Episode 10
Jam makan siang tiba , Della bergegas melangkah ke Caffe mentari . dimana para karyawan kantor makan siang di Caffe Mentari , dihari pertama kerja . Della merasa lelah begitu banyak tumpukan tumpkan berkas yang belum terselesaikan ditambah laporan yang belum lengkap .
tiba di Caffe , Della duduk dibangku kosong pojok . sengaja ia duduk dibangku yang pojok agar tidak dengar gibahan tentang dirinya sebagai gadis cupu dan miskin .
Della memesan makanan , sambil menunggu pesanan datang . Della melihat sosial media dirinya , banyak berita tentang mantan sahabatnya yang dihina karna jatuh miskin . ada berita tentang Rafi mantan kekasihnya yang jatuh miskin karna orang ketiga . berita yang memuaskan bagi Della .
pesanan Della pun sampai , dia langsung menyatap dengan tenang tanpa gangguan siapapun . sambil melihat sekeliling Caffe yang nampak ramai dengan karyawan kantor , ada yang cerita sambil makan . ada yang dandan sambil ngegibah , semua orang berbeda tidak akan sama .
selesai makan , Della membayar makanan ke kasir . namun saat Della melangkah meningglkan Caffe seseorang menariknya sangat kencang , Della menoleh dan menghenryitkan dahinya .
"maaf ada apa" tanya Della
"hei cupu , mana ada cupu dan miskin kaya lo bisa cerdas .. haha" ucap seorang wanita yang tak Della kenali .
"emang ada yang salah kalau penampilan saya begini , emang kalau penampilan saya jelek tidak boleh cerdas ha? dari pada wajah cantik tapi otak dangkal" ucap Della
"apa lu bilang , otak kita gak ada dangkal . kita semua pinter buktinya bisa kerja disini" Ucap Wanita itu
"ohhh pinter iya , kalau pinter kenapa suka gibahin orang . komentarin penampilan orang ha? kalau pinter pasti tau sopan dan santun" ucap Della tegas .
"gua harus sopan santun sama lu .. wow amazing , engga sudi gua" wanita itu ingin menyiram air yang dibotol namun tertahan oleh seseorang dibelakang . yang tak lain Daven .
"ada apa ini ribut ribut" teriak Daven yang merasa pusing melihat wanita .
"tidak ada masalah pa maaf saya pamit" ucap Della , namun Della berbalik kembali menatap tajam wanita itu " satu lagi , kalian semua disekolahkan agar pintar dan memiliki pekerjaan yang layak . bukan untuk ngegibahin seseorang , kalian gibahin saya sama aja kalian buka aib diri kalian sendiri . banggakan kedua orang tua kalian selagi masih hidup jangan kecewakan dia , pengorbanan mereka dari lahir hingga sekarang mengurua kalian . terima kasih pa sudah membantu saya , saya pamit selamat siang semuanya"Della meninggalkan Daven dan wanita tadi yang sedang mematung . dia tak tau bahwa Daven adalah Ceo , karna ia belum sempat melihat Ceo disini .
Daven menatap wanita didepan dengan tajam dan aura dingin yang terpancar .
"kalian disini untuk bekerja bukan untuk ribut , jika saya dengar keributan lagi . kalian saya pecat semua" Teriak Daven . sontak semua bubar dengan berlari secepat kilat , mereka tak mau dipecat dari perusahaan ini .
Daven melangkah keruangan privat bersama Hans tangan kanannya . Daven memegang pelipisinya tak sakit , ia melamun dan memikirkan kata kata seketaris barunya .
"Hans , gadis tadi sangat bijak sekali dalam bicara" tanya Daven yang menatap lurus .
"iya tuan , kata katanya nusuk kehati tuan" ucap Hans .
"lebay kamu mah Hans , udah kita makan yuk" ucap Daven .
Hans dan Daven , jika sedang berdua ia tak mengeluarkan aura dinginnya . kadang mereka cerita ceruta kadang tertawa , namun jika sudah kawasan didalm kantor mereka semua memasang kembali wajah dingin dan datarnya .
Della duduk selonjoran sambil meminum teh hangat , ia selalu begini jika dalam emosi harus direda dengan teh hangat manis dan selonjoran .
"wanita gila , menguras tenaga ku saja" prolog Della sambil menikmati teh hangatnya ditambah biskuit .
Della kalau sudah emosi , perutnya harus cepat diisi . karna energinya sudah berkurang , contoh dihari ini . Della sangat lapar habis beradu mulut dengan wanita yang tak ia kenal di Caffe baru saja Della mengisi perut sudah terkuras semua karna wanita tadi .
Emosinya sudah reda , Della melanjutkan kembali pekerjaannya dengan hati sedikit tenang dan perut sedikit kenyang . Della fokus dengan layar laptop tanpa menghiraukan apapun , ia tak akan terganggu dengan diluaran sana .
