Episode 4
Hari sabtu seperti yang sudah di janjikan Raka,bunda dan ayahnya pergi ke bandung untuk menjemput Alea,Alea juga sudah siap siap dan dia juga sudah mempacking semua barang yang dia butuhkan.
"Pa.." Ucap Alea kepada papanya,saat ini papanya sedang bersantai di halaman belakang rumah.
"Ya sayang.." Jawab papanya sambil menengok ke arah Alea.
"Lea mau ke makam mama dulu,,apa boleh.." Jawab Alea.
"Nanti aja ya sayang,,sekalian sama suami kamu.." Ucap papanya sambil tersenyum kepada Alea,Aleapun mengangguk tanda menyetujui ucapan papanya.
"Duduk sini sayang.." Lanjut papanya dia menepuk bangku di sampingnya.
Aleapun berjalan meuju papanya dan duduk di samping cinta pertamanya itu,seorang ayah yang bener bener menjadi cinta pertama bagi Alea,bahkan dia rasanya nggak ingin meninggalkan dan mencintai laki laki lain lagi,selain sosok laki laki yang kini memeluknya.Laki laki yang selalu lembut saat berbicara dengannya,laki laki yang selalu menuruti kemauannya bahkan tanpa Alea minta,papanya akan paham dengan apa yang Alea inginkan,laki laki yang selalu berusaha jadi figur cinta pertama yang sempurna baginya.
"Sayang,,kamu adalah ke 3 dalam hidup papa yang papa cintai dengan hebatnya,bahkan posisimu,mamamu,dan nenekmu itu sama di hati papa,,apa kamu tau nak,,papa sangat sangat menyayangi dirimu di banding papa sendiri,,terlebih kini mamamu sudah tiada,,rasanya semua kasih sayang dan rasa cinta papa untukmu kini.." Ucap pak Risky,sambil merangkul pundak anak semata wayangnya itu.
"Nak,,papa hanya berharap jika suamimu pun akan mencintai dirimu sehebat papa mencintai dirimu,,ingat ya nak,,yang namanya rumah tangga itu pasti akan ada ujiannya dalam bentuk apapun itu,,papa hanya berharap sebesar apapun yang menerjang kapal yang Alea tumpangi jangan pernah lompat dari kapal itu,,karena bisa saja hal yang lebih buruk akan terjadi padamu,,apapun ujian yang akan Alea hadapi di depan nanti berjanjilah untuk terus bertahan dengan Raka,,kecuali jika Raka sudah menyakiti pisikmu,,dalam arti dia bermain tangan kepadamu,,jadilah seperti mamamu nak,,dia adalah wanita yang sangat kuat,,dia menemani papa dari nol,,dari papa tidak memiliki apa apa,,sampai papa kini memiliki segalanya dan juga kamu,,tapi mamamu pergi lebih dulu meninggalkan papa,,dia sudah menepati janjinya jika dia akan setia dan selalu mencintai papa sampai akhir hayatnya,,kini tinggal papa yang menepati janji papa terhadapnya,,yaitu mencintai dia hingga akhir hayat papa tanpa menghadirkan orang ke 3.." Lanjut pak Risky lagi.
"Doain Alea,,biar sekuat mama ya pa.." Ucap Alea,dia tersenyum kepada papanya.
"Papa yakin,,anak papa adalah wanita yang sangat kuat,,karena terlahir dari rahim seorang wanita yang juga sangat kuat luar biasa.." Ucap pak Risky,dia memeluk tubuh anaknya,ada rasa sesak di dalam dadanya ketika dia sadar jika Alea kini sudah menjadi istri dari orang lain,dia baru saja kehilangan istrinya,yang mana kini dia juga harus merelakan anaknya di bawa oleh suaminya.
"Siap siap gi,,mandi sana,,nanti suami kamu sampai masak anak papa belum mandi.." Ucap pak Risky.
"Ishh papa.." Ucap Alea,dia cemberut pada papanya.
Alea melangkah meninggalkan papanya sendiri,dia masuk ke dalam kamarnya dan mandi,lalu berganti pakaian dan memakai skincare siangnya,Alea sangat cantik dengan tampilan naturalnya,bukan berarti dia tidak bisa berdandan,dia sangat ahli dalam berdandan hanya saja Alea lebih suka makeup natural.
*****
"Raka,,apa kamu masih menjalin hubungan dengan Karin.." Tanya bunda Riri kepada anaknya.
Pak Hengki menatap anaknya sekilas,karena dia sedang menyetir mobil,dia kaget dengan pertanyaan sang istri.
"Jawab bunda Raka.." Ucap bunda Riri lagi.
"Iya.." Jawab Raka singkat,bahkan kini dia sedang bertukar pesan dengan Karin kekasihnya.
"Bunda nggak mau tau,,kamu sudahi hubungan kalian sebelum Alea mengetahui semuanya.." Ucap bunda Riri.
"Iya.." Jawab Raka lagi.
"Jangan cuma iya iya saja,,lakuin.." Ucap bunda Riri lagi.
"Iya bun.." Ucap Raka,dia sudah nggak bisa menjawab jika bundanya sudah berkomentar,Raka juga sudah sangat nurut ke bundanya.
*****
Sesampainya di bandung,mereka sudah di sambut oleh Alea dan juga pak Risky,Alea yang menggunakan dresa selutut dengan rambut yang di biarkan terurai dia hanya menjepit rambutnya sedikit ke belakang,dan hanya menggunakan makeup natural saja.
Setelah Raka dan juga orang tuanya turun dari mobil,Alea langsung menyalami tangan suaminya dan juga tangan kedua mertuanya.Lalu mereka masuk ke dalam rumah dan Alea membuatkan minum untuk semuanya walaupun masih di bantu oleh bi Mumun,Alea juga membawa beberapa cemilan untuk di nikmati.
"Bagaimana sayang,,apa kamu sudah siap untuk ikut ke jakarta.." Ucap bu Riri kepada Alea,dia sangat menyayangi Alea seperti anak kandungnya sendiri.
"Sudah bun.." Ucap Alea sambil tersenyum simpul kepada ibu mertuanya.
Setelah berbincang bincang,Alea dan Raka pamit untuk ziarah terlebih dahulu ke makam mamanya Alea,di perjalanan menuju pemakaman mereka hanya diam saja,mereka menggunakan sepeda motor ke sana.
"Alea,,aku mau ngomong.." Ucap Raka,setelah mereka selesai berziarah.
"Ngomong apa Ka.." Jawab Alea.
"Nanti di sekolahan di jakarta,,kita mengaku sebagai sepupu ya.." Ucap Raka.
"Iya.." Jawab Alea.
"Apa kamu mau main dulu.." Lanjut Alea tanya kepada Raka.
"Boleh.." Jawab Raka.
Akhirnya mereka mengendarai sepeda motornya ke alun alun kota bandung,untuk sekedar membeli jajanan.
"Alea.." Ucap seseorang menyapanya.
"Andre.." Ucap Alea,dia sedikit kaget karena harus bertemu dengan teman sekolahnya.
"Kamu lagi apa di sini,,katanya kamu akan berangkat ke jakarta.." Ucap Andre dia menghampiri Alea.
"Oh iya nanti sore aku berangkat,,dan sekarang lagi beli jajanan dulu,,tadi habis dari makam mama.." Ucap Alea.
"Alea.." Ucap Raka,yang baru selesai membeli minuman dan kembali ketempat duduknya bersama Alea tadi.
"Eh Raka,kenalin ini Andre temen sekolah aku di sini.." Ucap Alea mengenalkan Andre kepada Raka.
"Raka.." Ucap Raka.
"Andre.." Jawab Andre.
"Dia siapa Lea.." Lanjut Andre tanya kepada Alea.
Alea menatap Raka sejenak.
"Dia sepupuku.." Ucap Alea,karena mereka sudah sepakat untuk menyembunyikan semuanya.
"Oh,,sepupumu.." Ucap Andre dia sedikit lega mendengarnya.
Alea dan Raka kembali ke rumah,mereka sudah di tunggui oleh kedua orang tua mereka untuk segera kembali ke jakarta.
*****
"Raka,,ajak Alea ke kamarmu.." Ucap bunda Riri saat mereka sudah sampai di jakarta,pak Risky papa Alea pun mengantar anak semata wayangnya ke jakarta.
"Tapi bun.." Ucap Raka dan Alea bersamaan.
"Kenapa.." Tanya bunda Riri menatap Alea dan Raka bergantian.
"Apa nggak sebaiknya kami pisah kamar aja dulu bun.." Ucap Alea.
"Emangnya kenapa sayang,,toh kalian sudah menikah.." Ucap bunda Riri.
"Tapi.." Ucap Alea menggantung,dia hanya takut jika harus sekamar dengan Raka,walaupun dia sudah sah menjadi suaminya,tapi tetap aja Alea belum siap jika harus menyerahkan mahkotanya kepada Raka.
"Sudah,,kalian tidur di sana,,kecuali jika ada teman teman Raka ke sini baru kalian pura pura sebagai sepupu lagi.." Ucap bunda Riri.
Akhirnya Alea dan Raka mengalah,Raka membawa Alea ke kamarnya yang ada di lantai dua,kamar yang cukup luas,lebih luas sedikit dari kamar Alea,dengan nuansa putih abu abu cukup terlihat mewah dan elegant.
"Susun bajumu ke dalam lemari di sana.." Ucap Raka,dia menunjuk lemari yang ada di samping lemarinya.
Aleapun mengangguk dan menyusun baju bajunya di sana,dia menatap betapa rapihnya baju baju Raka tersusun rapih disana.
"Ternyata dia cukup rajin.." Batin Alea.
"Ngapain kamu malah bengong di situ.." Tegur Raka.
"Nggak ngapa ngapain.." Jawab Alea,diapun segera menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah selesai menyusun pakaiannya,Aleapun merapikan kopernya dan dia segera turun ke bawah untuk menghindari Raka,dia bergabung dengan papa dan mertuanya di bawah,dia juga melihat lihat sekeliling rumah itu,rumah yang cukup luas dan juga mewah,wajar saja karena ayah Raka seorang yang memiliki usaha batu bara dan bundanya memiliki butik yang cukup besar dan terkenal.
