Bab 6 - Jasmine Merasa Hancur
Bab 6
Jasmine Merasa Hancur
Saat Jasmine berteriak, Adnan masih saja tidur dengan nyenyak. Melihat Adnan yang tidak juga bangun, Jasmine pun memukul-mukul tubuh Adnan hingga Adnan terbangun dari tidurnya.
"Ada apa, sayang?" tanya Adnan tanpa merasa bersalah.
"Sayang? Kenapa anda memanggil saya dengan panggilan itu? Kenapa sekarang kita bisa seperti ini?" cecar Jasmine.
"Ya ampun, kamu lupa ya sayang? Semalaman kita menikmati malam yang sangat indah, kamu lupa? Bahkan kamu duluan yang menggoda saya, sebagai lelaki normal tentu saja saya tergoda. Apalagi digoda dengan wanita secantik diri kamu," papar Adnan dengan senyuman yang menyebalkan menurut Jasmine.
"Saya menggoda, Bapak? saya rasa Bapak lagi mimpi. Bahkan sejak dulu bapak menggoda saya, sama sekali saya nggak tergoda, karena apa? Karena saya adalah wanita yang telah memiliki suami. Saya nggak pernah ingin menghianati suami saya," lirih Jasmine.
Mendengar ucapan dari Jasmine membuat Adnan hanya tersenyum dan segera berdiri menuju nakas.
Kemudian Adnan pun memperlihatkan sebuah video kepada Jasmine.
"Kamu lihat ini !!" ucap Adnan.
Pada saat melihat Video tersebut membuat Jasmine nggak menyangka, kenapa tiba-tiba dia menjadi sangat agresif. Apalagi dengan seorang laki-laki yang bukan mahramnya.
Jasmine pun berteriak dengan histeris.
"Nggak mungkin, nggak mungkin aku melakukan hal sebodoh ini," jerit Jasmine sambil menggelengkan kepalanya.
Jasmine pun menangis, karena dia merasa menjadi wanita murahan serta menghianati sang suami yang sangat menyayangi dirinya.
"Sudahlah, nggak perlu kamu menyesali apa yang telah terjadi. Saya siap menjadi pendamping hidup kamu jika suami kamu menceraikan kamu," ucap Adnan dan segera duduk di dekat Jasmine.
"Tinggalkan saya sendirian !! saya butuh waktu untuk sendiri. Saya nggak mengerti kenapa hal terkutuk seperti ini bisa terjadi? Kenapa saya bisa melakukan hal yang paling bodoh dalam hidup saya," lirih Jasmine dengan suara bergetar.
Jasmine pun berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, Jasmine pun dapat mengingat bahwa setelah minum dia merasa sangat pusing dan dirinya menjadi sangat gelisah karena menahan hasrat yang tiba-tiba.
"Ehmm, jangan-jangan meeting yang anda bilang hanya bohongan anda saja kan? Ini semua rencana anda untuk menjebak saya," cecar Jasmine dengan tatapan yang nyalang.
"Anda telah memasukkan obat perangsang ke dalam minuman saya," lirih Jasmine.
"Kenapa anda tega melakukan ini kepada saya? apa salah saya kepada anda? Anda telah menghancurkan hidup saya," jerit Jasmine sambil menahan tangis.
"Saya tidak menghancurkan hidup kamu, Jasmine !! justru karena saya sangat mencintai kamu, saya melakukan semua ini. Saya butuh seorang anak dari rahim kamu," papar Adnan sambil menatap dalam mata Jasmine.
"Anda gila, Pak !! Kenapa menginginkan anak dari rahim saya?" teriak Jasmine sambil meremas rambutnya dengan kasar.
"Silahkan kamu katakan saya gila atau apapun itu !! tapi satu hal yang harus kamu ketahui, saya sangat mencintai kamu. Bertahun-tahun lamanya saya menyimpan rasa ini, namun kamu tidak pernah membalas perasaan saya," ungkap Adnan.
Mendengar ucapan dari Adnan membuat Jasmine menggelengkan kepalanya, karena Jasmine bingung bagaimana cara menghadapi Adnan. Apapun yang Jasmine katakan pasti Adnan bantah dengan kalimat yang mengusik hati Jasmine.
Bertahun-tahun lamanya Jasmine selalu menahan rasa yang tertahan. Rasa yang tidak pernah bisa dia salurkan, tapi kini dihadapannya ada seorang laki-laki yang mencintainya dan memberikan sebuah kepuasan untuknya. Kepuasan yang tidak pernah lagi dia rasakan bertahun-tahun lamanya.
Saat ini Jasmine merasa menjadi wanita yang sangat bodoh, tapi di sisi lain Jasmine merasa apa yang dia lakukan bersama Adnan adalah hal yang dibutuhkannya juga. Di saat dia mengingat sang suami, di saat itu juga Jasmine merasa frustasi karena dengan begitu teganya Jasmine merusak kepercayaan yang telah diberikan sang suami untuknya.
"Saya mau istirahat, lebih baik Bapak tinggalkan saya sendirian !!" Ucap Jasmine.
"Oke, jika kamu ada butuh sesuatu silahkan hubungi saya," balas Adnan.
Adnan pun dengan segera merapikan pakaiannya. Sebelum meninggalkan Jasmine, Adnan menghampiri Jasmine dan dengan tiba-tiba Adnan mendaratkan ciumannya ke pipi Jasmine. Mendapatkan perlakuan seperti itu, Jasmine segera menghindar.
"Lebih baik, Bapak sekarang keluar. Saya hanya ingin sendiri," imbuh Jasmine.
"Baiklah."
Kemudian Adnan pun pergi meninggalkan Jasmine sendiri di kamarnya.
*
Sepeninggal Adnan, Jasmine pun menangis terisak-isak. Jasmine merasa bingung dengan apa yang dirasakannya saat ini. Kini kesetiaannya terhadap sang suami harus diuji. Bertahun-tahun lamanya Jasmine selalu bisa menjaga diri dan berjuang demi kesembuhan sang suami. Tapi, kini kesetiaan yang dijaganya harus direnggut paksa oleh sebuah kenyataan yang tidak pernah diinginkannya.
Setelah puas menumpahkan rasa sedihnya, Jasmine pun segera menuju kamar mandi. Jasmine segera membersihkan dirinya dan menggosok tubuhnya dengan shower puff dengan begitu kasar.
"Tubuhku sudah kotor, tubuh ini telah di jamah oleh pria yang bukan suamiku. Aku merasa seperti wanita penghibur," ucap Jasmine sambil menggosok-gosok tubuhnya dengan kasar.
"Maafkan aku, Mas Ammar. Aku telah mengkhianati pernikahan kita. Maafkan aku, Mas !!!" ucap Jasmine sambil menangis terisak-isak.
Berjam-jam lamanya Jasmine berada di kamar mandi, Jasmine mandi dibawah guyuran air shower. Tangisnya tidak juga berhenti, Jasmine tidak tahu harus berbuat apa sesudah ini.
*
Sementara itu, Ammar merasa sangat panik. Dari malam tadi hingga hampir sore, Ammar merasa sangat gelisah karena Jasmine tidak mengabarinya.
Ammar hanya sibuk mondar-mandir menggunakan kursi rodanya, rasa cinta pada sang istri membuat Ammar tidak pernah bisa melewatkan kabar sang istri. Untuk pertama kalinya, hal ini terjadi selama pernikahan mereka.
Jam telah menunjukkan pukul 16.00, Ammar pun mencoba untuk menelfon istrinya kembali.
Setelah sekian lama Ammar menelfon akhirnya Jasmine pun mengangkat telefon dari Ammar.
"Sayang, kamu ke mana saja? Kenapa ditelfon nggak diangkat? pesan dariku pun nggak dibalas?" tanya Ammar dengan rasa penasaran.
"Ma..maafkan aku, Mas. Setelah meeting semalam, aku merasa tubuh ini sangat lelah dan akhirnya tertidur," dusta Jasmine.
"Ya ampun, kasihan kamu sayang. Kamu harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan kita dan demi pengobatanku," lirih Ammar.
Ammar sama sekali tidak curiga, Ammar selalu percaya dengan Jasmine.
"Maaf ya, Mas. Kamu baik-baik saja kan?"
"Alhamdulillah, aku baik-baik saja. Kapan kamu pulangnya?"
"Aku belum tahu, Mas. Nanti aku kabarin kamu lagi yaa," jawab Jasmine.
"Baik, sayang."
Setelah Ammar meluapkan rasa rindu pada sang istri, Ammar pun segera mematikan telefonnya.
*
Saat ini, Adnan tengah bahagia karena apa yang telah direncanakannya berhasil. Jasmine kini telah berada digenggamannya. Dengan video yang telah di rekamnya, membuat dia dengan mudah mengancam Jasmine.
"Jasmine...Oh Jasmine..., kini akan ku buat kamu bertekuk lutut dihadapanku. Kesombongan yang kamu miliki telah sirna, akan kubuat hancur rumah tanggamu," kata Adnan saat melihat video dia bersama Jasmine.
Jam telah menunjukkan pukul 21.30, Adnan yang saat ini memiliki gairah yang tinggi terhadap Jasmine segera menghubungi Jasmine.
Berkali-kali Adnan menellfon Jasmine, tapi Jasmine selalu menolak panggilan dari Adnan. Karena diabaikan oleh Jasmine, Adnan pun menggunakan senjatanya untuk mengancam Jasmine.
"Jasmine angkat telefon dari saya !! atau video kamu yang tengah menggoda saya akan saya kirimkan kepada suami kamu," ancam Adnan kepada Jasmine dalam sebuah pesan singkat.
*
