Bab 4
BAB 4 Terima Kasih
“Selamat Sore bumilku yang cantik” sapa seorang wanita berhijab dari belakang yang sudah familier dengan suaranya, dokter mei hanya tersenyum sambil melihat orang yang menyapanya
“tumben ke sini, sudah enggak ada pasien ?” tanya dokter mei balik kepada nerissa yang tiba tiba darang ke ruang UGD untuk menemuinya
“sudah selesai, mike juga sudah mengambil alih semua pasien mudanya” kata nerissa sambil duduk disebelah dokter mei
“terima kasih ya mei, telah membantu udin dan telah membantunya untuk mendapatkan perawatan dari mamahku” kata nerissa sambil mengelus perut mei yang semakin membuncit itu, mei hanya tersenyum
“aku senang selalu bisa membantumu sa, apakah dia usdah sehat sa?”tanya mei, yang ketika dia sudah dipindahkan ke ruang perawatan dan menjadi tanggung jawab dokter ambar, dokter mei sudah tidak mengetahui kondisinya,.
“sudah mendingan, kata mamah sekitar 3-4 hari lagi kalo sudah enakan sudah diperbolehkan pulang” jawab nerissa
“terus, gimana kelanjutan anak itu?” tanya mei yang agak khawatir, setelah mendengar cerita tentang kondisi keluarganya.
“aku sudah bilang mamah, untuk mengantarkan dia langsung, dan memeriksa kondisi neneknya, soalnya aku ada seminar di Surabaya” jelas nerissa dan mei mengangguk “aku ke sini Cuma mau meyampaukan terima kasih kepadamu, besok aku bawakan oleh oleh dari Surabaya” kata nerissa sambil mengelus perut mei lagi
“hati hati sa” kata mei yang melihat temannya itu sudah beranjak dari duduknya
Nerissa diantarkan ke stasiun oleh adiknya untuk menuju Surabaya, yaitu mengikuti seminar yang membahas tentang kandungan yang diikuti oleh tamu undangan dari berbagai dokter kandungan di berbagai Indonesia, seminar dilaksanakan di salah satu univeritas negeri di Surabaya.
Ketika memasuki lift tempat nerissa menginap di salah satu hotel disurabaya dia melihat seseorang yang agak familier di dalam lift tapi enggak tau dimana, hingga seseorang tersebut yang duluan menengur nerissa.
(cerita laki laki dan wanita itu bisa dibaca di : My wife is twin, karena lelaki itu adalah reno yang sedang berusaha mendapatkan lahan tanah untuk pengembangan usahanya)
“bukannkah kamu yang menyetop aku di jalan bersama anak kecil yang terluka itu?” tanya lelaki tersebut
“a.. aku ingat, ternyata bapak yang menolong kemarin, saya kemarin nyariin anda pak, untuk berterima kasih ternyata anda sudah pergi” jelas nerissa
“pak pak… emang aku setua itu” gerutu laki laki itu, dan nerissa hanya mengucapkan maaf, “kamu tau gak gara gara kamu aku hampir kehilangan client aku, soalnya telat harus nganterin kamu dulu, mana bajuku darah semua” jelas laki laki itu yang mengingat kejadian beberapa hari yang lalu
“maaf pak, saya enggak tau, dan itu bener bener urgent kondisinya” nerissa merunduk sambil minta maaf
“pak lagi, aku belum setua itu” katanya sambil keluar dari lift dan menuju ke depan kamar yang akan ditinggalinya, ternyata laki laki itu juga lagi ada urusan dan menginap dihotel yang sama dan lantai yang sama dengan kamar yang ditempati nerissa, yaitu berhadapan kamarnya.
Setelah mengikuti seminar, dan dia bertemu dengan beberapa teman lamanya, dan makan malam bersama, nerissa memutuskan kembali ke hoteldan ternyata sudah jam 23.15 malam, dia menekan lift dan ternyata di dalam lift itu ada seorang laki laki dan perempuan yang sedang berciuman mesra dan saling meraba, yang membuat nerissa jijik ingin segera sampai di lantai kamarnya, karena sepasang keaksih itu menaiki lift dari lantai dasar yaitu parkiran.
