Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 7. Anita kamu dimana?

“Dimas, pulang sekarang juga, kami semua ingin membicarakan hal yang penting.” Perintah dira melalui panggilan telephon.

Tanpa ada penolakan dimas langsung memesan tiket pulang dari LA ke Jakarta. “sebenarnya apa yang terjadi kenapa tiba-tiba kakak menyuruhku pulang.” Batin-nya.

Semua orang sudah berkumpul diruang keluarga, dira, dika, dirly dan juga kedua orang tua mereka menatap kearah dimas dengan tatapan yang susah untuk diartikan. Dimas yang baru saja tiba dibuat bingung dengan tatapan mereka semua.

Tiba-tiba dika bangkit dari duduknya dan…

"PLAKK..... " dika menampar wajah dimas dengan cukup keras hingga orang yang ditamparnya sampai memalingkan wajahnya karena saking kerasnya tamparan itu. Bahkan bunyi tamparan itu sampai menggema di ruangan itu.

Sontak apa yang dilakukan oleh dika membuat dirly terkejut namun tidak untuk dira dan kedua orang tua mereka begitupun dengan orang yang ditampar oleh dika.

"Pasti kak dika sudah tau semuanya." batin dimas. Dimas sudah dapat menebak jika kejadian tentang ia dan hanna sudah diketahui oleh mereka. Sepintar apapun dimas dan anita berusaha untuk menutupi dan menyembunyikannya mereka tetap akan mengetahuinya juga suatu saat nanti dan hal itupun sudah diketahui mereka sekarang.

“kakak, apa yang kau lakukan? Kenapa kakak menampar dimas? ” Teriak dirly tak terima melihat adik bungsunya di tampar oleh kakak keduanya dan mencoba untuk menghampiri dimas namun lengannya keburu di cekal oleh dira kakak sulungnya.

“Kau yang akan menjelaskannya atau aku yang akan menjelaskan kepada mereka semua jas?” Tanya dira pada dimas dengan nada datar tapi cenderung dingin.

Sedangkan dirly hanya bisa menganga melihat hal itu karena ia tidak mengetahui hal apa yang bisa membuat dika yang begitu dekat dan menyayangi dimas bisa sampai tega menamparnya.

“Apa yang kau maksud kak? Apa kau sudah mengetahui segalanya?”

“Apa kau pikir kami adalah orang bodoh dim? sejak anita memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan dika, aku dan dika mulai mencurigai sesuatu karena anita membatalkan pernikahannya, tapi kami tak habis pikir jika itu ternyata melibatkan dirimu.” Tegas dira.

”Jadi sekarang kau ingin menjelaskan-nya sendiri atau aku yang akan menjelaskannya kepada mereka?” Bentaknya.

Tuan dan nyonya andara hanya melihat dan memperhatikan perdebatan anak-anak mereka itu tanpa ingin menengahi meraka karena leon sangat mengenal putra-putranya itu dan tau jika dira dan dika tidak akan berbuat hal yang melewati batas wajar kepada orang lain apalagi adiknya sendiri..

Sedangkan istri leon sekaligus ibu mereka hanya bisa menangis dan pasrah melihat putra bungsunya dihakimi oleh kakak-kakak-nya karena ia tau itu memang salah dimas meskipun dimas tidaklah sengaja melakukannya.

Dimas akhirnya mulai menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi dengannya dan juga anita. Kejadian yang sama sekali tidak mereka rencanakan dan inginkan. Membuat hubungan diantara mereka menjadi rumit, terlebih lagi setelah anita membatalkan pernikahannya dengan duka.

Betapa terkejutnya mereka semua setelah dimas menceritakan semuanya. Namun, tak ada satupun dari mereka yang menyalahkan dan juga membenarkan perbuatan dimas dan juga anita. Hanya saja, sangat disayangkan mereka tidak jujur kepada semua orang tentang kejadian malam itu.

Dirly dibuat bungkam dengan apa yang baru saja di ceritakan dimas tentang apa yang telah terjadi antara ia dan anita.

“Aku mau, kamu sekarang pergi cari anita dan bertanggung jawablah atas semua kejadian ini” Perintah dika tegas tapi syarat dengan kesedihan.

Meski dika sangat kecewa namun hati kecilnya tetap tidak bisa memaksanya untuk membenci anita dan juga adiknya itu, dua orang yang sangat ia sayangi melebihi apapun.

Mendengar hal itu semua orang hanya menganggukkan kepala mereka setuju dengan keputusan dika.

“Dan satu hal lagi dim, kalau anita belum ketemu maka jangan harap kamu boleh menginjakkan kakimu disini lagi” Tegas leon menimpali perintah dika.

Mendengar hal itu tanpa pikir panjang dimas langsung pergi mengambil kunci mobil yang tadi sempat terjatuh dari tangannya ketika ia ditampar oleh dimas dan bergegas melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga sanjaya.

Sedangkan istri leon hanya bisa menangis mendengar ancaman suaminya kepada putranya, karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Di kediaman keluarga sanjaya suara bel berbunyi, "Ting-tong,, ting-tong,, ting-tong,, "dimas menekan bel rumah dengan tergesa-gesa.

Beberapa saat kemudian pintu rumah kediaman sanjaya terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya yang menyapanya dengan senyuman dan pakaian khas asisten rumah tangga.

“Ada yang bisa saya bantu tuan” Tanyanya sambil tersenyum ramah.

“Apa kak Alvin ada dirumahnya?”

Tapp...

Tapp...

Tapp...

Suara langkah kaki menuruni anak tangga mengalihkan pandangan dimas.

“Silahkan duduk tuan, saya pamit permisi dulu tuan” Pamit wanita itu kepada dimas setelah mempersilahkan dimas untuk duduk dan pergi meninggalkannya ketika melihat albin dan vena menuruni anak tangga.

“Ada apa dim, tumben sekali kau datang kerumahku?” Tanya alvin penasaran.

“Kak Alvin aku ingin bertemu dengan anita.” jawabnya to the point.

Alvin mengernyitkan dahinya karena bingung kenapa dimas tiba-tiba ingin bertemu dengan anita, karena yang alvin tau dimas tidak begitu menyukai anita tidak hanya alvin tapi vena juga bingung mengapa dimas mencari anita.

“Anita tidak inging bertemu dengan siapapun sekarang, lebih baik kamu pergi saja dari sini.”

“Aku mohon kak pertemukan aku dengan anita, aku hanya ingin bertanggung jawab kepadanya.” Mohonnya kepada alvin.

Satu kalimat yang di ucapkan dimas membuat alvin dan vena aling pandang untuk sesaat. Mereka bingung dengan apa yang dimaksud oleh dimas.

“Apa maksud-mu dim, kami tidak mengerti.” Tanya vena kepada dimas dengan wajah penasaran.

Dimas pun mulai menceritakan segalanya tentang kejadian dimalam ulang tahun perusahaan ayahnya dan juga malam panas yang terjadi antara dirinya dan anita.

Setelah mendengar cerita dimas, alvin dan vena hanya bisa menggelengkan kepala tak percaya.

“Lebih baik kamu pergi saja dim, anita tidak ingin bertemu dengan siapapun saat ini, kumohon sebelum aku mengusirmu dengan cara yang kasar.” Ucapnya dengan penuh penegasan di setiap kata yang ia ucapkan.

Alvin tersulut emosi mengetahui kebenaran yang baru saja dimas ceritakan kepadanya. Melihat alvin mulai emosi, vena mencoba untuk menenangkan Alvin dan meminta dimas untuk pergi dari rumanhya sebelum tak diinginkan terjadi.

Meskipun alvin sangat kecewa dengan tindakan anita yang tidak ingin jujur kepadanya, namun ia juga tidak ingin adiknya semakin terluka jika bertemu dengan anita lagi. Mengingat jika dimas dulu tidak begitu menyukai anita.

Alvin juga kecewa mengapa baru sekarang dimas datang kepadanya untuk mencari keberadaan anita. Dan ada alasan lain mengapa alvin tidak mau memberitahukan dimas dimana anita berada.

"Maafkan aku dim, aku tidak bisa memberitahu mu untuk saat ini, karena aku sudah terlanjur berjanji kepada anita." Gumamnya.

Dengan pasrah dimas meninggalkan kediaman sanjaya dan mulai melajukan mobilnya untuk mencari anita tanpa tau tempat tujuan yang jelas.

“Anita kamu dimana sih, kenapa sekarang malah kayak gini sih. Kenapa aku merasa sangat sedih saat mengetahui kamu membatalkan pernikahan-mu dengan kak dika dan pergi tanpa memberitahu kami semua. Apa kamu sangat membenci ku anita? tidak kamu pasti cuma mau bercanda dan menguji kami saja kan!?" teriak batinnya berusaha untuk tetap berpikir positif untuk mencari anita.

Tentu saja dimas berusaha sangat keras untuk mencari keberadaan anita. Karena ia tidak akan bisa menginjakan kakinya lagi kekediaman keluarga andara jika ia tidak bisa menemukan anita.

“Anita kumohon kembalilah……"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel