Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 3

NEK, AKU SUDAH PULANG.

Cucumu sudah pulang nek.

Nenek pasti bangga sama Maddy karena Maddy telah menyelamatkan nyawa seseorang.

Nenek bangga kan?

Maddy sudah tumbuh dewasa loh nek.

Batin Maddy semakin menjadi karena semua mendadak gelap.

Yang Maddy ingat adalah, ia terjatuh ke jurang.

Yang Maddy ingat adalah, tangannya yg ingin meraih pembatas jalan tersebut,

Yang Maddy ingat adalah, rintikan hujan yang perlahan membasahi wajahnya.

Yang Maddy ingat adalah, kedinginan yg amat hebat menguasai tubuhnya di tengah kegelapan.

Yang Maddy ingat adalah, dirinya mencium bau tanah seperti besi bercampur air yang menjadi tempat destinasi terakhir dalam hidupnya.

Namun, Maddy tidak ingat dia berakhir di kasur yg empuk, lembut, dan harum. Bagaimana bisa dia berakhir disini? Apakah dia sudah bangun dan sekarang tertidur dirumah sakit mewah? Apakah dirinya selamat dari maut? Apakah dirinya telah siuman setelah koma 2 tahun? Atau bahkan 5 tahun? Skenario macam apa ini?

Maddy kemudian merasakan sesuatu yg menusuk matanya, amat menusuk. Kilauan cahaya lampu seakan-akan menyuruhnya mau tak mau harus membuka matanya. Hal pertama yang Maddy lihat setelah berkedip-kedip mencoba untuk membuka matanya adalah tempat perapian klasik berwarna cokelat mabel dengan api unggun yg menyala, dan perabotan unik lainnya yg bahkan Maddy belum pernah lihat sebelumnya..?

Yang Maddy lihat selanjutnya adalah 4 tiang disetiap sisi tempat tidur yg menjulang tinggi, kemudian dihiasi tirai sutra yg halus berwarna merah muda. Dan ia tersadari, bahwa kamar ini sedikit aneh, sedikit bercorak tema klasik pada zaman eropa dulu. Dan kamar ini juga didominasi warna emas, hanya beberapa yang berwarna putih dan merah muda. Ada pula jendela besar berukuran 4-5 meter tingginya, yang hampir menampakkan sepertiga pemandangan diluar.

Sebenarnya tempat apaan ini?

Dirinya ingin keluar dari tempat aneh ini. Sesaat setelah dilanda kebingungan, Maddy berpikir sejenak dan memutar kembali memori di benaknya kembali ke beberapa saat yg lalu, saat dirinya mengalami kecelakaan saat hendak menyelamatkan seorang nenek-nenek.

Maddy sedang bersiap-siap untuk berkompetisi, sebelum dirinya pergi ke tempat kompetisi, dia ingin membeli kopi dari supermarket dekat rumahnya terlebih dahulu. Setelah membelinya, ia kemudian berjalan kembali menuju rumahnya melewati jurang yg agak dalam. Saat berjalan, waktu itu tiba-tiba hujan turun dengan deras, kalau tidak salah. Kemudian di pinggir jalan, terlihat seorang nenek-nenek yg ingin menyeberangi jalannya.

Maddy yg melihatnya otomatis langsung pergi menolong nenek tersebut untuk menyeberangi jalan. Tiba-tiba sebuah truk datang entah dari mana dan hampir menabrak nenek tersebut. Dengan sigap, Maddy mendorong nenek tersebut untuk menghindari truk tersebut. Namun nasib sial, ternyata Maddy yg menggantikan ajal nenek tersebut.

Jadi sekarang gue lagi di surga atau gimana? Batinnya dengan bingung.

Sekujur badannya lumayan kaku, tidak bisa digerakkan untuk sementara. Namun setelah menggeliat perlahan-lahan, tubuhnya bisa digerakkan sedikit demi sedikit. Selain dari rasa kaku di sekujur tubuhnya, Maddy juga merasakan sakit yg menjadi di bagian kepalanya. Mungkin karena mendadak bangun dikarenakan shock.

Tiba-tiba, Suara gagang pintu berputar pun terdengar. Suara itu berasal dari arah jam 9. Orang yg muncul dari balik pintu adalah seorang.. Maddy tidak yakin orang tersebut adalah pembantu, pelayan, atau pemain drama.. karena bajunya yg sangat tidak familiar. Yang pastinya orang tersebut adalah wanita, yang sedang mengambil baskom berisi air dan kain kecil. Ia juga memakai gaun bernuansa merah muda berhias renda-renda disetiap ujung gaunnya. Wanita itu juga memakai sebuah topi besar seperti.. bantal, Maddy tidak yakin. Yang pastinya apa yang ia pakai terlihat seperti orang pada zaman kerajaan dulu.

Wait, this make sense. Ruang ini.. wanita tersebut.. jangan-jangan aku.. ditempatkan diruang VIP? Siapa yg masukkin gue di tempat yg mewah ini? Batinnya dengan terheran-heran.

Mata wanita tersebut terbelalak ketika ia melihat Maddy. Ia menjatuhkan baskom tadi yg dibawanya kemudian menumpahkan seluruh isinya, dan berlari keluar secepat kilat. Maddy melihatnya keheranan dan aneh. Tunggu, ini semua aneh.

Beberapa detik kemudian, muncullah seorang kakek-kakek yang memakai jas panjang berwarna hitam, dengan dalaman yang bercorak garis-garis hitam putih, dasi kupu-kupu berwarna merah, beserta celana sependek lutut yang seperti.. jogger? Kemudian kaus kaki panjang halus berwarna putih dan yang terakhir, sepatu kulit hitam yang mengkilat. Kakek itu berjalan perlahan menuju Maddy yg sedang terbaring lemah di tempat tidur. Dengan stetoskop yg terurai di lehernya, kakek tersebut memeriksa maddy dengan alat tersebut.

Maddy tidak bisa mencerna apapun saat ini. Yang pertama, kamar aneh ini, dia tidak tahu dia berada dimana sekarang. Kedua, pria dan wanita tersebut berpakaian aneh. Tunggu, ini semua memang aneh!

"A bheil thu a 'dùsgadh, a' bhana-phrionnsa?" Tanya kakek tersebut yg di asumsi Maddy merupakan seorang dokter.

Translate: "Apakah anda sudah bangun, tuan putri?"

Maddy mengerutkan keningnya ketika kakek tersebut berbicara kepadanya. Bahasa apaan yang ia ucapkan sekarang? Ia tidak mengerti sama sekali!

"tha seo dona. tha coltas gur e amnesia a th 'innte."

Translate: "Ini buruk. Sepertinya dia amnesia."

"amnesia? tha e do-dhèanta! an mìos a dh'fhalbh chan eil thu ag ràdh sin.."

Translate: "Amnesia? Tidak mungkin! Bulan lalu anda tidak mengatakan seperti itu.."

Kedua pria dan wanita tersebut terlihat seperti beradu mulut. Maddy tidak tau sama sekali apa yg mereka bicarakan. Ingin rasanya Maddy keluar dari lingkaran kebingungan ini. Lambat laun, apa yg mereka bicarakan sekarang berubah menjadi bahasa yg Maddy mengerti, bahasa inggris!

Kemudian, wanita tersebut melihat kearah Maddy. Sinar dari jendela yang menampakkan wajah wanita tersebut menjadi jelas. Wanita itu sepertinya berumur 40an, dan tubuhnya sedikit berisi, dan tinggi badannya pendek. Matanya berwarna biru gelap, dan rambutnya berwarna pirang kecokelatan. Sebenarnya siapa dia?

"Tuan putri! Apakah anda mengingat saya?" Tanya wanita itu.

Tuan putri? Aku kan hanya seorang murid? Kok pangkatku menjadi 'putri'?

"I.. ini dimana? Aku siapa..?" Tanyanya tergagap. Maddy tau identitas dia sekarang, tapi kalau dia memberitahukannya bahwa dia adalah gadis yg berasal dari Amerika, dia takut semuanya menjadi kebingungan, termasuk Maddy. Maka sebelum ia memberitahukannya, Maddy ingin mengonfirmasi terlebih dahulu, siapa orang-orang aneh ini.

Wanita itu menghela nafas berat. "Sudah kuduga ini bakalan terjadi."

"Saya adalah seorang pelayan di keluarga ini, tuan putri. Saya sudah mengabdi kepada keluarga ini selama hampir 20 tahun. Yang disampingku adalah seorang dokter yang mengecek kondisimu setiap minggunya."

Kondisiku? Emang kenapa rupanya?

"5 bulan yg lalu, tuan putri tertimpa kecelakaan yg membuat tuan putri koma selama 5 bulan. Apakah tuan putri ingat tempat ini?" Maddy menggelengkan kepalanya.

Koma? Aku? 5 bulan?

"K..kompetisinya bagaimana??" Tanya Maddy, karena barusan ia mengingat soal kompetisinya.

"Nampaknya tuan putri jadi ngelantur dan juga tidak ingat dengan tempat ini. Saat ini, tuan putri sedang berada di Edinburgh, Scotland. Nama tuan putri adalah Isabelle Rawlinson Margaretta, anda adalah seorang Princess."

APAA?!

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel