Pustaka
Bahasa Indonesia

Penghianatan Terhadap Suami Lumpuh

64.0K · Tamat
Yelvi Amalia
56
Bab
359
View
9.0
Rating

Ringkasan

Ujian Hidup Ammar datang bertubi-tubi, hingga dia mengalami kelumpuhan dan dikhianati oleh istri yang sangat dicintainya.

PerceraianPengkhianatanMenantuRomansaSweetPernikahanKeluargaIstriDewasaPerselingkuhan

Bab 1 - Ujian Dalam Pernikahan

Bab 1

Ujian dalam pernikahan

"Mas, aku berangkat kerja dulu yaa !!" izin Jasmine kepada suaminya.

"Iya sayang, hati-hati di jalan yaa," balas sang suami.

"Iya, Mas," jawab Jasmine. Namun pada saat hendak melangkah, sang suami menarik tangan Jasmine.

Jasmine pun menoleh ke arah suaminya dan duduk di sisi sang suami.

"Jasmine, maafkan aku ya. Karena aku lumpuh segala tanggung jawab yang harusnya aku pikul sekarang telah menjadi beban kamu," imbuh sang suami sambil menatap istri tercintanya.

"Kita suami istri, Mas. Suka dan duka kita hadapi bersama. Kamu adalah suamiku, aku sangat mencintaimu, apapun itu akan aku usahakan demi kesehatan kamu," jawab Jasmine.

"Maafkan aku, sayang. Aku hanya menjadi beban untuk kamu, aku janji akan berusaha seoptimal mungkin agar aku bisa sembuh dengan cepat.

Jasmine pun mengarahkan jari telunjuknya ke bibirnya.

"Stop Mas, kamu bukanlah beban aku. Aku ikhlas, Mas. Sebelum kamu mengalami kecelakaan tiga tahun yang lalu, kamu merupakan suami yang sangat bertanggung jawab. Kini, tugas aku sebagai istri menjadi seseorang yang selalu ada untuk kamu. Salah satu wujudnya adalah aku akan berusaha bekerja hingga kamu dapat sembuh seperti sediakala," ucap Jasmine.

Ammar Al Faruq adalah seorang laki-laki yang sukses dalam karirnya, namun dibalik kesuksesan yang dia miliki harus berakhir dengan kecelakaan yang dia alami tiga tahun yang lalu.

Ammar menikahi Jasmine sekitar 5 tahun yang lalu, mereka pun belum dikaruniai anak. Hidup yang mereka jalani penuh dengan berbagai macam rintangan. Orang tua Jasmine tidak pernah menyukai Ammar namun karena kegigihan Jasmine meyakinkan kedua orangtuanya akhirnya keinginan Jasmine direstui oleh kedua orang tuanya.

Ammar sendiri hidup dan besar di panti asuhan, karena kecerdasan dan keuletan yang Ammar miliki membuat Ammar menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Musibah menimpa kehidupannya adalah di saat dia mengalami kelumpuhan, saat itu juga Ammar ditipu oleh rekan bisnisnya. Oleh karena itu, tiga tahun sejak kecelakaan yang menimpa Ammar membuat hidupnya terombang-ambing. Apalagi saat ini Jasmine yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan membiayai pengobatan Ammar.

Kecelakaan yang menimpa Ammar membuat bagian kaki dan pinggangnya tidak dapat berfungsi dengan baik.

Orang tua Jasmine tidak terlalu peduli dengan keadaan menantunya, berulangkali juga orang tua Jasmine menyuruh Jasmine untuk meninggalkan Ammar.

Namun, karena cinta Jasmine yang besar terhadap sang suami membuat Jasmine tetap berada di sisi Ammar.

"Iya sayang, terima kasih ya, karena kamu aku bisa bertahan hingga saat ini," tukas Ammar.

"Iya Mas, aku pamit dulu yaa, sudah hampir jam 07.30 ni. Assalamualaikum !!" ucap Jasmine dan mencium tangan suaminya dengan takzim.

"Wa'alaikumsalam," jawab Jasmine.

*******

Saat ini Jasmine bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang properti dan menjabat sebagai marketing.

Butuh waktu sekitar 20 menit bagi Jasmine untuk tiba di kantor tempatnya bekerja.

Sesampainya di kantor, Jasmine pun bergegas untuk segera masuk ke dalam ruangannya. Namun pada saat Jasmine hendak menutup pintu ruangannya, sesosok pria tampan muncul dihadapannya.

"Hai, selamat pagi," sapa sang pria.

"Pagi juga, ada apa ya?" tanya Jasmine.

"Saya cuma ingin melihat kamu saja, tadi saya ke sini tapi kamu belum ada," jawab pria tersebut sambil menguntaikan seulas senyum.

"Untuk apa melihat saya, Pak?" tanya Jasmine.

"Cuma kangen saja sih," sahut sang Pria.

Pria tersebut pun menerobos masuk ke dalam ruangan Jasmine dan duduk diatas meja kerja Jasmine.

"Sampai kapan sih kamu bersikap kayak gini dengan saya?" tanya Pria tersebut.

Pria yang datang menghampiri Jasmine ke ruangannya adalah direktur perusahaan properti tersebut. Pria tersebut bernama Adnan Javier.

"Sampai Bapak bosan, apa yang bapak harapkan dari saya? Saya seorang wanita yang telah memiliki suami," jawab Jasmine.

"Saya ingin menikahi kamu, Jasmine. Sampai kapan kamu bertahan dengan suami lumpuh itu?" tanya Adnan dengan tatapan yang serius.

"Jangan hina suami saya, walau bagaimanapun dia, Mas Ammar tetap suami saya. Seseorang yang halal bagi saya," jawab Jasmine sambil menahan amarah.

"Sudah berapa lama kamu nggak diberi nafkah dengan dia? Bukan hanya nafkah lahir saja loh, nafkah batin pun pasti tidak kamu dapatkan dari suami cacat kamu," ejek Adnan sambil melirik Jasmine.

Ada yang bergejolak dalam diri Jasmine saat Adnan mengatakan tentang nafkah batin, benar yang dikatakan Adnan. Sudah tiga tahun, Jasmine seperti hidup dalam kesendirian meskipun ada sang suami di sisinya.

"Silahkan anda keluar dari sini !!" teriak Jasmine dengan emosi.

"Ini kantor punya saya loh, suka-suka saya donk mau ngapain di sini," imbuh Adnan sambil tersenyum.

"Jangan galak-galak dengan saya, jika saya mau detik ini juga saya akan memecat kamu jika saya mau. Tapi, sayangnya saya nggak mau. Melihat kamu merupakan mood booster bagi saya," ucap Adnan sambil tersenyum.

"Sampai kapan anda seperti ini, Pak? Diluaran sana banyak gadis yang lebih segalanya dari saya, tapi kenapa Pak Adnan harus bersikap seperti ini dengan saya, sekali lagi saya tegaskan bahwa saya ini masih bersuami, Pak!!" imbuh Jasmine dengan tegas.

"Saya tahu jika kamu telah bersuami, tapi cuma kamu yang bisa menggetarkan hati saya !! cuma kamu yang saya inginkan," ucap Adnan dan segera berdiri mendekati Jasmine.

"Satu hal lagi, kamu kan hanya seorang marketing yaa, sampai kapan kamu akan bertahan dengan suami kamu yang cacat itu? Pengobatannya pastilah sangat mahal, apa cukup uang kamu untuk biaya berobatnya?" sindir Adnan.

Jasmine yang mendengar ucapan dari Adnan pun merasa sangat panas hatinya, sejujurnya dia sudah mulai lelah dengan apa yang dijalaninya. Tapi, karena demi cintanya untuk sang suami, Jasmine tidak peduli dengan rasa lelah yang dirasakannya.

"Tolong jangan hina suami saya !!" ucap

Jasmine dan segera meninggalkan ruangannya.

Sepeninggal Jasmine, Adnan pun tersenyum menyeringai. Adnan begitu terosebsi dengan Jasmine Aulia, karena paras cantik serta anggun yang dimiliki oleh Jasmine membuat Adnan tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Jasmine.

*******

Sementara itu saat siang hari, di rumah Jasmine kedatangan keduanya orang tua Jasmine. Orang tua Jasmine selalu saja datang di saat Jasmine sedang bekerja.

"Tiga tahun sudah kamu merepotkan anak saya, kamu masih saja tetap bertahan dengan pernikahan ini?" Hardik Papa Jasmine.

"Kamu hanya menjadi benalu untuk anak saya, saya muak melihat kamu !!" hina Mama Jasmine.

"Saya lumpuh bukan kemauan saya Ma, Pa...Jika boleh meminta saya tak ingin lumpuh seperti ini. Saya seperti mayat hidup yang hanya menyusahkan anak kalian," imbuh Ammar.

"Saya janji, akan berusaha sekuat tenaga agar bisa sembuh. Saya nggak ingin menyusahkan Jasmine terlalu lama," ucap Ammar.

"Sudah tiga tahun kamu lumpuh, saya yakin hidup anak saya sangat tersiksa. Bukan tak mudah baginya bekerja dari pagi hingga malam hanya karena memikirkan biaya pengobatan suami cacat seperti kamu !!" tukas Mama Jasmine.

Ammar merasa nggak sanggup diperlakukan buruk seperti ini setiap hari, orang tua Jasmine selalu saja melemahkan mental dari Ammar.

Bukan hanya fisiknya yang sakit, tapi hatinya juga sakit. Cinta Ammar pada Jasmine sangatlah besar, oleh karena itu Ammar tetap bertahan dengan pernikahan ini meskipun orang tua Jasmine kerap kali menghina dirinya.

"Saya sudah tidak bisa bersabar melihat kondisi kamu yang seperti ini, anak yang saya rawat dengan kasih sayang, kini harus menanggung beban yang sangat berat. Lebih baik kamu pergi dari rumah ini !!" hardik Papa Jasmine.

******