Episode 11
Tiba jam pulang , Della bergegas meninggalkan kantor tanpa menunggu Ceo keluar . jika menunggu keluarnya pasti lama banget , Della melangkah menuju lobby .
sampai di lobby , banyak karyawan yang meninggalkan kantor dengan wajah senang . dikejauhan Della melihat wanita tadi sedang berkumpul dengan teman teman sekantornya . Della melanhkah melewati kumpulan wanita yang tidak berfaedah baginya , ia hanya sibuk memasangkan earphonnya ditelinga dan menyetl musik .
"hei cupu jangan kecantikan lu , muka gak ada bentuk..haha" teriakan wanita tadi tak kedengaran oleh Della , namun terdengar oleh Hans yang ada dilobby .
Hans mentap tajam wanita didepannya , sontak mereka yang ditatap gugup dan berubah menjadi pucat karna ketakutan dengan tatapan Hans . mereka semua pergi meninggalkan kantor saat Hans telah melajukan mobilnya keluar gedung kantor .
Della menaiki bus dan bersantai di kusri pojok depan . Della melihat sekeliling jalanan yang sangat ramai dengan pejalan kaki dan kendaraan karyawan lain .
Della tiba dikontrakan mini , ia langsung memebrsihkan dirinya yang terasa lengket . tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk rutinitas mandinya . selesai mandi , Della duduk disofa depan TV sambil menghidupkan ponselnya yang mewah . karna Della kekantor memakai ponsel yang murah , jika yang mahal semua orang akan curiga kepadanya .
Setelah ponselnya hidup , banyak sekali pesan masuk dan panggilan tak terjawab . Della membuka pesannya satu persatu dan membalasnya . namun 3 pesan yang tak ia balas , yaitu dari Rafi , Rossa dan Lili .
"untuk apa mereka kirim pesan ke aku" prolog Della .
Della pun menelfon Lela yang sedari tadi menelfonnya . tak lama panggilan pun terhubung.
"halo Le ada apa" tanya Della .
"tidak apa-apa non , saya hanya khawatir saja non kenapa napa" ucap Lela disebarang sana .
"saya baik baik aja , gimana perusahan lancar tidak ada kemdala" tanya Della .
"lancar non , tidak akan ada kendala selagi kita bersama sama mengerjakannya" ucap Lela .
"yasudah , saya mau ke supermarket dulu iya Le saya tutup telfonnya salam buat Bu Nenti Le" ucapnya Della .
"iya non hati-hati dijalan" Lela dan Della memutuskan panggilannya .
Della melangkah keluar dengan berjalan kaki ke supermarket . jalanan yang masih sangat ramai anak anak remaja dan pasangan suami istri yang yang membawa anaknya .
Tiba disepermarket , Della mencari barang yang ia perlukan . Della memasukan bahan bahan kue kedalam keranjang , Della selalu membuat kue kering atau kue basah saat ada waktu luang . selesai mengambil barang yang dibutuhkan , Della melangkah ke kasir untuk membayar . namun saat ia sedang antri tak sengaja matanya melihat seorang pria yang menolongnya tadi , Della tak memperdulikan ia pun bayar kekasir dan melangkah keluar dari market .
Della hanya melewati pria tadi tanpa sapaan atau senyum , ia tak mau berurusan dengan orang orang yang tak menerima dirinya dengan penampilan cupu .
Daven dan Hans hanya melirik Della tanpa mengeluarkan seoatah kata . Daven memainkan ponselnya kembali dirasa Della sudah tidak ada .
dasar wanita tak tau terima kasih.batin Daven .
Tak lama wanita paruh baya keluar dengan sejumlah kantomg belanjaan . Daven dan Hans membantunya dan menaruh di bagasi .
"mami banyak sekali belanjanya" dengus Daven
"buat satu bulan nak" ucap mami . yang bernama Loli pramasyah .
"kenapa tidak menyuruh maid saja mi" tanya Daven yang menatap lurus kedepan .
Hans yang mendengar perdebatan ibu dan anak hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya . Hans fokus terus menatap jalan raya yang mulai sepi kendaraan dan penjalan kaki .
"lebih enak mami sendiri , kalau menyuruh seseorang kadang suka lupa" ucap Loli mami Daven
Daven hanya manggut-manggut . tidak ada obrolan apapun lagi didalam mobil , hanya terdengar mesin mobil .
**
Della tiba dikontrakan , ia menata belanjaan nya di lemari makanan . Della orang yang sangat rapi dan bersih , ia tak mau sedikitpun berantakan atau tak bersih .
selesai menata , Della duduk selonjoran sambil menonton TV ditemanin secangkir kopi dan cemilan yang ia beli dimarket tadi .
"pria itu lagi , apa dia ngikutin aku gitu" prolog Della . ia tak mau berdekatan dengan lawan jenisnya , lebih baik ia menghindar dari lawan jenis dari pada harus merasakan sakit hati kembali .
