Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 8

BAB 8 Antusias

Setelah setengah tahun lebih tinggal di daerah tersebut dan nerissa sudah mulai mengenal beberapa pejabat daerah, pejabat desa, dan para tetangga dilingkungan tempat tinggalnya itu, sehingga mereka bisa welcome dengan kedatangan para dokter tersebut, karena baru kali ini ada dokter dari pulau lain yang di tempatkan di daerah itu, dan ditempatkan dirumah dinas itu.

Masyarakat daerah situ sudah sadar akan adanya kesehatan dan kebutuhan gizi yang harus terpenuhi terutama untuk anak anak dan ibu hamil. Nerissa juga sudah mewujudkan beberapa plainnya yaitu memberikan sosialisasi dan pengarahan gratis kepda masyarakat dengan cara door to door yang dibantu oleh rekan bidannya dan beberapa staff kelurahan.

Dan nerissa dan juga dibantu oleh dokter lainnya yang dirumah dinas tersebut membuka semacam open house untuk pengecekan kesehatan gratis, dan konsultasi masalah kesehatan atau tentang psikologi di rumah dinas tersebut yang bekerjasama dengan RT dan RW setempat, jadi bebas untuk semua tanpa pumgutan biasa apapun.

Para warga sering datang hanya untuk berkonsultasi masalah psikologi anak atau mental kepada nerissa, meskipun nerissa tidak tau banyak tentang psikis tapi dia sering membaca buku tentang psikologi, dampak dan cara mengatasinya, jadi kurang lebih nerissa juga bisa memberikan saran atau semacamnya, untuk yang melakukan pengecekan kesehatan para dokter tersebut hanya akan memeriksanya, selebihnya pasien tersebut diberikan resep untuk membeli obat sesuai yang sudah diresepkannya, kalo untuk yang memeriksakan kandungannya dan membutuhkan USG juga sama nerissa disarankan untuk menemuinya dirumah sakit ketika nerissa melakukan praktek disana.

Jadi ke enam dokter dan perawat tersebut sangat didukung oleh kelurahan, atau pejabat desa, serta pihak rumah sakit tempat mereka bekerja, karena program mereka sangat membantu dan menyadarkan masyarakat sekitar, terkadang pihak kelurahan juga akan mengadakan kerjasama di balai kelurahan untuk pemeriksaan gratis dan donor darah yang dibuka untuk umum.

Kadang ada warga sekitar yang sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari mereka, semisal menjadi dokter yang siap siaga jika malam malam ada yang kritis dan semacamnya, dan mereka merasa tertolong tapi tidak memiliki cukup uang untuk membayarnya, warga tersebut dengan suka rela memberikan sebagian hasil panennya ke rumah dinas tersebut seperti beras, jagung, singkong, kedelai, dll, kadang juga ada yang mengantarkan makanan matang juga diantarkan kesitu.

Para penghuni rumah dinas tersebut pun sebenarnya sungkan untuk menerima pemberian mereka, tapi mereka selalu memaksa, sehingga mau tidak mau mereka menerimanya dengan

sangat bahagia, dan selalu berterima kasih.

Kadang juga jika ada sosialisasi tentang apa, salah satu dari ketiga dokter tersebut akan ditunjuk sebagai pembicaranya sesuai dengan topic yang dibahas dan sesuai dengan bidangnya juga. Yang belum tercapai oleh penyampaian nerissa adalah menemukan yayasan atau tempat sukarelewan dalam bidang pendidikan atau kesehatan atau apapun, yang membantu orang orang yang tidak mampu dan sangat membutuhkan uuluran tangan.

“bukankah nikolas hari ini ada mengisi sosialisasi di balai pertemuan ?” tanya nerissa ke dokter reza,

“betul, aku pengen ikut tapi aku ada operasi hari ini” jawab dokter reza yang akan berangkat ke rumah sakit

“aku akan bersiap untuk ikut, aku hari ini gak ada praktik” kata nerissa, “kamu sarapanlah dulu, tadi ada warga yang datang pagi pagi mengirimkan kita sarapan, masuklah mereka berdua juga lagi sarapan, biarkan nikol nanti sarapan sama aku” nerissa memberitahkan ke rekannya yang rumahnya bersebelahan tapi satu halaman itu, tadi pagi pagi sekali ketika lagi nyapu halaman rumah ada ibu ibu beserta anaknya membawakan lauk pauk yang siap makan untuk mereka, dan kemudian nerissa dan dua perawat itu hanya memasak nasi dan menyiapkan sarapannya agar bisa dimakan sama sama

“ah baiklah, rejeki dokter perantauan ini namanya” kata reza dengan girang dan langsung tanpa basa basi ikut gabung dua perawat itu sarapan

“kemarin ada seorang perawat datang ke ruanganku, ngasih sebuah kartu nama Yayasan Bakti Abi jaya, katanya dia dititipi seseorang untuk diberikan ke kita” kata reza sambil memakan sarapannya

“tapi aku taruh aja itu kartu nama dimeja kantor, aku kurang paham maksud dan tujuannya memberikan itu” imbuh reza, reza berfikir karena tidak membutuhkannya jadi ditaruh aja, dan nerissa juga kurang memperhatikan cerita dokter reza, karena nerissa lagi asyik menerima video call dari neneknya untuk melepaskan rindu.

Ternyata belum ada jam 10.00 waktu setempat sudah banyak dihadiri orang, dan banyak antusias warga juga yang ingin mendengarkan penjelasan tentang hidup sehat dan tetap menjaga imun tubuh, yang hadir kebanyakan warga yang berusia 48tahun ke atas yang sudah memiliki banyak riwayat penyakit, karena kebetulan dokter nikol adalah dokter spesialis penyakit dalam.

Banyak juga yang entah itu para anaknya atau gimana juga menghadiri acara terbuka ini, karena emang dokter nikol ganteng sih jadi para remaja banyak yang menggunakan alasan untuk mengantarkan orang tuanya ke balai pertemuan tapi niatnya untuk melihat nikol drai dekat.

Sesi pertemuan ini di adakan oleh ibu kepala desa dan jajarannya yang bekerja sama dengan puskesmas setempat, selain untuk sosialisasi tentang kesehatan, diakhir acara nanti juga akan diadakan pemeriksaan gratis untuk semua peserta, dari tekanan darah, jatung, diabetes, dll.

Mereka mengikuti acara ini dengan antusias, dan banyak pertanyakan yang diutarakan, nikol juga memaklumi itu, karena emang orang orang tersebut kurang sadar diri akan kesehatannya, sehingga tidak menjaga pola makan untuk penyakit tertentu.

Disela sela mereka mengantri ada beberapa orang yang sudah mengenal nerissa dan bahkan pernah mendatangi rumah dinas nerissa untuk sekedar konsultasi seputar kehamilan, mereka menyapa nerissa yang sedang asyik berbincang dengan ibu kepala desa.

“bu mohon maaf, apakah disini ada sebuah yayasan, atau tempat yang membantu orang orang tidak mampu, tentang pendidikan atau kesehatan? Semacam yayasan sukarela gitu bu?” tanya nerissa yang menang belum mendapatkan informasi tentang yayasan itu

“sepertinya ada dok, Cuma ibu sendiri juga belum pernah masuk kesana sih, disitu juga ada panti asuhan, panti jompo, tempat belajar baik anak anak ataupun orang dewasa, dan sepertinya juga ada semacam kliniknya” ibu kepala desa itu berusaha mengingatnya

“ah boleh bu semacam itu, tempatnya dimana bu?” tanya nerissa dengan antusias

“agak jauh sih dok, mungkin 10km dari sini, soalnya itu tempatnya di kecamatan sebelah, ibu lupa dok nama pastinya, kalo gak salah yayasan bakti apa gitu” jawab ibu kepala desa itu, nerissa otomatis langsung mengambil handphonenya dan mengetikkan alamat yayasan bakti dikota tersebut di browser yang ada dihandphonenya.

“apakah ini bu Yayasan Bhakti Abi jaya” sambil melihatkan handphonenya ke ibu kepala desa, dan ibu kepala desa itu mengiyakannya.

“yayasan itu juga yang dulu membantu dan membangunkan ulang sarana prasarana di kabupaten seberang yang terkena banjir bandang dok” jelas ibu kepal desa itu, dan perbincangan mereka masih berlanjut sampai dokter nikol selesai dengan tugasnya, dan kemudian melakukan makan siang bersama ketika semua peserta sudah pada pulang, intinya makan siang yang tertunda karena jam sudah hampir 14.30 waktu setempat, tapi dengan suasana yang maish menyenangkan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel