Bab 8 - Kesalahan Yang Dinikmati
Bab 8
Kesalahan yang dinikmati
Melihat tanda yang tak biasa terdapat di leher Jasmine membuat Ammar bertanya-tanya, tanda apa yang terdapat di leher istrinya.
"Sayang, kenapa di leher kamu banyak merah-merahnya sayang?" tanya Ammar untuk kedua kalinya.
Jasmine pun tidak menyadari sama sekali jika di lehernya memiliki tanda berwarna merah.
"Merah? Memang ada apa yang dengan leher aku?" tanya Jasmine balik.
"Aku nggak tahu, makanya aku tanya dengan kamu sayang," jawab Ammar.
Merasa penasaran dengan pertanyaan dari sang suami membuat Jasmine segera beranjak dari tempat tidurnya.
Jasmine pun memastikan warna merah yang terdapat di lehernya, meskipun saat ini terlihat samar namun masih saja terlihat dengan jelas dalam posisi yang sangat dekat.
Ketika Jasmine berdiri di depan cermin, seketika mata Jasmine membelalak, Jasmine sangat yakin tanda merah ini adalah perbuatan terkutuk dari Adnan.
"Dasar laki-laki br*ngs*k !!!! umpat Jasmine dalam hati.
"Apa yang harus aku katakan dengan Mas Ammar, Oh Tuhan...," lirih Jasmine dalam hati.
"Sayang !!" panggil Ammar.
"Kenapa dengan leher kamu, sayang?" tanya Ammar memastikan.
"Oh yang ini karena aku masuk angin, Mas. Aku lupa pas di Bali kemarin, aku sempat kerokin leher ini," dusta Jasmine.
"Sayang, maafin aku yaa. Aku benar-benar laki-laki cacat yang bisanya menyusahkan kamu saja," ungkap Ammar dengan mata yang berkaca-kaca.
Sebenarnya Jasmine nggak suka dengan sikap Adnan yang lemah seperti ini, sikap yang selalu menyalahkan diri sendiri. Berulangkali Jasmine menegaskan kepada Ammar bahwa dia ikhlas memikul ini semua. Apa yang dilakukannya karena rasa cinta kepada sang suami. Tapi, lagi-lagi Ammar menyalahkan dirinya.
"Stop Mas !! Aku nggak suka dengan sikap kamu yang seperti ini. Aku ingin kamu tetap kuat meskipun dalam kondisi seperti ini. Berhentilah menyalahkan diri kamu sendiri," sahut Jasmine yang saat ini masih berdiri di depan cermin.
Jasmine pun menghampiri sang suami.
"Sebagai pendamping kamu, aku ikhlas Mas. Kita berjuang sama-sama. Aku yakin suatu saat kamu pasti akan sembuh total," papar Jasmine sambil menatap dalam mata sang suami.
"Terima kasih, sayang," jawab Ammar sambil mencium pucuk kepala sang istri.
"Kembali kasih, Mas."
*
Pagi harinya, Jasmine bersiap-siap untuk segera berangkat ke kantor menggunakan taksi online. Namun, pada saat dia baru saja keluar dari rumah sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Jasmine.
Melihat mobil tersebut, dada Jasmine semakin bergemuruh. Jasmine semakin takut, karena yang datang menghampirinya adalah Adnan Javier. Bagaimana Jasmine tidak takut, Jasmine merasa sangat khawatir jika dilihat oleh sang suami jika saat ini dia dihampiri oleh bos nya sendiri.
Dengan penuh percaya diri, Adnan keluar dari mobil mewah miliknya. Dengan penampilan yang sangat tampan Adnan menghampiri wanita pujaannya.
Jasmine semakin takut, kenapa Adnan dengan penuh percaya dirinya menghampiri dirinya saat masih berada di rumah.
"Hai sayang," sapa Adnan dengan seuntai senyum yang membuat Jasmine sangat muak.
"Kenapa Bapak datang ke rumah saya? Saya sangat khawatir jika dilihat dengan suami saya, nanti dia berfikir yang macam-macam tentang kita," ketus Jasmine dengan menekuk wajahnya.
"Justru saya senang jika suami kamu berfikir yang macam-macam tentang kita, karena itu memang keinginan saya," jawab Adnan dengan cuek.
"Buruan masuk mobil, kamu harus berangkat ke kantor bareng saya !! Jika tidak mau, saat ini juga saya akan memperlihatkan video kita kepada suami kamu," ancam Adnan dengan senyum yang mengerikan.
"Bisanya cuma mengancam saja !! umpat Jasmine.
"Iya donk, jika tidak begitu kamu tidak akan pernah mau dekat dengan saya," jawab Adnan.
Dengan terpaksa Jasmine pun segera masuk ke dalam mobil. Pada saat Jasmine masuk ke mobil, Ammar pun melihat Jasmine dari balik jendela.
"Jasmine berangkat dengan siapa itu?"batin Ammar.
*
Sepanjang perjalanan, Adnan terus saja mengoceh tanpa arah. Jasmine pun hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh Adnan. Sadar dengan sikap Jasmine yang cuek, membuat Adnan memiliki rencana untuk mengerjai Jasmine.
Adnan pun memberhentikan mobilnya di depan sebuah minimarket, pada saat itu juga dengan tanpa aba-aba Adnan menarik tengkuk Jasmine dan segera menciumi Jasmine dengan penuh gairah.
Sadar mendapatkan perlakuan seperti itu, membuat Jasmine tidak bisa mengelak. Tanpa Jasmine sadari, Jasmine pun menikmati apa yang dilakukannya bersama Adnan.
Sepersekian menit, Jasmine pun sadar dan dengan gerakan cepat Jasmine segera mendorong tubuh Adnan.
"Hentikan, Pak !!" jerit Jasmine.
"Bukannya tadi kamu menikmatinya? Kenapa harus dihentikan," ucap Adnan dengan seringai yang menyebalkan.
"Bapak menyerang saya secara tiba-tiba, karena itu saya tidak dapat mengelak," balas Jasmine.
"Bohong !! saya bukan pria bodoh yang bisa kamu bodohin, saya tahu jika kamu menikmati apa yang saya perbuat."
Kini, Jasmine hanya diam seribu bahasa. Jasmine sudah tidak dapat menyangkal ucapan dari Adnan. Jasmine pun merasa bahwa dia benar-benar menikmatinya.
*
Jasmine dan Adnan pun telah tiba di kantor, ketika mereka memasuki gedung perkantoran dan jalan beriringan membuat beberapa pasang mata bertanya-tanya. Karena nggak biasanya Jasmine akan sedekat ini dengan seorang pria. Jika hendak meeting di luar atau apapun itu Jasmine lebih sering berangkat sendiri.
"Kok, aku merasa ada yang aneh dengan Pak Adnan dan Jasmine," ucap salah satu pegawai.
"Iya ya, tidak seperti biasanya," ucap yang lainnya.
"Mungkin mereka nggak sengaja berpapasan pada saat hendak masuk ke gedung ini, jangan ghibah deh pagi-pagi," ucap salah satu pegawai yang lainnya.
"Kerja-kerja, jangan biasakan gosip di pagi buta," sahut security yang kebetulan lagi melintas di depan orang-orang yang lagi bergosip.
Pegawai yang tadi berbisik - bisik segera membubarkan diri.
*
Adnan telah tiba di ruangannya, sesampainya di ruangan yang luas itu, Adnan pun duduk sembari memegang ponsel.
Melihat beberapa video antara dirinya dan Jasmine. Setelah melihat beberapa video, Adnan pun mengirimkan sebuah chat kepada seseorang.
"Lo, akan membayar mahal atas apa yang Lo lakuin ke gue. Boleh saja dulu, lo menang !! tapi tidak untuk kali ini," sebuah pesan singkat yang dikirim Adnan ke pada seseorang.
Setelah mengirimkan pesan tersebut, Adnan pun mulai fokus pada pekerjaannya.
*
Sesampai di ruangannya, Jasmine merasa sangat jengah dengan apa yang dihadapinya. Jasmine seperti berada di persimpangan jalan, memilih jalan apa yang harus dilaluinya.
"Ya Allah, sampai kapan aku akan terus begini? Aku lelah dengan ini semua," batin Jasmine dengan fikiran yang berkecamuk.
Dengan rasa yang tidak semangat, Jasmine tetap memaksakan dirinya agar lebih fokus bekerja.
Jasmine yang sedari tadi merasa suntuk, tiba-tiba di kejutkan oleh kehadiran Adnan yang tiba-tiba.
Jam kini telah menunjukkan pukul 17.30, oleh karena itu Adnan menghampiri Jasmine untuk pulang bareng dirinya.
"Ada apa lagi, Pak? Kenapa anda selalu saja muncul di hadapan saya?" ketus Jasmine.
"Karena kamu milik saya, saya akan selalu ada di manapun kamu berada."
"Oh tuhan, smpai kapan saya bisa terlepas dari anda? saya benar-benar muak dengan ini semua !! pekik Jasmine.
"Kamu tidak akan pernah saya lepaskan, sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milik saya !!"
"Anda benar-benar gila, Pak Adnan Javier !!" teriak Jasmine dengan sangat emosi.
"Saya gila karena kamu, Jasmine !!
Sepanjang hidupnya, baru kali ini Jasmine bertemu dengan pria seperti Adnan. Pria yang sangat egois dan suka maksa.
Setelah mengucapkan kata-kata yang membuat Jasmine merasa gila, Adnan pun dengan segera mengunci ruangan kerja Jasmine.
"Anda mau apa?". tanya Jasmine dengan rasa takut.
"Saya menginginkan kamu, Jasmine. Always, hanya kamu !!
"Kenapa anda segila ini, Pak !! Ini tempat kerja, kenapa anda seperti orang yang sangat maniak," sindir Jasmine dengan tatapan yang menghunus.
*
