Bab 8
RAJA TIDAK INGIN ANAKNYA MENGGANTIKAN POSISINYA?
Klarifikasi dari raja cukup mengagetkan sehingga membuat para tamu shock dan mulai membuat kericuhan kecil. Suara bisikan-bisikan kecil mulai terdengar menjadi besar.
"Begitu juga dengan anak-anak saya yg sekarang sudah bertunangan dan ada beberapa yg sudah menikah, tidak ingin menggantikan posisi saya sebagai raja. Alasannya adalah karena mereka merasa belum mempunyai tanggung jawab yg besar untuk menanggung beban kerajaan. Saya menghargainya." Lanjut raja.
"Maka dari itu, saya telah memilih seorang calon penerus saya. Dia satu darah-daging dengan saya, namun berbeda garis. Dia adalah seseorang yg berperawakan bagus dan berwatak baik. Serta kepintarannya yg membuat orang-orang berdecak kagum . Dia adalah sumber kemakmuran dari kerajaan Edinburgh." Sambungnya dan raja kemudian memberikan jeda dari pengumumannya. Semua orang penasaran siapakah calon penerus raja Edinburgh ini.
"Kalau tidak salah, pasti Duke yg katanya Duke termuda itu."
"Apakah benar seorang Duke akan melanjutkan posisinya?"
"Bagaimana tampang calon penerus rajanya ya? Jadi tidak sabar."
"Aku harap karena Duke yg dikatakan Duke termuda itu akan memiliki paras yg ganteng."
Bisikan serta gossip menyeruak seiring dengan keributan kecil yg sedang terjadi sekarang. Bagaimana tidak? Biasanya dalam tradisi disini, anak-anak dari raja Edinburgh selalu berhasil menggantikan posisi dan hak waris sebagai raja sejati di Edinburgh. Namun kali ini, posisi tersebut akan diberikan kepada orang yg bukan merupakan anaknya. Apalagi ada desas-desus bahwa orang tersebut merupakan seorang Duke.
Seorang pangeran bisa menjadi raja, dan juga bisa mendapatkan gelar Duke, sedangkan seorang Duke tidak akan bisa menjadi seorang pangeran, namun seorang Duke dapat menjadi seorang Raja.
"Namun saat ini keberadaannya tidak diketahui. Ia dikabarkan telah kabur dari rumah." Hal selanjutnya yg dilontarkan oleh raja kali ini mengundang tawa dari seluruh hadirin. Ada-ada saja calon penerus raja.
"Jadi, saya akan mengumumkan siapa calon penerusku 2 minggu kedepan dan tempatnya disini, di Holyrood Palace."
Setelah pengumuman dari raja, ada beberapa tamu yg sudah minggat serta pulang, dan ada juga beberapa tamu yg masih ingin menetap untuk menikmati minuman dan makanannya, serta pesta yg kini masih berlanjut. Kent dan keluarganya kemudian berpamitan untuk pulang, menyisakan Isabelle yg tiba-tiba ingin meminum wine.
"Isabelle, jangan aneh-aneh disini, okay? Take care of yourself. Kalau ada yg ingin melakukan sesuatu kepadamu, langsung teriak saja." Nasihat Kent.
"Iya, iya. Aku mengerti. Sekarang pulang." Balas Isabelle sedikit mengusirnya.
"Sorry, malam ini aku tidak bisa menemanimu. Papa mempunyai klien penting yg akan ditemuinya malam ini. Good Night, Isabelle." Pamitnya kemudian meninggalkan jejak kecupan di punggung tangan Isabelle. Isabelle pun tersenyum dan melambai-lambai kepada Kent sebagai tanda perpisahan.
Setelah bayangan Kent sudah tidak terlihat lagi, Isabelle memutuskan untuk pergi ke lantai atas, dimana biasanya lebih sepi dan tenang. Dan disana juga ada balkon. Isabelle kemudian menaiki tangganya kemudian sampailah ke tujuan. Yg dicarinya pertama adalah balkon. Isabelle berjalan menuju balkon yg lumayan lebar itu dan berdiri didepan. Pemandangan Edinburgh pada malam hari tidak kalah jauh dari pemandangannya di siang hari.
"Namamu Isabelle?" Sebuah suara tiba-tiba datang dari arah belakang Isabelle. Isabelle pun menoleh ke arah suara tersebut.
Terlihat dua orang cewek berpakaian mewah dengan riasan yg sedikit menor sedang berdiri di dekat Isabelle. Kelihatannya mereka seumuran, namun Isabelle tidak yakin. Ekspresi wajah mereka sedikit jutek dan terlihat meremehkan. Mereka kemudian menatap diri Isabelle dari atas sampai bawah.
"Yes, I am. Ada apa ya?" Tanyanya dengan sopan.
"Berarti kamu tunangan Josh, bukan?" Tanya salah satu cewek tersebut yg memiliki riasan yg lumayan sangat menor. Warna leher dan wajahnya tidak matching warnanya.
"Iya, betul."
"Hooh, rupanya ini tunangan Josh, yg kecelakaan kemarin." Ucap salah satu cewek sambil membisik ke temannya.
"Tunggu, kalian tau mengenai kecelakaan tersebut?" Tanya Isabelle dengan penasaran. Mana tau dia akan mendapatkan petunjuk dari pembicaraan yg sedang berlangsung ini.
"Apa yg kamu katakan? Tentu saja tidak. Kita juga tidak mengetahui apapun tentang kamu." Ucap mereka sambil tertawa.
"Jadi.. maksud dan inti dari pembicaraan ini apa?" Balasnya balik. Isabelle tidak suka mendengar cara mereka berbicara yg sedikit sombong dan angkuh.
"Well, banyak yg menggosip bahwa tunangan Josh ini tampangnya seperti bidadari yg turun dari langit dan namanya adalah Isabelle Rawlinson, dari keluarga Margaritta." Jawab mereka kemudian Isabelle menantikan kalimat selanjutnya.
"Dan?"
"Dan ternyata, kamu tidak seperti yg digossipkan para orang-orang sih, sayangnya. Kamu hanya.. bagaimana cara bilangnya? Terlihat membosankan. Sambungnya kemudian.
"Apa maksud dari perkataan tersebut?" Tanyanya dengan nada sedikit marah. Kini dirinya menjadi sedikit kesal.
"Kita adalah fans Prince Josh dari dulu, ketika kita mengetahui bahwa dia sudah bertunangan, kita sangat kecewa. Jadi, aku ada pesan untukmu." Balasnya kemudian memberikan jeda sebentar.
"Jangan menyakitinya. Kita adalah saudara jauh dari raja, jadi engga usah menyombong kamu adalah tunangan dari Prince Josh. Dan, jangan suka tebar pesona. Apalagi tadi kami melihat Prince Kent yg berdansa denganmu. Mau berapa cowok yg ingin kamu gaet?" Tukasnya menantang.
"Tolong, ya. Prince Kent yg pertama kali menawarkan sebuah dansa kepadaku. Aku juga sudah punya tunangan, untuk apa aku macam-macam? Don't act like you know a thing about me." Balas Isabelle tak kalah tajam, membuat cewek tersebut di depannya diam terkaku.
"A-awas aja kamu! Suatu hari nanti lihatlah, nanti Josh yg akan memutusimu." Ucap cewek tersebut sebagai kata terakhirnya kemudian pergi meninggalkan Isabelle.
Untuk melepaskan kekesalannya, Isabelle kembali meminum wine-nya kemudian kembali ke balkonnya. Nyatanya, bintang dan bulan yg menghiasi langit pada malam ini seakan-akan membuat beban kita semua hilang. Isabelle masih meneguk beberapa wine sehingga ia tidak sadar bahwa ia sekarang sudah mabuk.
Bagaimana tidak? Sudah 5 gelas yg ia habiskan malam ini. Meskipun pada kehidupan aslinya ia tidak pernah mengonsumsi alkohol apalagi wine, namun setelah ia meminumnya, ternyata dirinya lumayan kuat juga untuk meneguk sampai beberapa gelas.
"Mmh, aku ingat jelas pemandangan ini." Ucapnya pelan sambil nyengir tak jelas. Kemudian Isabelle menunjuk dengan telunjuknya kepada bintang tersebut di langit.
"Waktu itu kenapa kau tidak menolongku!?" Teriaknya dengan tubuh sempoyongannya. Kandungan alkohol dalam minumannya membuat Isabelle menjadi lebih mabuk. Kemudian ia merebahkan tubuhnya diatas balkon karena merasa kakinya lelah menopang tubuhnya.
Dengan kepala menghadap kebawah, hiasan rambut yg dipakai pembantunya itu terlepas dan mengakibatkan hiasannya jatuh di semak-semak tanaman yg terletak dibawah balkon. "Aduh.. jatuh pula." Isabelle berusaha mengambil hiasannya itu yg jaraknya lebih kurang 8 jengkal dibawah.
Ia terus berusaha meraih untuk mengambil perhiasan tersebut karena sayang kalau hilang.
Tangannya tidak mampu menggapai hiasannya itu, sampai lantai licin tersebut membuat Isabelle tergelincir dan..
"AHHH!!" Teriak Isabelle saat dirinya tergelincir dari lantai tersebut di balkon.
Brukk.
