristiwa ini akan terjadi .

Rafi yang bersandar dilantai ruangan kerjanya , dengan pakaian acak acak , rokok ditangan dan kaleng minuman alkohol . semalaman ia tak pulang ke rumahnya . ia bingung sekarang untuk menaikan kembali perusahaannya tanpa modal .

"Della , kamu tidak bisa perlakukan aku kaya gini . aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatimu kembali agar perusahaan ku kembali bangkit" Rafi benar benar tak menyerah akan mendapatkan Cintanya kembali .

Rafi tidak mempunyai orang tua , ia hidup sebatang kara . suatu hari dimana ia bertemu dengan Della saat ditaman . dimana waktu Rafi masih penjual kaki lima . namun tak disangka Rafi yang mendapat cinta dan harta dari Della ia menjadi penghianat .

Rafi yang dulu , kini kembali . yang tidak mempunyai apa apa . bahkan sahabat pun ia sudah tidak mempunyai , mereka menjauhi Rafi bukan karna Rafi miskin . tetapi sahabatnya yang membenci sikap Rafi yang seenaknya mempermainkan seorang wanita .

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel