Episode 14
Della yang disibukan di pagi hari dengan kertas kertas didepannya . ia sibuk mengerjakan laporan kantor dan mencatat agenda presedir , namun Della yang disibukan tak merasa ada yang memperhatikannya dari luar ruangan .
Daven yang baru tiba dikantor , berhenti didepan ruangan Della . ia memperhatikan Della dari atas hingga bawah , entah apa yang dirasakan Daven sampai ia memperhatikan Della .
dia terlihat santai dan fokus dengan pekerjaannya benar wanita yang bikin aku penasaran.batin Daven
Daven melangkah masuk keruangannya , ia duduk di kursi kebesarannya dan menatap ruangan Della .
"aku kenapa penasaran dengan gadis itu Hans" tanya Daven yang fokus menatap Della .
"saya rasa penasaran anda hanya dengan identitas aslinya non Della saja tuan" ucap Hans
saat Daven ingin menanggapi ucapan Hans namun terpotong saat suara ketukan pintu yang berulang kali terdengar . Hans membukakan pintu dan masuklah Della .
"Selamat pagi tuan , saya hanya ingin menyampaikan bahwa nanti jam 11 siang ada meting dengan klien dari america" ucap Della yang fokus memandang buku agendanya .
"ada meting apa lagi?" tanya Daven yang menatap Della dengan intens .
"jadwal tidak padat tuan , hanya meting jam 11 saja" ucap Della
"baiklah" jawab Daven cepat .
Della pun keluar dengan perasaan gugup , ia tahu kalo Daven menatapnya dengan intens . tapi Della pura pura tak tau bahkan ia menutupi kegugupannya saat didepan Daven .
"huh , bisa pulang cepat" prolog Della yang masih menatap layar komputer .
tak lama datanglah , seorang gadis cantik bertubuh sexy tinggi dan mulus . ia memasuki ruangan Della , Della pun mengulas senyum .
"Selamat pagi menjelang siang non , ada yang bisa saya bantu" tanya Della sopan
"apa tuan Daven ada diruangannya" tanya wanita itu .
"maaf non dengan siapa" tanya Della
"saya calon istrinya , apa tuan ada didalam . jangan banyak bertanya saya males liat muka kamu yang cupu" ucap wanita itu ketus .
"silakan non , tuan ada didalam" ucap Della dingin
wanita itu pun melangkah menuju ruangannya , dengan berjalan legak legok dada yang sedikit menonjol dan tubuh yang mulus terlihat sempurna .
"Selamat pagi sayang" ucap wanita itu dengan tebar pesona .
"ada apa kamu kesini ?ha" tanya Daven Datar
"jangan begitu dong , kita kan bentar lagi nikah" ucapnya .
"gak sudi aku nikah dengan gadis yang sudah tidak menjaga kesuciannya" tungkas Daven .
"kamu jangan sok jual mahal , kamu juga pengen mencoba kan" wanita itu terus menggoda Daven hingga memainkan kancing Daven . namun ditepis oleh Daven dengan kasar
"Sandra , jangan pernah sentuh saya sampai kapanpun saya tidak sudi menikah dengan anda" teriak Daven
tak lama suara ketukan pun terdengar , Della masuk dan dibuat terkejut melihat Daven yang tengah digoda oleh wanita sexy .
"kalo masuk liat liat dulu dong , mau apa kamu jelek kesini" ketus Sandra .
"saya hanya ingin menyampaikan sebentar lagi jam 11 tuan , saya pergi duluan" ucap Della .
"tunggu Della , kamu jalan bareng saya . Hans tolong urusin perempuan gila ini , biar saya membawa mobil sendiri" ucapnya .
Daven pun meninggalkan Sandra yang menggrutu didalam . Della hanya mengeluarkan aura dingin nya saat melihat adegan itu , ia jadi teringat dengan penghianatan mantan kekasihnya .
sepanjang perjalanan , Della hanya diam menatap luar jendela . Della ingin rasanya memusnahkan laki laki atau perempuan yang gatel .
tiba di restoran , Daven melangkah diikuti Della dibelakang . Della hanya menunduk menutupi kegugupannya bersma lawan jenisnya .
"selamat siang Tuan Ken" sapa Daven menujulurkan tangannya .
"Siang Tuan Daven , silakan duduk" Ken menjabat uluran tangan Daven begitu pun Della menjambat tangan Ken .
"bisa kita mulai sekarang tuan" tanya Della sopan .
"Silakan Non Della" ucap Ken datar .
Della memulai presentasinya , Daven menatap Della tidak berkedip sama sekali . Kendrick yang merasa kagum dengan presentasi Della ia puas dan tidak salah pilih untuk bekerja sama .
"saya sangat puas dengan presentasi anda Nona" puji Kendrick pada Della .
"terima kasih tuan" Ucap Della sopan .
"baiklah , saya akan terima kerja sama saya . saya juga tidak bisa lama harus menghadiri klien saya yang lain" ucap Kendrick .
"iya tuan , terima kasih atas kepercayaannya pada perusahaan kami" ucap Della senyum .
"baiklah saya pamit duluan tuan Daven , nona Della" Kendrick melangkah keluar restoran .
Didalam ruangan privat hanya tinggal Della dan Daven , Daven menatap Della dengan intens . Della yang ditatap seperti itu semakin gugup dibuatnya . akhirnya Della memberanikan diri untuk membuka obrolan .
"apa tuan mau makan siang dulu disini" tanya Della tersenyum .
"iya , tapi kamu temenin saya" ucap Daven tanpa mengalihkan tatapan nya .
"hmm..tapi tuan , nanti Calon istri anda marah" tanya Della ragu
"dia bukan Calon istri saya , sekarang kamu cepet makan" ucap Daven yang tidak bisa dibantah oleh siapapun .
Della dan Daven , menyatap makanan yang sudah disajikan oleh pelayan restor . selama makan tidak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka masing-masing , namun mata Daven terus menatap Della dengan penuh kecurigaan .
"Della apa saya boleh tanya" tanya Daven yang sudah selesai makan siangnya .
Della mengulas senyum"Boleh tuan , apa yang mau tuan tanyakan"ucap Della cepat , sambil memberaskan sendoknya dipiring .
"apa kamu tidak mempunyai sahabat atau kekasih" tanya Daven .
"mana ada tuan yang mau dengan Cupu berkulit hitam ditambah Miskin" ucap Della ditambah dengan penekanannya disetiap kata .
"Hmm..memang kamu Cupu dan miskin tapi kecerdasan kamu membuat saya merasa kamu tuh tidak ada kekurangan" ucap Daven . entah setan apa yang merasuki Daven yang terkenal dingin berubah menjadi banyak bicara dan sangat lembut .
"setiap manusia pasti ada kekurangannya tuan , tapi kekurangan kita ditutupin dengan kelebihan kita" tutur Della .
"iya iya , apa kamu suka olahraga" tanya Daven
"suka tuan , ada apa" jawab Della datar
"hari minggu kita lari pagi bersama ditaman xxx saya tunggu jam 7 pagi" ucap Daven langsung beranjak berdiri meninggalkan Della yang masih mematung .
Della yang tersadar dengan keterkejutannya , langsung verdiri dan melangkah keluar menghampiri Daven . ternyata Daven sudah ada didalam mobil dengan asik memainkan ponselnya , Della pun masuk dengan wajah ditekuk .
selama perjalanan , mereka hanya berdiam tanpa ada yang memulai berbicara . Della yang sedang berperang dengan hatinya merasa gugup berdekatan dengan Daven . Daven yang sedang berperang dengan pikiran banyak bermunculan pertanyaan tentang Della .
