Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 6. Jangan beritahu siapapun...

Anita yang terbangun di pagi hari merasa tubuhnya sangat lelah dan bagian inti tubuhnya terasa sakit langsung membuka matanya lebar-lebar, ia melihat tubuhnya yang ternyata tidak menggunakan sehelai benang-pun dan ia melihat bercak darah di kasur membuatnya langsung menangis pelan.

Ia melihat seluruh tubuhnya yang penuh dengan tanda merah yang ditinggalkan oleh laki-laki yang berada di sebelahnya itu.

Dan betapa terkejutnya Anita setelah melihat wajah pria yang tengah tertidur disebelahnya.

“Hiks,, hiks,, hiks,, kenapa semua ini harus terjadi kepadaku….” Suara isak tangis Anita memecah keheningan di pagi hari, Anita terus menangis tanpa menghiraukan orang yang berada disampingnya.

Pria yang tengah terlelap di sebelah anita itu-pun terbangun karena merasa terganggu dengan suara tangisan anita dan langsung melayangkan protes dengan mata yang masih terpejam dan kesadaran yang belum sepenuhnya sambil berbalik membelakangi anita “Hei apa yang kamu lakukan di pagi buta seperti ini hah, suara tangis mu itu mengganggu tidurku tau.”

“Apa yang telah kau lakukan dim?” Sahut suara seorang perempuan yang tak lain adalah anita dengan nada suara yang bergetar karena menangis.

Mendengar suara seseorang yang tak asing ditelinga nya dimas-pun langsung membuka matanya dan berbalik badan untuk melihat perempuan yang ada disebelahnya.

Dimas langsung membulatkan matanya ketika melihat seorang perempuan yang berada disebelahnya dan sedang menangis yang tak lain adalah anita tunangan kakak-nya sendiri.

“Kenapa kamu lakukan ini padaku dim.”

Dimas yang masih merasakan sedikit pusing dikepalanya pun berusaha memutar kembali ingatannya tentang kejadian tadi malam, tapi hasilnya nihil dimas tidak bisa mengingat apapun tentang kejadian semalam. Dimas bahkan tidak sadar kalau dia sudah melakukan hubungan terlarang itu dengan anita.

Begitupun dengan anita yang tidak begitu mengingat tentang kejadian semalam, hanya kilasan-kilasan bayangannya tentang kejadian semalam dengan dimas.

Meskipun mereka tidak mengingat jelas kejadian semalam, ibarat nasi sudah jadi bubur, hal yang paling dijaga oleh anita kini telah direnggut darinya, tak perlu mencari bukti karena baik anita ataupun dimas tidak bisa mengelak karena tubuh keduanya yang sama-sama polos tanpa mengenakan sehelai benang. Meskipun hanya sekilas saja bayangan kejadian mereka tadi malam mereka masih mengingatnya.

Kini baik anita maupun dimas hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada mereka kedepannya.

Setelah cukup lama mereka sama-sama tak bersuara akhirnya dimas membuka pembicaraan di antara keduanya.

“Maafkan aku anita, aku tidak bisa menahan diriku tadi malam, aku merasa itu seperti bukan diriku, kesadaran ku juga tidak ada bahkan aku tidak mengenali wajahmu tadi malam.” Tegas dimas.

“Sekarang kita harus bagaimana, aku sudah kehilangan segalanya dim”

“Hanya kata maaf yang bisa ku ucapkan anita, jujur aku-pun tidak tau apa yang harus kita lakukan sekarang, aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada mu.” Jawabnya menyesal.

“Baiklah anggap kejadian ini tidak pernah terjadi jas, dan jangan beritau kepada siapapun mengenai kejadian ini, dan mulai sekarang kita jangan pernah bertemu lagi.” Pinta anita.

Mendengar hal itu dimas dibuat bingung oleh anita, ia tidak mengerti kenapa anita malah memintanya untuk merahasiakannya dan bukannya meminta pertanggung jawaban dari nya.

“Apa kau serius an, tapi an jika terjadi sesuatu padamu aku kan bertanggung jawab kepadamu, aku janji an meskipun itu akan menyakiti kak Dika sekalipun.” Tegasnya.

Meskipun ia masih tidak mengerti dengan jalan pikiran anita, dimas akhirnya memilih untuk menuruti permintaan anita itu. Meskipun hati kecilnya merasa bersalah tapi ada sedikit belajar neh saat mengetahui jika wanita yang tidur bersamanya adalah anita. Meski ia selalu berperilaku dingin kepada anita, namun bukan berarti ia membenci anita.

Setelah kejadian malam itu anita dan dimas tidak pernah bertemu lagi, mereka saling menghindari satu sama lain. Dimas sering pergi keluar negeri untuk menggantikan kakak-nya menangani proyek disana. Dan sejak kejadian itu anita jarang menemui duka dan yang lainnya.

Dua minggu kemudian anita memilih untuk membatalkan pernikahannya dengan dika hanya melalui panggilan telephone.

IN THE CALL

“Haloo,,, oh iya ada apa an.”

“Dika, aku ingin membatalkan pernikahan kita.”

“Hahaha,,,, anita kamu pasti hanya bercanda kan, kamu tidak sedang mengerjai-ku kan. hahaha...”

“Maaf kan aku dik, aku tidak sedang bercanda ataupun mengerjaimu, aku serius dik, aku tidak bisa menikah dengan mu, maafkan aku.”

“Apa yang kamu katakana anita, kenapa kamu ingin membatalkan pernikahan kita?”

“Aku tidak bisa menjelaskan-nya dik semua ini terlalu rumit, Kumohon aku hanya tidak ingin menikah dengan mu dik, sekali lagi maafkan aku,, tut,,, tut,,, tut,,,” Panggilan di putus secara sepihak oleh anita.

“Baiklah anita jika kamu tidak ingin menjelaskan alasan mengapa kamu membatalkan pernikahan kita, maka aku akan mencari tau-nya sendiri.” Batin dika geram.

Tanpa memberi penjelasan apapun kepada dika, anita memilih untuk meninggalkan ibukota hari itu juga setelah ia memutuskan hubungannya dengan dika untuk menghindari dika dan yang lainnya.

Kecewa, jelas dika merasa sangat kecewa dengan perbuatan anita yang membatalkan pernikahan mereka secara sepihak tanpa memberi alasan dan juga penjelasan kepadanya.

Bahkan kakak anita tidak mengetahui alasan pasti kenapa adiknya membatalkan pernikahannya dengan dika.

Alvin pun di buat bingung dengan keputusan adiknya yang secara sepihak membatalkan pernikahannya itu dengan tiba-tiba, meski begitu alvin tetap mendukung anita apapun keputusannya.

Disisi lain dimas merasa sangat bersalah kepada anita dan juga dika, namun ia tak bisa menceritakan kejadian itu kepada siapapun karena ia sudah berjanji kepada anita untuk tidak menceritakannya kepada siapapun.

Rasa tak sukanya kepada anita kini berganti dengan rasa bersalah yang sangat dalam kepada anita.

“Anita.... maafkan aku, aku akan mencari siapa dalang dari kejadian ini semua, maafkan aku karena telah menghancurkan hidupmu an.” Batin dimas.

Saat ini dimas belum mengetahui kalau anita telah membatalkan pernikahannya dengan kakaknya. Kini anita memilih untuk tinggal di villa mewah yang terletak di sebuah desa kecil tempatnya dulu sering menghabiskan waktu berlibur bersama keluarganya sebelum tragedy kecelakaan keluarganya terjadi. Sudah sekitar satu minggu anita tinggal di villa setelah membatalkan acara pernikahan dengan dika.

“Satu rencana-ku sudah berhasil, kini mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Hahahahah…” suara tawa seorang pria mengisi keheningan rumahnya dengan memegang sebuah foto ia tertawa puas seraya menatap foto itu.

“Kalian tidak akan pernah bahagia selagi aku masih ada di dunia ini, dan aku akan merebut Andara group dari tangan kalian semua.” Seringainya seraya meminum wine.

Pria itu terlihat sangat senang dengan apa yang diperlihatkan oleh bawahnya itu. Bahkan sampai terlihat garis wajahnya yang keripit karena tawanya itu.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel