Bab 4. Ulang tahun perusahaan
“Apaaaaa, jadi aku sudah salah paham kepadamu dan dimas” dika tekejut dan juga menyesal setelah mendengar penjelasan dari anita dan dirly.
“Anita, maafkan aku karena aku sudah salah paham kepadamu” lirih dika sambil menunduk meminta maaf.
“Jangan meminta maaf sayang, ini bukan salah-mu ini semua karena kesalahpahaman saja diantara kita, karena kesalahan pelayan itu yang mengantar dimas kekamar yang salah.” Jawab anita dengan nada yang lembut.
Dimas sangat mabuk malam itu, sehingga membuatnya meminta bantuan pelayan pria untuk mengantarkannya kekamar, nomor kamar dimas 1116 sedangkan nomor kamar anita 1119, dan itu berseberangan dengan kamar dimas, karena kesalahan pelayan itu yang melihat nomor kamar Jason dari 1116 menjadi 1119,sehingga pelayan itu membuka pintu kamar yang salah dan akhirnya dimas tidur dikamar anita. Pelayan itu sudah meminta maaf kepada dimas dan anita atas kesalahannya yang tidak ia sengaja itu. Awalnya pelayanan itu merasa aneh dengan pintu kamar yang tidak bisa dibuka dengan kunci yang dibawa dimas, namun karena saat itu dimas sangat mabuk jadi pelayan itu memanggil pelayan lain untuk meminta kunci kamar yang benar. Hal itulah yang membuat dimas jadi bisa masuk kamar anita dan tidur disana.
“Lalu dimana dimas, kenapa aku tidak melihatnya dari tadi” tanya dika yang penasaran karena tidak melihat keberadaan dimas.
“Dimas sudah pergi kak, setelah pelayan itu meminta maaf dan menjelaskan semuanya, dia segera merapikan pakaiannya dan segera kebandara untuk kembali ke Indonesia” Jelas dirly.
“Dia meminta kami untuk menyapaikan maafnya kepada mu, dimas sangat sedih dan tidak bermaksud untuk menyakiti hati-mu kak” Timpalnya.
“Ahhhh,,,, apa yang sudah kulakukan, seharusnya aku percaya ketika anita mencoba untuk menjelaskannya tadi” Ucapnya penuh penyesalan.
“Dimas pasti sangat sedih sekali, dia orang yang paling dekat dengan ku tapi aku tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan kebenaran ini.”
“Sudahlah sayang, lebih baik kita sekarang istirahat, karena besok kita harus bangun pagi untuk kebandara.” ucap anita kepada mereka.
Esok harinya, setelah menempuh perjalan selama 27 jam dari Honolulu menggunakan pesawat, mereka ber-empat tiba di Bandara soetta di Jakarta, mereka pulang terpisah, dika pergi untuk mengantar anita pulang terlebih dahulu, sedangkan dirly, ia langsung pulang.
Jam menunjukkan pukul 7 malam, namun keadaan rumah keluarga andara terlihat sepi.
“Aku pulang” teriak dirly yang menggema di ruang tamu “Kenapa rumah terlihat sangat sepi sekali? apa mungkin mereka sudah masih berada dikantor? Tapi, dimana ayah dan ibu mereka juga tak terlihat ada dirumah.” monolog dirly yng bingung dengan keadaan rumah yang sepi, yang terlihat hanya beberapa penjaga dan juga pembantu saja.
“Mungkin mereka sedang ada urusan, sudahlah aku lelah, aku ingin istirahat” dirly berjalan menaiki tangga dan masih celingak-celinguk seperti maling, matanya sibuk memindai ruangan mencari seseorang.
Beberapa saat kemudian pintu utama terbuka, menampakan kedua putra keluarga andara yang tingkat ketampannya hampir setara dengan para actor drakor yang terkenal.
Dirly yang masih berada ditangga kembali turun karena melihat kedatangan kakaknya. Dika masuk bersama dengan dira kakanya, karena tadi mereka bertemu dihalaman.
“Oh..ho kalian sudah pulang, kalian hanya berdua saja, dimana dimas?”
“Dimas pergi ke Sidney menggantikanku menangani proyek kita yang disana dan akan pulang minggu depan saat ulang tahun perusahaan.” Jawab dira.
“Sebenarnya aku tak masalah jika harus aku yang pergi ke Sidney, tapi dimas malah memaksa untuk menggantikan-ku pergi kesana, sebenarnya ada apa dengan anak itu, dia terlihat agak aneh setelah pulang dari hawai.” sambungnya. "Apa terjadi sesuatu disana saat kami tidak ada?"
“Apa dimas marah kepadaku karena aku tidak mau mendengarkan penjelasannya kemaren, ahhh dika kamu memang kakak yang bodoh.” Batin dika.
Mereka berduapun terlihat bingung untuk menjelaskan tentang kejadian yang menimpa dimas dan anita dan menyebabkan sebuah kesalahan pahaman diantara mereka. " Ah tidak terjadi apapun kak" jawab dirly dengan wajah biasa-biasa saja meskipun sebenarnya hatinya sangat takut jika ia ketahuan berbohong.
Karena merasa lelah mereka akhirnya memilih untuk istirahat dikamar mereka sendiri-sendiri.
“Bagaimana, apakah rencana kita untuk minggu depan sudah siap ?” Tanya seorang pria dari balik sambungan telephone.
“Siap, sudah tuan saya nyakin 100% rencana kita pasti berhasil tuan, tinggal kita atur dan jalankan saja minggu depan tuan.” Jawab seorang pria berpakaian serba hitam dari balik sambungan telephone-nya.
“Andara group,,, hahahahahahaha,,, kalian pasti akan hancur ditangan ku, kalian telah berurusan dengan orang yang salah.” suara seorang pria yang sangat ambisius.
Seminggu kemudian, pesta perusahaan Andara group digelar dengan sangat mewah dan meriah di sebuah hotel bintang lima milik keluarga anita, dihadiri oleh banyak kolega mereka dan juga para petinggi serta CEO dari berbagai perusahaan baik yang bekerja sama ataupun yang tidak bekerja sama dengan Andara group mereka semua hadir disana.
“Bagaimana apa kau sudah melakukan apa yang aku suruh tadi” Tanya seorang pria kepada seorang pelayan, pelayan itupun hanya mengangguk menandakan bahwa ia telah melakukan apa yang pria itu suruh “Bagus”.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki dari seorang pria muda yang terlihat sangat tampan dan memukau semua mata orang yang memandangnya bersama dengan dua orang wanita cantik di sisi kanan dan kirinya, dia adalah Alvin sanjaya pemilik hotel bintang lima tersebut, yang berjalan bersama dengan anita sanjaya adiknya dan vena sanjaya istrinya.
Alvin adalah penerus tunggal dari Sanjaya group, umurnya baru 24 tahun tapi ia sudah menjadi pemimpin yang hebat di sanjay group sejak umur 18 tahun, sanjaya group bisnis yang bergerak di bidang perhotelan yang memiliki anak cabang di berbagai daerah.
“Halo, apa kabar kalian?” Tanyanya kepada andara bersaudara seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan mereka. “Dan dimana tuan dan nyonya andara, kenapa mereka tidak terlihat.” Timpalnya.
“Mereka tidak bisa datang ke acara hari ini vin, karena ayah sedang sakit dan saat ini sedang berobat di Ottawa.” Jawab dira.
“Ahh,,, maafkan aku, aku tidak tau jika tuan leon sedang sakit karena aku terlalu pusing mengurusi urusan kantor, aku turut berduka untuk itu, semoga tuan leon segera sembuh dan kembali ke Indonesia.” Sesalnya yang dibalas dengan senyuman oleh andara bersaudara.
Tiba-tiba anita berjalan mendekati dika dan bertanya ”Apa kamu sudah baikan dengan dimas?"
“Tentu saja aku dan dimas sudah berbaikan, mana mungkin kami bisa saling marah lebih dari 3 hari.” Jawabnya santai yang dibalas dengan anggukan oleh anita.
“Kau lihat wanita yang bernama anita itu, berikan satu gelas minuman ini kepada nya dan berikan satunya lagi kepada pria yang duduk sendirian itu, apa kau mengerti jika kau mengerti cepat lakukan.” Suruh seorang pria kepada seorang pelayan.
Pelayan itu pun memberikan dua gelas minuman itu kepada anita dan seorang pria yang tidak lain adalah dimas, setelah memberikan segelas minuman kepada dimas, lalu pelayan itu memberikan minuman itu kepada anita, minuman itu sudah dicampur dengan obat perangsang tanpa curiga baik dimas ataupun anita menerima minuman itu, karena sebenarnya anita sangat haus karena sedari tadi ia mengobrol dengan teman-teman kakaknya dan juga dika.
Namun beberapa saat kemudian kepala anita terasa sangat berat dan pusing, badannya mulai terasa panas. Anita kemudian meminta izin kepada kakaknya untuk beristirahat di kamar hotel yang sudah disediakan untuk seluruh tamu undangan yang datang, anita yang merasa pusing di antar kekamar oleh kakak iparnya vena, karena vena merasa sangat kuatir dengan keadaan anita.
Setelah mengantar anita, vena kembali menemui alvin di pesta karena anita menyuruhnya untuk pergi dan membiarkannya istirahat dikamar.
Sementara itu di tempat lain seorang pria yaitu dimas, tengah dibopong oleh seseorang yang berpakaian seperti pelayan hotel menuju ke sebuah kamar dan meninggalkannya disana.
“Semua sudah beres tuan, mereka sudah berada dikamar yang sama tuan.”
“Kerja bagus, pastikan tidak ada orang yang curiga dan masuk kekamar itu hingga besok pagi, mengerti.” Sahut seorang pria dari panggilan telephon.
“Hiks,, hiks,, hiks,, kenapa semua ini harus terjadi kepadaku….” Suara tangis seorang perempuan yang tersedu-sedu.
