Pustaka
Bahasa Indonesia

Our Destiny

37.0K · Tamat
landhope
35
Bab
473
View
9.0
Rating

Ringkasan

Sebuah kesalahan satu malam membuat kehidupan dari gadis cantik bernama anita anggara berubah, anita yang memilih untuk memutuskan pertunangannya tanpa memberikan alasan yang jelas kepada tunangannya berbuntut panjang. Hingga 3 tahun kemudian ia bertemu kembali dengan pria yang sama namun dengan kondisi yang berbeda. Dipertemukan kembali dengan pria yang mengisi hidupnya dan juga pria yang mengambil kesuciannya secara bersamaan, itu tidak pernah ada di mimpi anita sebelumnya.... "Apakah ini yang dinamakan takdir?" -anita Yang kepo sama sosmed aku boleh ni follow ig:thisislina00 untuk ig pribadi aku dan ig:madelina00 untuk ig promosi novel aku sama satu lagi fb:Lina... maafken saya yang kebanyakan sosmed

One-night StandMengandung Diluar NikahMetropolitanPernikahanLove after MarriageDewasa

Bab 1. Tatapan itu....

Keluarga andara adalah keluarga terpandang di kota jakarta karena memiliki perusahaan paling besar dan paling berpengaruh di kota itu. Keluarga andara memiliki 5 perusahaan dengan 1 induk perusahaan yang ada di jakarta dan 4 cabang perusahaan yang berada di seluruh dunia. Perusahaan Andara Group memilik 3 CEO tampan yang memimpin perusahaan, mereka adalah 3 orang anak keluarga Andara. Presdir leon memiliki 3 orang anak dari ibu yang berbeda, Presdir leon memilik 2 istri, ia memiliki 2 anak dari istri pertamanya dan 1 anak dari istri keduanya. Meskipun mereka berbeda ibu mereka hidup rukun dan saling menjaga dan menyayangi satu sama lain.

Pagi yang indah dengan matahari yang bersinar terang di ufuk timur, cahayanya yang terang bagaikan alarm alami untuk membangunkan ketiga pemuda tampan dari keluarga andara, namun itu tak berlaku bagi anak kedua dari keluarga andara yang bahkan tak berkutik sedikit-pun dari tempat ia tidur meskipun matahari sudah bersinar tinggi dan waktu sudah menunjukan pukul 12 siang.

Diruang keluarga andara semua orang sedang berkumpul menimati hari libur mereka.“Dimana dika?” Tanya dira pada sang adik dimas.

“Dimana lagi tempat kak dika berada kalau libur kerja seperti ini kalau bukan di kamarnya, untuk tidur seharian.” Jawab dimas tanpa menoleh kearah dira. Yang kemudian di angguki oleh dira.

Disatu sisi orang yang sedang mereka bicarakan sedang tertidur pulas dikamarnya. Dika masih berkelung dengan selimutnya di kagetkan dengan suara getar dari handphonenya.

Drt..drt..drt..drt..drt..

Getar handphone dika, yang sudah ber getar dari 15 menit yang lalu. Dengan malas dan mata yang masih terpejam ia mengambil handphonenya yang berada di atas nakas tempat tidurnya dan mengangkat telephone.

“hallo, sayang kamu masih belum bangun? Apa kamu lupa dengan janji mu? Hallo, hallo, hallo,,,,, sayang cepat bangun!!! “ suara yang cukup keras yang terhubung dari panggilan telephone orang diseberang sana bahkan tak membuat dika bangun.

“kau tak bangun meski ku telephone hemmm!!!!! Lihat aku akan datang dan membangunkanmu sendiri.” Gumamnya dengan senyuman nakal yang terlihat di wajah cantiknya.

1 jam kemudian.

“Ting-tong…ting-tong…ting-tong” Bunyi Bel rumah keluarga andara yang memecah keheningan di rumah mewah itu.

“ceklek” suara gagang pintu yang terbuka, menampilkan sesok pria tampan dengan garis rahang yang tegas, dia adalah dira anaka sulung keluarga andara.

“Oh, anita. Apa kamu kesini untuk mengusik ketentraman beruang yang edang berhibernasi?” Tanya dira dengan tertawa kecil, sambil mempersilakan anita masuk kerumah.

“dimana dia? Apa dia masih dikamar nya?” Tanya anita yang diangguki oleh dira. “ aku akan kekamarnya dan membangunkannya, lihat saja apakah dia masih bisa melanjutkan tidurnya!” ucapnya dengan tertawa kecil dan berjalan kearah kamar dika.

“Tamat riwayat mu dik” gumam dira bergidik ngeri membayangkan apa yang akan dilakukan oleh anita kepada adiknya, terakhir kali anita datang dan membangunkan adiknya, adik nya menjadi bahan tertawaan oleh mereka selama beberapa hari karena wajahya yang di gambari kumis kucing di kedua pipinya menggunakan spidol permanen oleh anita. Bahkan dika harus menggunakan masker untuk menutupi wajahnya agar tidak ada orang yang melihat wajahnya.

“Ceklek” suara pintu dibuka. “ sayang,,,, apa kau tidak akan bangun dan tetap tidur? sayangggggg......” teriak anita kepada dika sambil membuka selimut yang menutupi badan dika, tapi ketika membuka selimut anita terkejut karena dika tidak ada di dalam selimutnya melainkan hanya guling dan bantal saja. “kemana perginya?” gumamnya.

“Haii sayang, kau sudah datang ternyata.” Sahut seseorang yang baru keluar dari walking closet dengan setelan jas berwarna grey.

“Kau sengaja menipu ku agar aku datang kesini? Dasar menyebalkan padahal aku sudah menyiapkan banyak rencana untuk membuat mu bangun dengan kejutan yang tidak akan pernah kau lupakan.” Tanya nya sambil mendengus kesal kepada dika.

“aku bangun saat mendengar suaramu yang nyaring sekali di telephone tadi, dan aku sengaja mematikan telephone mu agar kau datang kesini” jawabnya santai “ngomong-ngomong kejutan apa yang mau kau berikan padaku kalau aku belum bangun, haa?” tanyanya.

“Rahasia,, “ jawabnya singkat sambil menjulurkan lidah nya mengejek dika sambil berlari keluar.

“ahhh,,,, imut sekali. Kenapa dia sangat cantik dan juga imut hingga membuatku ingin salto karena saking gemasnya dengan tingkahnya itu.” Batin dika sambil senyum-senyum sendiri.

“Kenapa sepi sekali, dimana semua orang? Apa mereka di ruangan khusus mereka? Ahh lebih baik aku kesana, dari pada aku sendirin disini.” Batinnya, kemudian berjalan menuju ruangan khusus anak keluarga andara.

Ruangan khusus untuk anak keluarga andara merupakan ruangan yang sangat mewah, banyak peralatan game, peralatan olahraga, lemari buku, tempat karaoke dan juga ada bar kecil didalamnya. Tidak semua orang bisa masuk keruangan itu, tapi hal itu tak berlaku untuk hanna gadis cantik yang dianggap sebagai keluarga mereka sendiri yang mereka lindungi seperti adik kecil yang sangat berharga, hal itu mereka lakukan bukan semata-mata karena anita adalah tunangan dika tapi karena mereka sangat menyanyangi anita kecuali dimas.

“hallo, semuanya” Teriak anita dengan seyumnya yang manis ketika membuka pintu. Semua yang orang yang didalam ruangan tersebut terkejut dan menoleh kearah hanna kecuali dimas, karena dimas tau pasti itu anita karena tidak ada yang tau tempat mereka berkumpul selain anita.

“oh, hai hanna, ada apa?” Sapa Dirly sepupu dika.

Dirly adalah keponakan dari leon andara, dia adalah anak yatim piatu, daniel andara adik dari leon meninggal akibat sebuah kecelakaan ketika ia pergi keluar negri bersama istrinya untuk urusan bisnis. Dan akhirnya hak asuh dirly jatuh ditangan leon. Memasukan dirly menjadi anggota keluarganya.

Anita berjalan menuju sofa dan duduk disebelah Dirly.”kak dirly,, aku ingin berlibur, tapi aku tidak ingin berlibur sendirian.” Ucap anita dengan nada manja dan wajah yang sok imut.

“Memang kau mau berlibur kemana?” Tanya dira dari balik rak buku.

“Aku ingin pergi ke hawai, aku ingin melihat sunrise dan sunset disana sambil melihat pemandangan indah lautan luas yang berwarna biru dan udara yang segar” Jawab anita dengan antusias dan ekspresi wajah imut yang dibuat-buat.

“Memangnya disini tidak ada pantai?” sahut dimas ketus.

“Aku setuju dengan ide anita, sudah lama kan kita tidak pernah berlibur jauh.” Jawab dika yang tiba-tiba muncul dan sudah duduk di samping dirly.

Sontak mereka bertiga terkejut dengan kata-kata dika, karena mereka tau dika adalah orang yang tidak suka berlibur jauh, jika ada waktu libur pun hanya dia habiskan didalam kamar untuk tidur atau hanya sekedar jalan-jalan bersama dengan anita di taman dekat rumah mereka saja, itupun karena di paksa oleh anita.

“kak kau serius?” Tanya Dirly, yang diangguki oleh semua orang untuk memastikan apakah ucapan dika serius.

“Aku tidak ingin ikut.” Sahut dimas dengan nada dingin membuat dirly dan dika hanya geleng-geleng kepala.

“ Kau harus ikut dimas!! Tidak ada penolakan dan tidak ada bantahan. Tenanglah kau pasti akan suka nantinya.” Jawab dira dengan nada dingin.

Dengan tatapan mata yang tajam menatap anita dan wajah kesalnya “Baiklah kak aku akan ikut walaupun aku tidak ingin, karena aku sedang malas berdebat denganmu.” Kemudian dimas berdiri dari duduknya dan keluar dari sana sambil menutup pintu dengan keras “Braakk”.

Ketiga kakaknya itu bingung dengan sikap aneh dimas sejak pulang dari liburan sekolah musim panas 5 tahun yang lalu yang diadakan setelah acara kelulusan sekolahnya, sifatnya berubah jadi sedingin es jika bertemu dengan anita, tidak hanya anita tapi setiap wanita yang ia temui, kecuali ibu kandungnya dan ketempat asuh mereka.

Dari setiap tatapan matanya ketika melihat anita menyiratkan sebuah kebencian yang mendalam bagi orang lain. Namun berbeda dengan anita, tatapan itu....... sebenarnya bukanlah tatapan kebencian, tapi sebuah tatapan kesedihan dan juga kehilangan. Entah apa yang membuat dimas menjadi seperti itu kepada anita. Setelah pertungan kakaknya dika dan anita dilakukan perilakunya sangat berbeda. Dimas terkesan lebih dingin dan cuek dari sebelumnya. Meski sebelumnya ia memang cuek dan dingin kepada semua wanita.