Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 7

BAB 7 First Day In Here

Hari pertama nerissa yaitu mendapatkan jadwal praktek pagi, dan bakalan pagi terus karena disana hanya ada satu dokter spesialis kandungan yang kemudian akan dibantu bidan dan perawat saja, bisa dibayangkan kan bagaimana kekurangan tenaga medis disana, jam kerja nerissa disana adalah jam 10.00 hingga jam 14.00, selebihnya dia akan visit ke ruangan pasien yang harus dia tangani, kalo jam kerja sih enggak beda jauh, Cuma yang biasanya dalam satu rumah sakit itu ada tiga dokter spesialis kalo disini hanya satu.

Nerissa menyesuaikan dengan kondisi yang disana dulu, dan melihat beberapa pasien dari dokter yang sebelumnya, dan ternyata dari hasil rekap medis mereka, mereka masih kurang sadar akan gizi seimbang yang harus dipenuhi ibu hamil, agar calon anaknya terlahir dengan sehat.

Dia juga melihat ternyata dalam sehari itu pasien hamil hanya beberapa saja, dan menurut informasi mereka juga masih sering melahirkan dengan bantuan dukun beranak bukan bidan ataupun dokter. Setelah dia kembali ke rumah dinasnya dia memikirkan cara bagaimana cara menyadarkan para ibu hamil tersebut, untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Malam sudah larut dan ketika akan pergi ke kamar masing masing, ada seorang bapak bapak warga sana yang mengetuk pintu rumah dinas yang ditempati nerissa, nerissa bergegas memakai hijabnya dan membukakan pintu diikuti oleh salah satu perawat yang tinggal bersama nerissa, karena ketukan itu keras sekali rumah dinas sebelah rumah nerissa pun juga ikut membukakan pintu.

“bu dokter tolong istri saya, dia mau melahirkan, tapi ada yang aneh dengan bayinya dok” nerissa kaget melihat itu, dan dia langsung membawa peralatannya dan ikut naik sepeda motor bapak tersebut, setelah sampai sana dia melihat ternyata yang keluar duluan adalah kakinya, dan itu Cuma sebelah aja, nerissa langsung memutuskan untuk membawanya kerumah sakit dan dia bergegas menelfon dokter reza yang tadi ada dirumah dinas itu, dia adalah dokter anastesi, reza pun kaget mendengar penuturan nerissa dan dia juga langsung menuju rumah tersebut dan membawanya masuk mobil dinasnya

Dokter yang sedang jaga itupun kaget melihat nerissa dan reza membawa pasien dengan kondisi seperti itu, nerissa meminta tolong untuk membawa ibu hamil tersebut keruang operasi, dan menyiapkan segalanya, reza dan nerissa pun bergegas berisiap diri untuk melakukan operasi itu, dan dia di ikuti beberapa perawat yang sedang jaga juga, dan satu bidan yang sedang jaga juga

reza sudah siap dengan anastesinya, sedangkan nerissa sudah mengambil tindakan untuk mengoperasi Caesar ibu hamil tersebut, karena air ketubannya pun juga sudah keluar, setelah sekian lama akhirnya bayi itu berhasil dikeluarkan, dan ternyata bayi itu sudah bertubuh kebiruan karena kehabisan air ketuban, dan nerissa meminta bayi itu untuk dimasukkan ke dalam incubator sampai bayi itu setabil, dan nerissa mempersilahkan perawat untuk membawa ibunya ke ruang perawatan.

“minta tolong suami atau perwakilan keluarganya menemui saya di ruangan saya ya” pesan nerissa yang kemudian berlalu untuk membersihkan dirinya

“dok, suaminya sudah didalam ruangan” kata perawat yang tadi disuruh nerissa untuk memberitahukan keluarganya

“apakah dia sudah menemui istrinya, dan melihat anaknya?” tanya nerissa lagi dan perawat itu mengatakan sudah, kemudian nerissa berjalan masuk ke ruangannya dan di ikuti oleh perawat tersebut.

“selamat malam pak, mohon waktunya sebentar ya pak” sapa nerissa yang kemudian duduk di kursi kebesarannya

“seperti yang ada lihat pak, putra anda masih dalam perawatan insentif karena kehabisan air ketuban, jadi saya mohon untuk pengertiannya” bapak tersebut mengangguk

“boleh saya menanyakan hal lain pak?” bapak tersebut mempersilahkannya “sebelummnya istri anda memeriksakan kandungannya dimana, dipuskesmas atau bidan?” nerissa beranggapan karena istrinya tidak pernah melakukan pemeriksaan ke bidan atau puskesmas dan bahkan dokter kandungan sekalipun

“kami tidak pernah memeriksakannya dok, kami hanya mengunjungi dukun beranak, dan mendaptkan perkiraan kelahiran yang jatuh sebulan lagi, bukan hanya kami dok, tapi hampir semua warga akan mengunjungi dukun beranak tersebut” nerissa shock dengan perkataan bapak tersebut sampai dia melirik perawatnya tadi dan geleng geleng

“begini pak, saya jelaskan, istrinya anda itu tadi sudah waktunya melahirkan, karena emang umur kandungannya juga sudah 9bulan, Cuma kondisi janinnya belum tertata, sehingga mengakibatkan seperti tadi yang kakinya dulu keluar, sebenarnya itu bisa dicegah kalo dari awal ada pemeriksaan rutin dan menjalani USG untuk melihat posisi bayinya, dan memperkirakan persalinannya dengan akurat, misalkan tidak perlu USG bisa, dengan mengunjungi bidan terdekat pak” jelas nerissa untuk memberikan penhertian betapa pentingnya perawatan yang harus dijalani ibu hamil untuk mendapatkan bayi yang sehat.

“baik dokter, akan saya ingat, tidak akan mengulanginya lagi, dan saya ucapkan terima kasih telah menolong anak dan istrinya” kata bapak tersebut yang sepertinya dengan penuh penyesalan

“sama sama pak, kalo begitu silahkan anda istirahat pak, anda bisa menjenguk bayinya lagi besok ya pak” kata nerissa dan bapak tersbut pamit undur diri

“First day mu menyenangkan sekali dokter nerissa” sindir dokter reza sambil tersenyum

“begitupun kamu dokter reza” hahahaha.. jawab nerissa sambil tertawa lepas dan mereka ngendarai mobil dinasnya untuk kembali ke rumah dinasnya

“selamat malam dokter nerissa, selamat istirahat, dan selamat mendapatkan kejutan di hari esok” reza sambil cengengesan dan masuk ke rumah yang ditempatinya, nerissa hanya menggeleng kepalanya dan masuk ke rumahnya juga untuk membersihkan diri dan istirahat.

“sepertinya aku harus istirahat cepat biar besok aku bisa menghadapi situasi yang tak terduga lagi, bagaimana bisa masih ada banyak orang yang tak sadar dengan adanya dokter, meskipun kekurangan biaya kan harusnya mereka bisa mendatangi puskemas yang bisa membantunya dan membuatkan rujukan kalo emang dirasa puskesmas tidak mampu” gerutu nerissa sambil berbaring di tempat tidurnya.

Dia beranjak lagi dengan tidurnya, dia harus memiliki plain buat kedepannya :

1. Menanyakan ke bidan atau perawat setempat untuk mengenal masyarakat lingkungan sini

Bekerjasama dengan kelurahan untuk memberika sosialisasi gratis,

2. Bekerjasama dengan puskesmas setempat untuk memberikan pengarahan akan pentingnya kesehatan dan gizi untuk ibu hamil, atau program hamil,

3. Open house dan menjadi dokter yang siap siaga, bukan menjadi dokter yang menunggu pasiennya dirumah sakit

4. Memberikan pendekatan dan pengarahan kepada orang orang

5. Dan yang terakhir, mencari yayasan atau tempat sukarelawan yang biasa membantu pendidikan anak dan kesehatan anak atau semacamnya

Setelah membuat plain di buku yang selalu dibawanya, kemudian nerissa beranjak tidur kembali, dia sudah bertekat untuk menyelesaikan plainnya selama disini, untuk mendapatkan pelayanan yang layak, serta mengisi kekosongan nerissa yang jauh dari mana mana, agar tidak suntuk dan pastinya kegiatan tersebut lebih berfaedah.

Karena hidup itu tidak melulu tentang materi dan uang, hidup juga harus di imbagi dengan bersosialisasi dengan masyarakat, membantu orang orang yang membutuhkan tanpa meminta balesan, dan memiliki kegiatan untuk saling belajar satu sama lain, dan mengerti orang lain satu sama lain.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel