Pustaka
Bahasa Indonesia

Pernikahan Dini Alea dan Raka

19.0K · Ongoing
sinar bintang
14
Bab
9
View
9.0
Rating

Ringkasan

"Pokoknya kamu nggak boleh dekat dekat dengan Abian.." Ucap Raka kepada Alea. "Lalu bagaimana dengan kamu yang terus dekat bahkan berpacaran dengan Karin.." Ucap Alea,dia kesal pada suaminya.

IstriKehidupan SosialCinta PaksaMenantuPernikahanDewasaRomansa

Episode 1

"Alea,,mama mau ngomong sesuatu sama kamu nak.." Ucap bu Ayu,dia terlihat lemah terbaring dengan selang infusan di tangannya di salah satu rumah sakit terbesar di bandung.

"Ada apa ma.." Jawab Alea,dia menghampiri mamanya dan duduk di samping mamanya dengan air mata yang sudah berlinang,Alea sangat takut kehilangan mamanya.

"Jangan menangis sayang.." Ucap bu Ayu,mengusap lembut air mata yang jatuh di pipi Alea.

"Mama sayang Alea,,Alea sayang mama nggak.." Tanya bu Ayu,dia menatap lembut sang anak.

"Alea sayng mama,,sayang banget ma.." Ucap Alea mengangguk,dia menangis tersedu sedu sambil memeluk tubuh lemah mamanya.

"Alea mau menuruti keinginan mama.." Tanya bu Ayu lagi.

"Iya.." Jawab Alea sambil mengangguk.

"Kamu mau ya menikah sama anak temen mama sama papa.." Ucap bu Ayu kepada anaknya.

Alea yang kaget dengan ucapan sang mama,menatap mamanya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.

"Alea masih sekolah ma,,Lea juga mau nerusin kuliah dulu.." Ucap Alea.

"Sekolah kamu tinggal.beberapa bulan lagi nak,,kamu juga masih bisa nerusin kuliah,sejak kapan kuliah di larang bagi yang sudah berumah tangga.." Ucap bu Ayu.

"Tapi bagaimana sekolah Alea.." Ucap Alea.

"Kamu masih bisa sekolah,kalian bisa merahasiakan hal ini.." Ucap bu Ayu.

"Mama sangat ingin melihat kamu menikah sebelum mama pergi,,kamu tau kan,,kamu anak mama satu satunya sayang.." Lanjut bu Ayu dia menggenggam erat tangan Alea.

"Assalamualaikum.." Ucap pak Risky membuka pintu ruangan istrinya,dia baru saja tiba setelah menjemput sahabatnya dari jakarta.

"Wa'alaikum salam pa.." Ucap Alea dan juga bu Ayu.

"Sayang kenalin,,ini pak Hengki dan juga bu Riri sahabat mama dan papa,,dulu pas kamu kecil,,mereka sering main kr bandung.." Ucap pak Risky kepada Alea.

"Alea.." Ucap Alea menyalami sahabat orang tuanya.

"Nggak nyangka ya udah besar aja cantik lagi.." Ucap bu Riri memuji kecantikan Alea,yang selalu tampil sederhana dan natural.

"Terima kasih.." Ucap Alea sambil tersenyum.

"Yu,,kenapa kamu kok nggak pernah bilang kalau kamu sakit.." Ucap bu Riri,kini sudah duduk di samping tempat tidur bu Ayu sahabatnya sejak sekolah dulu.

"Awalnya aku kira sakit biasa,,setiap berobatpun nggak pernah cek secara detail,,ternyata setelah di cek penyakitku cukup parah.." Ucap bu Ayu tersenyum kepada bu Riri sahabatnya.

"Kamu yang sabar ya,,kamu pasti sembuh.." Ucap bu Riri menggenggam tangan bu Ayu.

"Iya,,kamu semangat yu,,jangan pantang menyerah.." Ucap pak Hengki kepada bu Ayu.

"Terima kasih,,kalian sudah nyempetin mampir kesini.." Ucap bu Ayu kepada dua sahabatnya.

"Kemana Raka.." Tanya bu Ayu lagi,karena sedari tadi dia belum melihat anak dari sahabatnya itu.

"Ada,,dia tadi mampir membeli makan dulu di bawah katanya laper.." Ucap bu Riri.

"Sayang,,kamu jangan banyak gerak dulu.." Ucap pak risky kepada istrinya.

"Nggak apa apa pa,,aku sudah merasa baikan.." Ucap bu Ayu.

Alea melihat orang tuanya beserta sahabatnya berbincang bincang,Alea hanya mendengarkan di sofa yang ada di ruangan itu,dia takut ikut menimbrung kepada orang tuanya.

"Lalu bagaimana rencana kita.." Tanya pak Hengki.

"Harus tetap berjalan dong,,dari mereka kecil kan kita sudah sepakat untuk menjodohkan mereka.." Jawab pak Risky.

"Apa jodohkan,,apa ini orang tua laki laki yang ingin mama kenalkan kepadaku.." Batin Alea.

"Iya bener,,semua harus sesuai dengan rencana kita.." Ucap bu Riri.

"Tapi aku mau mereka menikah sekarang juga.." Ucap bu Ayu.

"Tapi mereka masih sekolah.." Ucap bu Riri.

"Aku merasa umurku sudah tidak lama lagi,,aku mau melihat anak semata wayangku menikah.." Ucap bu Ayu matanya sudah berkaca kaca.

"Sayang,,kamu nggak boleh bicara seperti itu,,kamu pasti sembuh,,aku akan bawa kamu berobat keluar negeri bila perlu.." Ucap pak Risky,dia memeluk tubuh istrinya yang mulai mengurus itu.

Alea melangkah ke toilet karena jujur dia tidak betah mendengar pembicaraan orang tuanya dengan sahabatnya,dia sengaja berlama lama di toilet hanya untuk menenangkan pikiran hatinya,setelah 20 menit akhirnya Alea keluar dari toilet dan semua orang yang ada di ruangan itu menatapnya termasuk Raka yang sudah sedari tadi berada di ruang rawat mamanya Alea.

"Kenapa lama sekali sayang,,apa kamu sakit.." Tanya pak Risky kepada Alea,dia khawatir jika anak gadisnya sakit.

"Nggak pa,,Alea baik baik saja.." Jawab Alea lalu tersenyum,dia berdiri terus di dekat jendela kamar itu,dia bingung harus duduk di mana sedangkan tempat duduk yang kosong hanya di sofa yang di duduki oleh Raka,dia nggak mungkin duduk di sana karena dia merasa canggung,memang waktu kecil mereka sering main bareng tapi tidak semenjak mereka dewasa,mereka tidak pernah bertemu sejak usia mereka 6 tahun.

"Duduk sayang,,kenapa berdiri terus.." Ucap bu Riri kepada Alea.

"Eh,,iya tante nggak apa apa.." Jawab Alea,sebenarnya kakinya pegal ingin duduk.

Karena terpaksa,Aleapun melangkah menuju sofa yang di duduki oleh Raka,dia duduk di samping Raka tentunya dengan jarak dari ujung ke ujung sofa,Raka sibuk dengan hpnya,begitupun Alea dia mengambil hpnya dari dalam tas dan menyibukkan diri dengan berkabar dengan teman temannya.

"Terus bagaimana ini,mau kapan acara pernikahannya di langsungkan.." Tanya pak Hengki.

Alea dan Raka saling berpandangan mendengar kata pernikahan,mereka mengerti kemana arah pembicaraan orang tuanya,karena sudah sering orang tua mereka mengatakan jika mereka sudah di jodohkan sejak kecil.

"Bagaimana jika nanti malam.." Ucap bu Ayu.

"Apa nggak kecepatan Yu,,nggak ada persiapan apapun.." Ucap bu Riri.

"Nggak apa apa,,yang penting sah aja dulu,,masalah baju kan bisa sewa dadakan.." Ucap bu Ayu,walaupun dia terlihat baik baik saja,tapi dia punya pirasat buruk tentang hidupnya.

"Ya suda gimana kamu aja Yu,,kamu bener yang penting mereka sah aja dulu,,toh mereka sudah remaja dan nanti jika mereka sudah cukup,,baru daftar ke KUA biar sah secara agama dan negara.." Ucap bu Riri,dia mengalah kepada sahabatnya berharap jika kemauan sahabatnya di ikuti sahabatnya akan segera sembuh.

"Raka,,Alea,,kalian bersiaplah nanti malam kalian akan menikah.." Ucap pak Hengki kepada Raka dan Alea yang sedari tadi menatap mereka seperti kebingungan.

"Apa ayah,,ini nggak salah,,Raka masih sekolah ayah.." Bantah Raka,dia bingung dengan pikiran orang tuanya,dia mengira jika perjodohan yang selalu mereka bicarakan tidak bener,karena Raka berpikir ini sudah bukan lagi jamannya siti nurbaya.

"Nggak masalah,,itu urusan ayah.." Ucap pak Hengki.

"Pa.." Ucap Alea,dia meminta perlindungan dari papanya,berharap papanya dapat mengerti perasaan dan keinginan Alea.

"Menurutlah sayang demi mama,,lagian sekarang ataupun nanti kalian akan tetap menikah.." Ucap pak Risky kepada anaknya.

Alea hanya diam,dia memang tipe anak yang penurut walaupun dia anak satu satunya,tapi dia selalu nurut dengan perkataan orang tuanya dan dia tidak pernah membantah apapun yang di perintah oleh orang tuanya,karena dia percaya apapun yang di lakukan oleh orang tuanya itu buat kebaikannya.

Sedangkan Raka,dia mendengus kesal kepada orang tuanya,bagaimana mungkin dia yang masih kelas 3 SMA di paksa untuk menikah teman kecilnya anak dari sahabat orang tuanya,Raka sendiri memiliki kekasih di sekolahnya yang bernama Karin,mereka adalah pasangan yang sangat serasi,yang satu tampan dan yang satunya cantik,Raka dan Karin adalah pasangan yang di idam idamkan kaum remaja,mereka selalu romantis dimanapun berada.

"Bagaimana dengan Karin,apa yang harus aku jelaskan kepadanya nanti.." Batin Raka.

Semua persiapan sudah di siapkan,begitupun dengan baju kedua mempelai beserta MUA yang akan merias Alea.Walaupun hanya nikah secara agama,umur mereka belum cukup tapi Alea dan Raka tetap mengenakan baju pengantin,dan Aleapun tetap di rias selayaknya pengantin lainnya.

Alea terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih yang membalut tubuh yang cukup tinggi,Alea gadis bertubuh kecil dengan tinggi badan 158 cm dan berat badan 55 kg,dia memiliki kulit putih bersih,dengan rambut sebahu dan terdapat gingsul di pipinya hingga jika dia tersenyum membuatnya terlihat lebih cantik gingsul dan lesung pipi di pipi sebelah kanannya.

Sedangkan Raka,pria bertubuh tinggi dengan tinggi badan 165 cm dan berat badan 65 kg,berkulit putih dengan style gaya berpakaian dia yang keren,dan dengan prestasi di bidang olahraga basket yang selalu dia dapatkan hingga membuat namanya melambung tinggi di berbagai sekolah di daerah jakarta,selain jago basket,Raka juga di kenal karena ketampanan dan keberaniannya dalam bertawuran antar sekolah,dia juga biasa di juluki ketua genk di kelompok orang orang yang suka bertawuran di sekolahnya,tapi walaupun begitu Raka tetap menjadi murid berprestasi di sekolahnya,baik dalam segi pelajaran maupun pengembangan diri.