Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 10

Alea merasa terusik saat ia merasa ada sebuah tangan yang menyolek-nyolek hidungnya,

"Uuughh, kak Ansel. Menyingkirlah, Ale ingin tidur lebih lama lagi."

Tristan tersenyum miring.

"Kau nyaman huh?"

"Hmm…" hingga akhirnya Alea tersadar, dia membuka matanya lebar-lebar. Menatap wajah Tristan.

"M-maaf.." saat Alea hendak bangun, Tristan justru semakin mempererat pelukannya.

"T-tristan, tolong lepaskan…"

"Cium aku dulu, baru akun akan melepaskan dirimu."

Alea langsung menatap tajam pada Tristan.

"Mesum!!! Cepat lepaskan aku!"

Tristan tak menggubris teriakan Alea, dia langsung membungkam mulutnya dengan bibirnya.

Menggigit bibir bawah Alea, membuat Alea sedikit membuka mulutnya, dengan itu Tristan mempermudah untuk memasukkan lidahnya menyusuri rongga mulut Alea.

Hingga Alea ikut terpancing, dia menahan tengkuk Tristan membuat Tristan melotot. Alea menghisap lidahnya, saling mencecap dan saling bertautan bertukar Saliva.

Hingga Alea kehabisan napas, mereka sama-sama mengambil napas terengah-engah.

Tristan tersenyum miring.

"Kau menikmatinya, babe."

"I-itu, itu tidak sengaja." Ucap Ale berusaha menyangkal dan salah tingkah.

Tristan terkekeh.

"Kau mandilah, babe. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat."

"Kemana?"

"Rahasia, babe."

Alea hanya mengerucutkan bibirnya.

Dia berjalan dengan menghentakkan kakinya menuju kamar mandi.

"Kau semakin membuatku gila, babe. Ingin rasanya aku menanam benih cintaku di dalam rahimmu." Ujar Tristan menyeringai.

***

Mata Alea terbelalak lebar saat mengetahui ternyata ada kissmark di lehernya.

"Sial! Kapan di mencuri kesempatannya."

Saat Alea masih mengenakan bra dan g-string, tanpa sadar seseorang berdiri tepat di belakangnya. Membuat Alea terkejut saat sentuhan hangat dan lembut menyusuri bagian perutnya.

"Kau sengaja menggodaku, babe." Bisik sensual Tristan di telinga Alea.

"T-tidak, aku.. aku hanya sedang mencari pakaianku."

"Hmm, rambutmu sangat wangi dan kau benar-benar sangat menggoda." Alea memejamkan matanya saat tangan Tristan dengan lembut menyusuri lengannya, hingga lehernya.

"Beruntung, sekarang kita harus pergi, babe. Jadi kau aman." Tristan mengecup lembut leher jenjang Alea sebelum pergi meninggalkannya.

Alea terdiam sejenak, merasa seperti terhipnotis oleh setiap sentuhan lembut dari Tristan.

Alea hanya menggigit bibir bawahnya,

"Kenapa aku merasa seperti melayang.."

Lalu dia bergegas memakai dressnya yang telah ia siapkan.

Dia berjalan mendekati meja makan, disana sudah ada Tristan dan Sarah yang menunggu.

Alea tidak berani menatap wajah Tristan, terlalu malu untuknya melihat dan mengingat apa yang telah terjadi di antara mereka berdua.

Tristan tersenyum miring sembari mengunyah roti yang ada di genggaman tangannya.

"Alea, kamu benar-benar sangat cantik. Sangat cocok menjadi calon menantu, mama." Alea hanya menanggapi dengan senyuman, karena perkataan itu sudah menjadi jambalannya setiap hari.

Da mereka memakan sarapan dengan tenang.

***

Di dalam perjalanan menuju suatu tempat, di dalam mobil hanya ada keadaan hening. Tristan memberanikan diri menyentuh paha Alea. Hingga membuat Alea terlonjak kaget.

"T-tristan, jangan begini.."

"Ssst, tidak apa-apa, sayang."

"Ughhhh.." tanpa sadar suara desahan keluar dari mulut Alea. Sonta Alea langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Tristan benar-benar sangat jahil, terus mengusap lembut paha Alea.

"Tristan, jangan gila. Singkirkan tanganmu."

Tristan bukannya melepaskan justru malah semakin menjadi, tangannya berusaha untuk masuk kedalam rok, namun bertepatan dengan itu. Mobil pun telah berhenti.

"Tuan, nona, kita sudah sampai.."

Tristan mendengus kesal, karena suara Tony menghancurkan segalanya.

Alea mengambil napas panjang, merasa lega karena Tony telah menyelamatkan dirinya.

Tristan dan Alea berjalan beriringan memasuki sebuah boutique.

***

Malam ini, Alea tampak sangat cantik dan anggun.

Menggunakan blue satin with gold Payet.

Bahan satin sangat indah untuk dijadikan long dress pesta, sangat cocok di tubuh Alea menggunakan desain yang elegan ini. Dengan sentuhan gold payet pada beberapa sisi, dan belahan hingga paha menampilkan sisi sensual yang anggun. untuk terlihat lebih membentuk lekuk tubuhnya, dan ditambahkan aksesoris ikat pinggang gold metal dengan warna senada.

Strapy shoes warna kulit, anting emas dengan motif simetris bisa memperlengkap penampilan Anda. Seperti masih ada yang kurang? Ah ya, Clutch bag bisa menambah penampilannya menjadi lebih sempurna, dia memilih warna yang senada dengan gaunnya.

Tristan tertegun melihat kecantikan Alea, rambutnya yang di sanggul dan juga ada bentuk mahkota kecil yang mempercantik rambutnya.

Alea menunduk malu, saat melihat Tristan menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Ehem, kau sangat cantik Alea. Kau benar-benar sangat cocok dengan Tristan." Suara Sarah sontak membuyarkan lamunan Tristan.

"Terimakasih, mama." Jawab Alea dengan senyuman.

"Kau sudah siap, babe?"

Alea mengangguk, Tristan menekuk tangannya, mengijinkan Alea untuk memeluk lengannya. Dengan ragu ia pun mengikuti permintaan Tristan.

"Kau benar-benar sangat cantik, malam ini." Bisik Tristan di telinga Alea.

"Hanya malam ini?"

Tristan tersenyum mendengar pertanyaan Alea.

"Tidak, setiap saat kau selalu cantik. Hanya saja, malam ini kau tampak sangat sangat cantik."

Alea tersenyum malu mendengar pujian dari Tristan.

"Kau juga sangat tampan, Tristan."

"Ya, tentu saja. Tidak ada orang yang mengalahkan ketampananku."

Alea terkekeh, mendengar ucapan angkuh Tristan.

Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di tempat acara.

Semua mata tertuju pada Alea dan Tristan.

Semua orang menatap kagum, karena keserasian mereka. Alea melirik Tristan sejenak, pria itu tetap angkuh dan dingin di hadapan semua orang. Berbeda dengan sikapnya pada dirinya, hangat. Entahlah, Alea tidak mengerti mengapa dirinya dibedakan.

"Selamat datang, sayang.." sapa seorang wanita dengan langsung menyingkirkan Alea dari lengan Tristan.

Alea terkejut.

"Bisa kau singkirkan tangan kotormu dari lenganku." Ucap Tristan dingin kepada wanita itu.

"Tristan, kenapa kau sangat dingin padaku. Aku sangat merindukanmu."

"Hentikan sandiwara mu, Belva. Menyingkirlah, sebelum aku mengobrak abrik tempat ini." Terdengar nada ancaman dan tatapan tajam dari Tristan.

Alea hanya terdiam, sedangkan wanita itu berdecak kesal sebelum melirik sinis pada Alea.

"Wanita murahan!!" Ucap Belva pada Alea.

Tristan dengan segera menyengkram lengan Belva dengan kencang.

"Arghhh.." Belva terpekik saat tiba-tiba tangannya ditarik dan d cengkram kuat oleh Tristan.

"Lepaskan, Tristan. Ini sakit!!!" Pinta Belva.

"Beraninya kau mengatakan hal kotor pada calon istriku. Kaulah wanita murahannya, Belva."

Belva menatap tajam pada Tristan.

Lalu terdengar suara tepuk tangan menghampiri mereka.

"Wah..wah..wah.. Tristan. Kau benar-benar membuatku terkejut. Kau datang bersama seorang gadis cantik."

Tristan melepas cengkraman di tangan Belva. Dia berpindah menatap tajam pada laki-laki itu.

Tristan sontak menarik Alea mendekat padanya.

"Kau sangat takut jika aku bisa merebutnya lagi darimu?" Kata laki-laki itu terkekeh.

"Aku takkan biarkan hal itu terjadi. Dan kau, kau memang sangat cocok dengan Belva. Kalian sama-sama memiliki sifat yang sama, pengkhianat!!!" Ucap Tristan dengan senyum miring.

Laki-laki itu hanya tertawa kecil.

"Kau benar, tapi.. gadismu benar-benar sangat menggoda. Ingin rasanya aku mencicipi setiap inci tubuhnya."

"BRENGSEK!!!"

'bughh'

Tristan memukul wajah laki-laki itu.

"Aku akan membunuhmu, Baron. Beraninya kau berkata seperti itu pada calon istriku." Tristan benar-benar marah.

'bugh,'

'bugh'

Tristan kembali menghajar wajah Baron hingga hidungnya berdarah. Sedangkan Baron, dia hanya tertawa dengan hal itu.

Alea dengan cepat memeluk tubuh Tristan, membuat Tristan berhenti, lalu mereka pergi meninggalkan acara itu.

Bersambung...

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel