Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5. Kenapa malam ini terasa sangat panas?

Beberapa menit setelah anita berada dikamar nya, anita merasa tubuhnya sangat panas. Dengan kepala pusing dan langkah berat anita berjalan menuju meja kecil di sudut ruangan untuk mencari sebuah benda pipih kecil yang tak lain adalah remot AC.

"Kenapa tubuhku terasa sangat panas sekali?" anita menyalakan AC hingga suhu ruang mencapai 12 derajat tapi anehnya ia masih merasa kepanasan.

"Aku tidak tahan lagi" anita dengan spontan langsung melepaskan pakaian karena merasa kepanasan.

"Kenapa malam ini terasa sangat panas?" racau Anita.

Tidak lama pintu kamarnya terbuka. Ada seseorang yang membuka pintu nya tapi anita tak menghiraukan nya. Kesadaran anita sudah tidak bisa ia kontrol lagi. Anita yang kini dengan tubuh yang hampir telanjang menikmati sensasi ketika ia meraba tubuhnya sendiri.

"Kenapa aku menjadi seperti ini." gumam Anita.

Sama-sama Anita mendengar suara seseorang yang memasuki kamarnya.

"Lihatlah wanita itu, sepertinya ia sudah tidak tahan lagi."

"Ouch kau benar bung.... lihatlah tubuhnya yang indah itu, beruntung sekian pria ini yang akan menikmati tubuh indah itu."

"Aku merasa iri padanya."

"Seperti nya obat perangsang itu memiliki efek yang sangat kuat, bahkan belum sampai 1 jam obat itu sudah bereaksi...."

"Kamu benar, cepat kamu bawa pria ini ke kasur aku akan mengatur wanita itu." perintah salah satu pria yang tengah membopong dimas. Temannya itu mengangguk. Mereka meletakkan dimas dan Anita di ranjang.

Dengan mata sayunya, dimas melihat wanita di sebelahnya yang seperti menginginkan sesuatu untuk melampiaskan hasratnya. Dengan nafas berat dan menggoda Anita mulai menggoda dimas yang sama-sama sedang menahan hasratnya. Mereka berdua adalah dua orang yang sedang berusaha menahan hasratnya mereka satu sama lain. Tapi seperti nya hal itu sia-sia saja. Pengaruh obat perangsang itu jauh lebih kuat.

Dengan tenaganya yang cukup kuat dimas mengungkung wanita itu di bawahnya, perlahan dimas melumat bibir Anita yang terlihat begitu menggoda baginya.

"Bibir ranum wanita ini ternyata sangat nikmat." gumam dimas.

Dengan perlahan ciuman keduanya semakin dalam. Kedua anak manusia itu terbuai dengan kenikmatan duniawi yang belum pernah mereka rasakan sebelum. Jika sekadar ciuman biasa mungkin dimas pernah merasakannya, namun kini ciuman mereka sangat dalam dan penuh hasrat, ciuman itu terasa begitu nikmat bagi keduanya.

Dimas sesekali melepas tautan bibir mereka ketika ia melihat wanita yang berada di bawah kungkungannya itu terlihat kehabisan nafas. Sebelum akhirnya ia melumat bibir gadis itu lagi.

"Aku menginginkan mu malam ini manis." ucap dimas. Dengan mata sayu, Anita mendengar samar suara parau dan berat dari pria yang kini berada di atasnya itu.

"Di-dika.... apakah itu kamu?"

Dimas yang mendengar suara gadis itu memanggil nama kakanya membuatnya mengernyit.

"Dika? apakah Dika yang dia maksud adalah Dika kakakku? ah tapi mana mungkin.... aku rasa aku hanya salah dengar." batinnya namun dimas hiraukan dan ia kembali melumat bibir Anita.

"Hump..... hump... " Anita dan dimas begitu menikmati.

"Ahh.... " dengan bibir yang sibuk mencium Anita tangan dimas juga tidak tinggal diam. Satu tangannya ia gunakan untuk mengunci kedua tangan Anita dan satu tangannya lagi tak tinggal diam begitu saja.

Dimas perlahan tapi pasti mulai menyentuh area-area sensitif dari wanita di bawahnya itu.

Tangannya berhenti di dua gundukan milik Anita, ketika dimas menyentuhnya Anita akan menggelinjang hal itu membuat dimas merasa senang.

"Ahh... ahh..." racau Anita.

Ketika Anita mengeluarkan suara haram itu dimas seperti mendengar alunan melodi yang indah di telinganya.

"Pangil namaku honey..."

"Ahh... ahh... aku tidak tau siapa namamu"

"Daddy..... panggil aku daddy... honey" suruhnya.

Anita terus menerus meracau karena tangan nakal dimas yang tidak henti-hentinya menggoda nya.

"Oh... kamu sudah sangat basah honey"

Entah kemana perginya dimas yang cuek dan dingin itu. Saat ini yang ada hanya dimas yang seperti binatang buas yang sedang mempermainkan buruannya. Meski Anita sudah tidak tahan lagi, namun dimas tetap menggodanya.

"Please, i want you....." mohon Anita.

"Of course honey, but not now." sahutnya. Anita sudah seperti orang gila yang nafsunya sudah memuncak. Anita tidak bisa menahan lebih lama lagi. Tubuhnya terus menggelinjang ketika dimas menggoda missv nya.

"Please.... kumohon.... puaskan aku sekarang, aku sudah tidak tahan lagi."

Dimas tetap tidak menghiraukan permohonan Anita itu. Dimas masih menikmati dalam menggoda tubuh Anita.

"Ahhhhh..... " teriakan cukup panjang ketika satu jari dimas masuk ke daerah intinya.

"Apa kamu suka honey?" smirk dimas. Menikmati setiap desahan yang keluar dari mulut Anita.

Tidak tahan lagi dengan suara desahan itu dimas menyudahi permainannya dan memposisikan tubuhnya tepat ke area missv Anita.

"Ahhhhh..... sakit! " dengan sekali hentakan dimas memasukan kejantanan nya kedalam daerah inti kewanitaan anita.

"Kamu sangat nikmat honey, aku menyukainya." dimas menuntun anita untuk meletakan keduanya kakinya di pinggang dimas.

Ruangan kamar hotel ber suhu 12 derajat celcius itu masih terasa panas bagi kedua insan yang sedang terbang bersama menikmati kenikmatan duniawi itu. Keduanya hanyut dalam kenikmatan itu. Melupakan siapa mereka dan menjadi apa yang mereka inginkan saat ini.

Tiba-tiba dimas merasakan sesuatu yang hangat mengalir di bawah sana.

"Darah.... jadi kamu masih perawan hah.... sungguh aku sangat beruntung malam ini." dimas tertawa puas di kala ia mengetahui jika wanita itu masih perawan.

Meski awalnya Anita merasakan sakit yang luar biasa ketika pertahannya di tembus oleh benda tumpul itu. Namun kini ia merasa rileks saat dimas mulai memaju mundurkan tubuhnya dengan tempo yang sedikit lambat. Tapi hal itu tidak bertahan lama karena dimas kembali menghujam tubuhnya dengan tempo cepat.

"Ahh.. ahh... aku tidak tahan lagi aku akan keluar." ucap Anita.

"Keluarkan bersama honey."

"Arhhhhh.... Ahhh... ahhh..."

"Ahhhhhhh.... " dengan suara desahan keduanya yang panjang menandakan jika keduanya telah mencapai puncak bersama. Anggaplah mereka berdua kini sedang terbang dan berada di langit tertinggi.

Rahim Anita terasa sesak dengan sperma yang dikeluarkan oleh dimas di dalam rahimnya berkali-kali. Setelah mendapatkan pelepasannya entah yang keberapa kalinya. Dimas ambruk diatas tubuh Anita.

Terlihat darah bercampur sperma mengalir keluar dari miss v Anita. Keduanya mulai mengatur nafas mereka masing-masing. Karena lelah keduanya akhirnya tertidur setelah bercinta lebih dari sekali. Malam ini adalah malam yang panjang dan juga bersejarah bagi keduanya.

Mereka tertidur lelap setelah melakukan olahraga yang begitu panjang. Entah apa yang akan terjadi dengan mereka esok hari. Untuk saat ini mereka tidak memikirkan hal itu. Mereka hanya menikmati apa yang telah mereka lakukan bersama tadi. Malam ini adalah malam dimana anita merasa seperti terbang kelangit tertinggi untuk menikmati sesuatu yang belum pernah ia rasakan atau coba sebelumnya. Sama seperti anita dimas pun merasakan hal yang sama, sepertinya cinta tidak perlukan jika hanya ingin berhubungan intim. Mereka hanya memburu kenikmatan bukan kehangatan akan cinta. Apa yang terjadi saat ini biarlah terjadi, tak perlu pikir panjang cukup nikmati dan jalani saja mungkin itulah yang ada dipikiran keduanya dikala mabuk alkohol malam ini.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel