Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Episode 9

Pagi hari , Della trlah siap untuk berngkat kerja . dengan tampilan yang berbeda dan statusbyang berbeda .

Della berangkat menggunakan transportasi umum , yang tak lain bus . untuk pertama kalinya dia menaikan bus yang banyak penumpang . didalam bus bercampur aduk aroma parfum dan keringat . namun Della tahan dengan aroma yang merusak nafas nya .

Tiba digedung yang menjulang tinggi , mewah dan sejuk untuk dilihat . Vicktor Group , dimana Della harus menyamar sebagai orang biasa dan cupu . Della berjalan dan sampai dilobby , Della mengulas senyum pada wanita cantik yang tak lain repsionis .

"pagi mba , saya Della Melviora . saya datang kesini untuk mengikuti tes" ucapnya

"oke tunggu sebentar" Della menunggu repsionis menelfon seseorang yang tak lain HRD .

"silakan mba naik kelantai 25 , anda sudah ditunggu" ucapnya .

"terima kasih" Della melangkah memasuki lift menuju lantai yang ditunjukannya .

Lift terbuka dilantai 20 ..

Della melangkah menuju ruangan HRD , tiba didepan ruangan Della terlebih dahulu mengetuk pintu .

"masuk" ucap seorang wanita .

Della melangkah masuk dan melihat sekeliling tampak 2 orang laki laki dan 2 orang perempuan .

Della mengulas senyum"selamat pagi bu , saya Della Melviora yang akan mengikuti tes"ucapnya Della menunduk hormat .

"silakan duduk , kamu datang paling pertama kita lakukan tesnya" ucap seorang wanita .

Della duduk dikursi yang ditunjuk seorang wanita .

"silakan kamu kerjakan laporan ini jika waktu 5menit kamu bisa mengerjakannya kamu diterima sebagai seketaris tuan muda" ucapnya sambil menyodorkan buku laporan yang harus ia kerjakan .

"kasih saya waktu 3menit bu" ucap Della .

mereka terkejut , apa yang diucapkan Della tadi . ia meminta waktu 3menit untuk menyelesaikan laporan sebanyak ini . mereka saling pandang dan mengangguk .

Della mengejarkan tesnya , dengan cekatan . tangan yang mengetik dilaptop begitu cepat , Della terus fokus tanpa memperdulikan pandangan orang lain terhadapnya .

3menit Della selesai menyelesaikan tugasnya , ternyata hanya laporan seperti ini bagi Della gampang . ditambah ada tulisan yang tidak boleh dicetak untuk laporan , Della sudah biasa mengerjakan semuanya .

Della menyodorkan laptop yang telah selesai ia buat laporan pada HRD .

mereka terkejut , melihat hasil tes Della yang begi cepat dan sangat bagus .

"hasil nya bagus , apa sebelumnya kamu pernah bekerja di perusahaan lain" tanyanya .

"saya belum pernah bekerja , pengalaman saya hanya penjual bunga" ucap Della .

mereka saling pandang , tak menyangka Della seorang penjual bunga bisa secerdas ini .

"apa kamu yakin" mereka merasa tak yakin kalau Della penjual bunga .

"saya yakin , ada apa bu dengan laporan yang saya buat kalau saya hanya sebagai penjual bunga . apa ibu kurang yakin" Della tersenyum .

"baiklah saya percaya , apa saya boleh mengetesmu kembali" tanyanya . ia ingin meyakinkan hati .

"baik bu , apa yang harus saya coba" tanya Della .

"susun materi ini menjadi grafik , materi ini sudah 20tahun gimana caranya agar mempersatukan materi ini menjadi menarik" ucapnya sambil menyodorkan berkas berkas lama dan baru .

Della membuka beberapa lembar dan menatap wanita didepannya dengan tersenyum .

"kasih waktu saya 3menit bu" ucap Della .

Della mengerjakan apa yang diperintahkannya , materi ini ia gunakan sewaktu perusahaan sedang kesulitan . Della begitu cekatan dan membuka lembaran demi lembaran .

3menit selesai menyelesaikan materinya yang disusun grafik dan menjadi menarik , Della tersenyum dan menyodorkan laptopnya kembali .

"baiklah , kamu sangat cerdas dan cekatan . selamat kamu diterima sebagai seketaris tuan muda" ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Della .

"terima kasih bu" Della menjabat tangannya dan tersenyum .

"panggil saya Bu Lusi , mari saya antar keruangan kamu" Della dan Bu Lusi beranjak berdiri dan melangkah menuju ruangan Della .

tiba diruangan , Della masuk dan melihat ruangannya yang begitu sejuk dan indah .

"ini ruangan kamu , sebelah ruangan kamu itu ruangan presider atau tuan muda" ucapnya .

"baik bu , terima kasih telah menerima saya diperusahaan ini" Della tersenyum .

"hari ini kamu bisa mulai bekerja nanti saya akan kesini lagi" ucap Bu Lusi .

Bu Lusi meninggalkan Della , ia memasuki ruangannya dan mengambil beberapa tes yang sudah dilakukan Della .

Bu Lusi melangkah keruangan presedir terlebih dahulu ia mengetuk pintu . tak lama pintu pun terbuka .

"pagi tuan , saya kesini untuk menyerahkan tes seketaris tuan yang baru" ucapnya Lusi .

"coba kamu liat fi" Ucapnya .

Rafi tangan kanan Daven yang sudah bekerja puluhan tahun . Rafi pria yang dingin dan kejam , Daven presedir diperusahaan milik orang tuanya .

Daven orang terkaya no.1 seasia , Daven yang sangat dingin dengan wanita segingga ia tak memiliki kekasih sampai saat ini .

Rafi mengecek laporan yang dibuat seketaris baru , Mata Rafi membulat dengan sempurna .

"tuan , ini bener benar memuaskan" ucap Rafi sambil menyodorkan laporan kepada Daven .

Daven membaca lapran yang diberikan Rafi , selesai membaca Daven menatap Bu Lusi yang tengah berdiri didepannya .

"saya juga tak menyangka tuan , wanita itu sangat cerdas . tapi dia bilang pengalamannya hanya sebagai penjual bunga" tutur Bu Lusi .

"apa? dia cuman penjual bungan Lusi , ini tidak mungkin Lus" Daven tak percaya , baru kali ini yang melamar sebagai asistennya benar benar cerdas .

"iya tuan , saya juga tadi tidak percaya . dia menyelesaikan laporan ini dalm waktu 3menit tuan" tutur Lusi .

Daven dan Rafi saling pandang , baru kali ini dia menemukan seketaris yang bekerja cepat tanpa membutuh waktu lama . walaupun dulu banyak seketaris Daven tapi mereka tak mampu untuk menyelesaikan nya dalam waktu 3menit .

"boleh saya lihat identitasnya" ucap Daven .

"boleh tuan , sebentar saya ambilkan keruangan saya" Lusi melangkah keluar dan memasuki ruangannya . tiba diruangannya ia mengambil lamaran Della waktu ia melamar .

"ini tuan surat lamarannya" Lusi menyodorkan lamaran Della .

Daven membaca dan membuka lembar demi lembar lamaran Della . namun saat ia melihat berhenti di foto yang Della pasang .

"dia wanita cupu dan miskin , tapi dia lulusan universitas america Lus" tutur Daven .

"iya tuan , saya juga tak menyangka . mungkin karna dia cerdas mendapatkan beasiswa" tutur Lusi .

"baiklah , biarkan ia bekerja dengan baik . kamu boleh keluar" ucap Daven .

Lusi langsung keluar dan menuju ruangannya . ia sangat terkejut dengan Della . Della gadis culun dan miskin otak nya melebihi seketaris yang dulu bekerja disini .

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel