Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5 - Dijebak Adnan

Bab 5

Dijebak Adnan

Jasmine masih saja sibuk dengan handphonenya tanpa mempedulikan Adnan yang kini berada dihadapannya. Dengan situasi seperti itu, membuat Adnan bebas untuk melancarkan rencananya.

Adnan dengan begitu cepat memasukkan obat ke dalam minuman Jasmine yang telah dia siapkan sebelumnya.

Setelah menjalankan aksinya, Adnan pun kembali mengajak Jasmine berbicara.

"Jasmine, saya seperti tidak dianggap di sini. Dari tadi kamu hanya sibuk dengan handphone kamu," ucap Adnan sambil menatap Jasmine.

Mendengar ucapan dari Adnan membuat Jasmine mengalihkan perhatiannya kepada Adnan.

"Maaf, Pak. Kenapa investornya belum datang juga ya Pak? Sekarang sudah pukul 22.00, apa Bapak masih betah menunggu mereka? sampai jam berapa kita harus menunggu mereka Pak?" tanya Jasmine.

"Kita tunggu setengah jam lagi yaa, jika mereka tidak datang juga, lebih baik kita segera istirahat saja," jawab Adnan dengan senyuman yang penuh dengan misteri.

Mendengar penuturan dari Adnan, Jasmine pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai mengiyakan ucapan dari Adnan.

"Bagaimana kalau kita makan dulu? Apa kamu nggak lapar? Sudah jam segini tapi kita belum makan juga," imbuh Adnan.

"Saya memang sudah lapar, Pak. Tapi, bagaimana jika pada saat kita lagi makan tiba-tiba investornya datang?" ungkap Jasmine.

"Jangan terlalu difikirkan, lebih baik kita mengisi perut kita untuk makan terlebih dahulu," balas Adnan sambil menatap Jasmine.

"Karena kita butuh energi yang banyak untuk aktivitas kita malam ini," lanjut Adnan sambil mengedipkan matanya kepada Jasmine.

Melihat tingkah Adnan, membuat Jasmine sedikit ngeri.

"Maksudnya apa ya, Pak? Apa kita ada jadwal lain selain bertemu investor pada hari ini," tanya Jasmine seraya menatap Adnan dengan lekat.

"Oh...eh...iya nggak ada sih. Maksud saya kalau kita makan, tidur malam kita pasti jadi lebih nyenyak," jawab Adnan.

"Baiklah, Pak. Lebih baik kita makan, saya juga sudah merasa sangat lelah," kata Jasmine.

Sekitar 15 menit kemudian, makanan yang dipesan Jasmine dan Adnan telah dihidangkan. Mereka pun bersiap untuk menyantap makanan yang telah tersaji dihadapan mereka.

Sebelum makan, Jasmine lebih dulu minum untuk membasahi kerongkongannya yang terasa sangat kering.

Setelah minum, Jasmine pun mulai memakan makanan yang baru saja dihidangkan. Namun, baru saja beberapa sendok makanan dimasukkan kedalam mulutnya, Jasmine merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Seketika tubuhnya menjadi panas dingin, ada rasa yang tak biasa dirasakan oleh Jasmine.

Melihat gerakan Jasmine yang tidak biasa, membuat Adnan tersenyum. Adnan merasa rencananya berhasil.

"Jasmine, kamu baik-baik saja? Ada apa dengan kamu?" tanya Adnan dengan nada khawatir yang dibuat-buat.

"Sa...saya nggak kenapa-kenapa, Pak. Cuma merasa sangat gerah saja, heran saja kok sudah ada AC nya masih saja terasa panas yaa? Apa Bapak juga merasa gerah?"

"Nggak kok, saya merasa biasa saja," jawab Adnan.

"Oh, aneh banget ini. Saya nggak pernah merasa seperti ini sebelumnya," sahut Jasmine.

"Mungkin kamu sudah lelah, Jasmine. Lebih baik kamu istirahat saja di kamar," kata Adnan dengan memperlihatkan senyum manisnya.

Mendengar penuturan dari Adnan hanya membuat Jasmine menganggukkan kepalanya.

Jasmine merasa ada yang aneh juga, kenapa saat ini dia melihat Adnan begitu tampan. Diam-diam Jasmine melirik ke arah Adnan.

"Kenapa dia menjadi sangat tampan sih? Oh tuhan, ada apa ini? Kenapa aku jadi membayangkan hal yang tidak-tidak sih," batin Jasmine sambil memukul kepalanya dengan pelan.

Saat ini, Adnan hanya tersenyum melihat tingkah Jasmine. Adnan bersorak gembira karena selangkah lagi rencananya berhasil.

Semakin lama Jasmine sudah tidak bisa menguasai dirinya, dirinya seperti terbakar gairah.

Adnan pun masih diam sambil melirik Jasmine, karena Adnan tidak ingin rencananya gagal dan diketahui oleh Jasmine.

"Pak, saya pamit ke kamar duluan yaa," ucap Jasmine dengan gelisah.

"Oh, oke Jasmine...," jawab Adnan.

Jasmine yang hendak pamit, tapi masih saja tetap duduk di kursi sambil memandang Adnan dengan rasa gelisah. Ada rasa yang tidak biasa dirasakan Jasmine saat ini, saat ini Jasmine seperti menginginkan Adnan. Tapi sulit mengutarakan apa yang dia inginkan.

"Ada apa, Jasmine?" tanya Adnan.

"Kamu bilang mau istirahat, silahkan jika kamu mau istirahat dulu. Mungkin saya akan tetap berada di sini," lanjut Adnan.

"Pak...

"Iya, ada apa?"

"Saya ingin ditemani dengan Bapak, saya merasa sangat takut," ungkap Jasmine.

"Takut kenapa?"

"Saya juga nggak mengerti, Pak. Untuk kali ini saya minta ditemani ya, Pak. Setelah itu, Bapak silahkan kembali ke restoran lagi," jawab Jasmine sambil menatap Adnan.

Jasmine merasa sudah nggak kuat dengan rasa yang dirasakannya saat ini. Saat ini yang Jasmine fikirkan adalah Adnan. Tiba-tiba saja Jasmine merasa, jika Adnan sangat tampan. Bagi Jasmine saat ini, ketampanan Adnan bertambah berlipat-lipat kali. Difikiran Jasmine saat ini hanya Adnan saja. Bahkan sedikitpun bayangan suaminya tidak terlintas difikiran Jasmine.

"Baiklah kalau begitu," ucap Adnan dengan seringai senyuman.

Jasmine dan Adnan pun melangkahkan kaki mereka menuju kamar Jasmine, sepanjang perjalanan rasa gelisah dan gairah Jasmine bertambah berkali-kali lipat. Jasmine sudah nggak tahan, Jasmine bingung harus mulai dari mana.

Sedangkan Adnan bersikap cuek dan pura-pura tidak mengerti dengan rasa gelisah Jasmine.

"Sayang, kini kamu telah masuk ke dalam perangkapku. Malam ini akan menjadi malam yang indah untuk kita berdua," batin Adnan.

Sepanjang perjalanan, Jasmine sudah menunjukkan sikap agresifnya terhadap Adnan. Jasmine mulai dengan menggandeng tangan Adnan dan meletakkan kepalanya di bahu Adnan.

Adnan pun hanya diam sambil menikmati semuanya, karena memang inilah yang dinginkan oleh Adnan.

Setelah sampai di pintu kamar, dengan sikap agresifnya, Jasmine menarik tangan Adnan untuk ikut masuk ke kamarnya. Tentu saja, Adnan sangat senang dengan sikap Jasmine.

"Malam ini, saya ingin menghabiskan waktu saya dengan Bapak," ucap Jasmine tiba-tiba.

Dengan penuh keberanian, Jasmine pun mengalungkan tangannya di leher Adnan. Jasmine menatap Adnan dengan penuh gairah.

"Benarkah? Kamu ingin menghabiskan waktu bersama saya?" tanya Adnan pura-pura memastikan.

"Iya, Pak.

"Kenapa kamu jadi berubah seperti ini dengan saya? Bukankah sebelumnya kamu tidak suka dengan saya," tanya Adnan sambil menatap Jasmine lekat.

"Saya baru menyadari jika bapak sangat tampan dan saya yakin bahwa bapak bisa memuaskan saya," jawab Jasmine dan tanpa aba-aba Jasmine pun mulai mendaratkan ciuman di seluruh wajah Adnan.

Mendapatkan perlakuan seperti itu, membuat Adnan menjadi bergairah. Adnan pun membalas setiap sentuhan dari Jasmine.

"Kenapa saya baru sadar jika bapak sangat tampan, ketampanan Bapak benar-benar menghipnotis saya," ucap Jasmine dengan mendekatkan bibirnya ditelinga Adnan.

"Kamu pun sangat cantik, Jasmine. Dua tahun lebih saya menginginkan kamu. Tapi kamu selalu mengabaikan saya. Malam ini, menjadi malam yang indah buat kita berdua," papar Adnan dan segera menggendong Jasmine. Setelah itu, Adnan pun merebahkan tubuh Jasmine di ranjang.

*

Sementara itu, Ammar merasa sangat khawatir dengan sang istri. Sejak semalam hingga pukul 12 siang Ammar menelfon Jasmine tapi sekalipun tidak diangkat oleh Jasmine.

Tepat di pukul 14.00, akhirnya Jasmine terbangun dari tidurnya. Saat terbangun, Jasmine merasa panik karena dia melihat dirinya tanpa sehelai benang. Kepanikannya pun bertambah saat Jasmine melihat jika saat ini Adnan berada di ranjang yang sama dengan dirinya.

"Pak Adnan !!" teriak Jasmine dengan suara menggelegar.

*

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel