Episode 13
Della tiba dikontrakannya , ia merembahkan tubuhnya disofa ruanga TV . hari ini Della merasa lelah ditambah dengan klien yang tidak sopan santun , Della tidak menyukai sikap Albert tadi .
Della beranjak berdiri dan melangkah menuju kamar mandi , ia melakukan rutinitas mandinya . badannya yang terasa lengket dan pegel pegel membuat dirinya bingunh , dikamar mandi tidak ada bath up untuk merendam . selesai dengan rutinitasnya , Della mengeringkan rambutnya dan memakai piyama tidurnya . tiba tiba ponselnya terdengar , ia melangkah dan melihat layar ponsel yang bertuliskan nama Lela .
"Hallo ada Le" tanya Della sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk
"Albert sudah musnah non , perusahaannya bangkrut" ucap Lela disebrang sana .
"biarkan dia merasakan susah , jika ia sudah tak seperti itu kembalikan lagi perusahaan Le" ucap Della .
"iya non , saya tau nona tidak pernah sejahat itu . nona hanya memberi peringatan saja" ucap Lela .
"yasudah , aku mau istirahat iya sudah malam" ucap Della .
"iya non , selamat malam non" ucap Lela .
telfon pun berakhir , Della meletakan kembali ponsel di meja samping ranjang . ia merebahkan tubuhnya diranjang tak butuh waktu lama ia pun tertidur .
Ditempat lain , Daven dan Hans yang mendengar perusahaan Albert bangkrut merasa terkejut . ulah siapa ini , kenapa secepat itu perusahaan Albert bangkrut .
"Hans , merasa aneh tidak!! kenapa perusahaan Albert bangkrut dalam sekejap" tanya Daven . ia dibuat bingung dengan perlakuan santainya Della dan mendengar perusahaan Albert bangkrut .
"saya juga merasa aneh tuan , saya juga mencari informasi non Della seperti ada yang menutupi identitasnya sangat rapat tidak bisa dibobol oleh Daniel tuan" tutur Hans yang merasa bingung dengan kejadian ini .
"siapa sih sebenarnya gadis itu , aku merasa gadis itu menyimpan sesuatu" Daven memijat pelipisnya yang terasa pusing memikirkan Della yang berbeda dengan wanita lain .
"apa kita minta bantuan sama geng black white tuan" tanya Hans yang agak sedikir ragu .
Daven memiliki geng blak white , geng yang terkenal kejam dan haus darah . namun semua orang tak menyangka Daven ketua anggota geng tersebut . yang mereka tau Daven presedir dikantor papinya . geng black white berisi anggota 5orang termasuk Daven sebagai ketuannya . masing masing memiliki bidang yang berbeda beda , namun Daven yang terkenal dingin ia mulai bicara setelah bertemu dengan Della yang membuat dirinya penasaran .
geng black white , anggotanya yang beranama Daniel sebagai hacker ia selalu bisa membobol identitas siapapun termasuk merusak perusahaan orang lain jatuh bangkrut . Michel terkenal pria yang haus darah , ia selalu memangsa koruptor perusahaan dimana pun sebelum mendapat mangsanya Michel tak akan menyerah . Rendi yang terkenal ramah ia memiliki sifat pycopth yang selalu menyiksa tawanannya baru menyerah mati sendiri . Raka yang terkenal diam , ia penembak ahli yang tak pernah kalah dengan lawannya . Daven memiliki pycopth dan penembak ahli seperti yang lainnya .
"yasudah , kita ke bascamp sekarang" Daven beranjak berdiri dan melangkah keluar dari bar diikuti oleh Hans dibelakang .
tiba di bascamp , Daven melangkah menuju ruangan dimana sahabatnya sudah menunggu kedatangannya .
"ada bro malam malam gini suruh kita ke bascamp" tanya Daniel .
"gua pengen lu cari identitas Della seketaris baru gue Niel" ucapnya Daven sambil menyesap alkohol .
"emang ada apa" tanya Daniel penasaran .
"lu cari dulu , nanti gua ceritain" ucap Daven cepat .
Daniel mengaguk , ia segera mencari informasi Della . namun berjam berjam ia lewati hasilnya tetap nihil , Daniel menghela nafas panjang nya .
"hasilnya nihil bro" ucap Daniel .
"gua yakin Della bukan orang sembarangan , Daniel mana pernah samapi tidak bisa dapat informasi itu" timpal Rendi .
"iya gua juga yakin begitu Dav" ucap Raka .
"emang kenapa sih cari identitas tuh gadis" tanya Michel .
"jadi gini ceritanya , tadi siang gua ketemu sama klien dari korea namanya Albert yang terkenal sombong dan genit pada perempuan , Della kan penampilannya culun berkulit hitam . ia dihina oleh Albert , Della yang merasa terhina ia melawan Albert dengan ancaman perusahaan tidak akan ada yang mau bekerja sama dengan dirinya jika kelakuaannya seperti itu , hingga Albert mengancam Della membunuhnya . tapi dalam sekejap perusahaan Albert bangkrut bro" tutur Daven .
sontak mereka terkejut , gadis yang ia tahu cupu berkulit hitam . bahkan ia dulunya penjual bunga , benar dibuat kejut dengan gadis cupu .
"tapi apa Della panik di ancam Albert" tanya Daniel .
"dia santai banget , malah engga ngerasa terancam" ucap Daven datar .
"gua rasa , identitas Della ditutupin dengan orang ahli bro" ucap Raka .
Daven yang tidak mendapat hasil , hanya pasrah . ia pun bergegas pulang kerumah , hari semakin malam . Daven memutuskan ia tak akan mencari tahu kembali tentang Della .
