Episode 12
Della telah tiba dikantor , dengan setelan blezer celana panjang dan tak ketinggalan penampilannya yanh cupu berkulit hitam .
Della memeriksa berkas untuk presentasi nanti , ia fokus dengan kertas didepannya . tanpa mengeluh dan bosan , karna ia sudah biasa menghadapin kertas kertas ini .
tak lama Daven dan Hans datang , Daven berhenti dan menoleh keruangan Della yang menampakan Della sedang fokus dengan kertas kertas . Daven kembali melangkah diikuti dengan Hans dibelakang .
"Hans , dia gadis yang dingin yang pernah saya temui" ucap Daven
"iya tuan , dulu banyak sekali seketaris tebar pesona kepada tuan . tapi Non Della berbeda dari gadis lain tuan" tutur Hans yang fokus dengan layar laptopnya begitupun Daven .
"hmm ,, tapi kenapa dia hitam banget iya Hans" Daven menatap keruangan Della .
"mungkin keturunan dari orang tuanya tuan" ucap Hans Asal .
mereka kembali fokus dengan pekerjaannya masing masing , tanpa ada obrolan lagi . ruangan pun seketika menjadi hening , namun keheningan tak berlangsung lama . seseorang diluar mengetuk pintu Hans berdiri dan membukakan pintu .
pintu terbuka , membuat mata Della membulat saat melihat pria yang duduk disana . Della melihat ke atas bertulisan Presedir , Della menutup mulutnya dan menoleh kembali kedepan .
"maaf tuan , saya hanya mau sampaikan jam makan siang nanti kita ada meting dengan klien dari korea" Della yang gugup pun menutupi kegugupannya didepan Daven dan Hans .
"iya , dimana tempatnya" tanya Daven tanpa melihat lawan bicaranya .
"di hotel xxx tuan" ucap Della"saya permisi tuan" Della pun meninggalkan ruangan Daven dengan terlihat tenang . namun hatinya yang merasa was was harus menyeibanginya agar tak ketauan .
"aduh sikapa ku semalam tak sopan , ternyata dia presedir disini" Della menggerutu sambil memakan cemilan yang ia bawa .
Della pun melanjutkan kembali pekerjaan , dengan hati agak sedkit tenang . beberapa kali ia melihat jam , sebentar lagi waktu jam makan siang . Della bersiap siap dan membereskan berkas yang harus ia bawa , karna hotelnya tak jauh dari kantor ia berniat untuk berjalan kaki saja .
tiba jam makan siang , Della melangkah keluar dan menunggu Daven keluar dari ruangannya . tak lama Daven dan Hans pun keluar .
"maaf tuan saya duluan" Della menunduk hormat dan meninggalkan Daven dan Hans yang baru saja keluar .
Daven tak memperdulikan Della , yang terpenting baginya Della menjalankan tugasnya dengan baik sebagai seketaris dikantor dirinya .
Della tiba di hotel dengan bercucuran air diwajahnya , Della melangkah menuju toilet dan membersihkan air diwajahnya .
selesai mengelap keringat , Della melangkah menghampiri kliennya yang dari tadi sudah menunggu . Della melihat Daven dan Hans pun sudah tiba , mereka sedang berbincang bincang dengan kliennya .
"selamat siang tuan Albert , saya Della Melviora seketari Tuan Daven" ucap Della dan menjulurkan tangannya .
Albert melihat Della dari atas sampai bawah , Della yang ditatap hanya santai dan tenang . dia pun menarik kembali tangannya dan duduk dibangku yang agak jauh dari klien dan Tuan Mudanya .
"boleh saya mulai Tuan Albert" ucap Della .
"silakan" jawab Albert tanpa melihat lawan bicaranya .
Albert mendengarkan Della berpresentasi dengan detail , baru kali ini ia bertemu dengan seketaris yang penampilan cupu bekulit hitam tapi kemampuan otaknya tak diragukan .
Della telah selesai dan kembali duduk , ia melihat Albert yang terua menatapnya dengan tatapan jijik . namun Della hanya santai dan membereskan berkas ditangannya .
"maaf Tuan Daven , apa tidak ada sketaris yang sexy cantik dan pintar" ucap Albert sambil melirik Della sinis .
"maaf tuan , penampilan saya memang cupu . apa semua orang memandang fisiknya aja tanpa tahu kebenarannya" ucap Della dingin"maaf Tuan bukan saya tidak sopan , tapi saya disini bekerja dengan kecerdasan saya bukan karna tubuh saya sexy atau wajah saya cantik , anda mencari nafkah untuk keluarga anda atau hanya untuk mencari wanita diluaran"tungkas Della .
"anda kalau bicara yang sopan , saya disini klien bos anda . apa anda sudah bosan hidup" Albert mengangkat tangan hendak menampar Della , namun Della lebih cepat menangkap tangan Albert .
"anda atas hak apa ingin menampar saya , alm.kedua orang tua saya tidak pernah kasar dengan saya . anda hanya orang luar berani menampar saya , inget Tuan anda pasti mempunyai anak yang masih remaja . jika anak perempuan anda diperlakukan seperti ini apa anda terima" Della menghempaskan tangan Albert dengan kasar .
Daven dan Hans hanya melihat tanpa mengeluarkan kata kata , ia begitu terkejut melihat sikap Della yang dingin dan seram .
"maaf Tuan Daven , jika anda tidak suka saya bersikap kasar silakan pecat saya" ucap Della santai.
"tolong duduk kembali , Tuan Albert yang terhomat jika anda ingin bekerja sama dengan saya tolong jaga ucapan anda . gadis yang anda bilang cupu itu seketaris saya yang cerdas" tutur Daven dengan sedikit penekanan .
"saya tidak sudi bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki sketaris tidak mempunyai sopan santun" bentak Albert sinis .
"Silakan tuan , tapi inget kata kata saya terakhir . jika anda bersikap seperti ini perusahaan lain tidak akan menerima anda yang ada anda akan mengalami kebanglrutan" ucap Della .
Daven terkejut mendengar ucapan Della , apa yang dikatannya memang benar . Hans hanya menatap Della dengan tatapan tak bisa dibaca .
Albert pun meninggalkan hotel dengan wajah ditekuk , Della yang melihat Albert pergi hanya tersenyum tipis tak terlihat dengan siapapun .
"maaf tuan , karna saya jadi berantakan" ucap Della hormat .
"ini bukan salah kamu , kamu telah melakukan tindakan yang benar . karna Albert pria yang sombong dan keranjang" tutur Hans .
"maksudnya tuan , tuan sudah tau" tanya Della .
"saya memang sudah tau kelakuannya , tapi belum ada yang berani melawannya" tutur Daven datar .
"kenapa tidak berani" tanya Della
"karna Albert bisa melakukan apapun yang ia inginkan" jawab Daven
"apa yang bisa Albert lakukan tuan" tanya Della serius .
"dia akan membunuh orang orang yang melawannya" jawab Hans .
"ohhh , seperti itu . yasudah tuan saya pamit terima kasih sudah mau mempertahankan saya diperusahaan anda" ucap Della santai dan meninggalkan hotel tersebut .
Daven dan Hans saling pandang , ia baru mendengar seorang wanita dengan santai berbicara seperti itu . membuat Daven dan Hans dibuat curiga , apa yang disembunyikan oleh Della .
"Hans , cari informasi tentang Della" perintah Daven .
mereka pun meninggalkan hotel dengan banyak tanda tanya kepada Della , gadis mana yang santai kalau dibilang musuhnya pembunuh . tapi gadis ini berbeda tak seperti gadis lain yang panik dan heboh , ini hanya santai tanpa takut sedikit pun .
