Episode 5
Della tiba dirumah dengan keadan baik . namun tak dipungkiri , hatinya masih terasa sesak karna penghianatan sahabatnya dan kekasihnya .
Della membuka laci yang ia simpan barang barang kenangannya bersama Rafi dan kedua sahabatnya . Della menatap lekat kenang kenangan tersebut . mungkin sudah waktunya Della merubah hidupnya . jika ia terus memakai kemewahannya , orang orang akan sama menjadikannya ATM .
"Selamat tinggal masa lalu yang pahit" Della membakar semua foto dan barang barang dimasa lalunya .
selesai membakar kenangan itu , Della menghembuskan nafas panjang . Della benar benar lega , telah melenyapkan kenangan yang membuat ia sakit hati .
mungkin ini bagian rencana tuhan , agar dia tak bersatu dengan pria brengsek dimuka bumi ini . Della merasa bersyukur , dibalik musibah yang ia alami . dia tahu bahwa didunia tak banyak orang menyukai dirinya .
****
pagi ini , Della sudah siap dengan setelan blezer kerjanya . dia mengambil tas jinjing dan melangkah keluar menuju dapur .
sesampainya didapur , Della disambut dengan Bu Nenti dan Lela .
"Selamat pagi nona muda" sapa Bu Nenti dan Lela .
"Selamat pagi" jawab Della ramah .
Della sarapan dengan hati yang masih sesak . namun ia berusaha untuk bangkit , ia tak boleh rapuh dengan musibah yang ia alami .
selesai sarapan , Della berangkat kekantor . sepanjang jalan , Dia hanya menatap lurus ke arah jalanan yang dipenuhi kendaraan karyawan yang hendak bekerja .
tiba dikantor , Della memasuki lobby banyak karyawan yang menyapa dengan ramah , ia balik sapa dengan tersenyum .
tiba diruangannya , Della mendaratkan bokongnya dikursi kebesarannya . dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya .
"mulai hidup baru , semangat Del" Della menyemangatin dirinya sendiri .
"non , nanti ada meting dari klien jepang direstoran bar-bar" ucap Lela .
"jam berapa Le" tanya Della yang fokus kelayar laptopnya .
"jam 12:00 siang non" ucap Lela .
Della mengaguk . setelah itu ia kembali fokus dengan layar laptopnya , pekerjaan yang sudah beberapa hari ini menumpuk . walaupun ia yang memiliki perusahaan , namun tak segampang itu ia abaikan pekerjaannya .
***
ditempat lain , Rafi dan kedua sahabat Della sedang berbincang -bincang disebuah caffe pinggiran kota .
"jadi gimana ini , apa kalian gak bisa bantu gua buat balikan sama Della" tanya Rafi yang sudah pusing memikirkan caranya .
"mana mungkin fi , sedangkan Della sudah benci sama kita ." ucap Rossa yang di agugikin oleh Lili .
Rafi mengusap wajahnya kasar . ia sudah tak tau harus bagaimana lagi . namun tiba tiba pikiran kotor terbesit di otak Rafi .
"gua punya rencana tapi kalian mau bantu" tanya Rafi .
"apa" tanya Rossa dan Lili .
"gua pengen lu ajak Della kehotel , nanti gua yang kesana . gua bakal ambil kesucian dia , kalau sudah direbut sama gua . dia gak akan ninggalin gua gitu aja gimana" tutur Rafi
"tapi gimana cara ngebujuk dia nya" ucap Rossa , Lili hanya mengaguk .
"lo bilang mau minta ketemu untuk terakhir kalinya gimana" ucap Rafi .
"oke , gua setuju dengan ide lu" ucap Rossa dan Lili .
Rafi meyakinin dirinya bahwa rencana akan berhasil . dia juga sudah bersiap untuk membujuk Della supaya mau balikan , tapi jika Della tidak mau ia terpaksa untuk merebut kesucian Della .
Rafi , Rossa dan Lili . terus berbincang dan tertawa apa yang ia rencanakan harus berhasil . jika berhasil perusahaan kedua orangtuanya akan bangkit kembali .