Dan ternyata mereka berhenti di lantai yang sama, sepasang kekasih itu melapaskan ciuman mereka, sehingga nerissa bisa melihat jelas lelaki tersebut, dan lelaki itu juga memandangi nerissa, siapa lagi kalo bukan lelaki yang menempati kamar di depannya, yaitu lelaki yang sama, yang membantu dirinya mengantarkan si udin ke rumah sakit. Nerissa berjalan dibelakang sepasang kekasih itu selama di koridor menuju kamarnya, sehingga dia dengan jelas melihat mereka yang masih saling meraba, dan semakin membuat nerissa jijik karena tidak tau tempat, nerissa buru buru membuka kamarnya dan menutup pintu kamarnya karena enggak tahan melihat itu.
Dihari kedua setelah mengikuti seminar dia bertemu lelaki itu di depan lift yang kebetulan juga akan naik sedang menunggu lift untuk mengantarnya ke lantai tempat dimana kamarnya berada. Tapi kali ini lelaki itu sendirian tidak bersama wanita itu. Mereka saling diam tanpa kata ataupun percakapan hingga sampai di lantai yang tertuju dan masuk ke dalam kamar masing masing.
Keesokannya ketika dia akan turun untuk sarapan dia bareng dengan seseorang yang membuka pintu, siapa lagi kalo bukan yang menempati kamar di depannya itu, tapi ni yang keluar bukan laki laki itu melainkan wanita yang memakai pakain sexy, nerissa tidak menggubrisnya dan berlalu menuju lift, dan wanita itu juga menyusul menaiki lift yang sama.
Nerissa dijemput temannya yang berprofesi sama tapi dia bekerja dirumah sakit swasta di Surabaya, dia di ajak keliling kota Surabaya, mumpung masih di Surabaya, dan dia akan neaik kerta yang masih nanti sore jam 17.35, dia diajak nonton dan melihat lihat, tidak sengaja dia melihat baju baby cewek cantik banget berwarna merah, kemudian dia teringat dengan temannya dokter mei yang tengah mengandung anak cewek, dia membelikan baju itu dan ternyata bajunya sepasang dengan bandananya, dia membelikan 2 stel baju, dan kemudian membelikan beberapa jajanan khas Surabaya untuk dibawa pulang.
“apakah kamu tidak ingin pindah ke sini dan berpartner sama aku sa” goda temannya itu, nerissa hanya menggeleng
“belum ingin, masih ingin yang dekat sama rumah, kalo sudah ingin nanti kuhubungi kamu” kata nerissa dengan ketawa
“aku antarkan ke stasiun sekalian aja, sekarang kamu siap siap buat chek out, yang kebetelun sudah jam 16.00, nerissa ditemani temannya sedang beresin barang-barangnya untuk dimasukkan ke koper nya, dan segera chek out untuk pergi ke stasiun, karena takut jalanan macet, kan tau sendiri ya macetnya Surabaya kayak macetnya dijakarta, jalanan selalu padat
Ternyata nerissa lagi lagi di lobby mau chek out bertemu lagi dengan laki laki yang menghuni depan kamarnya itu, lelaki itu juga chek out dan sedang menuggu grab mobil untuk mengantarkannya dibandara.
“ayook, sudah selesai” nerissa menghampiri temannya itu yang sedang duduk di sofa dekat laki laki itu duduk, karena nerissa enggak enak selalu dipandang laki laki itu akhirnya dia menyapanya.
“mari pak, saya duluan, terima kasih atas bantuannya kemarin” lelaki itu hanya mengangguk, nerissa dan temannya langsung turun menuju lantai dasar karena disitu mobil teman nerissa terparkir
“kamu kenal dia sa?, makanya dari tadi keknya ngelihatin kamu” tanya temannya
Nerissa menggeleng “bukan kenal, tapi dia yang tinggal di kamar seberang kamar aku tadi, beberapa kali ketemu, dan dulu pas semarang dia yang bantuin aku juga buat membawa pasien kecelakaan di rumah sakit” jelas nerissa
“tapi kamu gak tau namanya?” nerissa mengangguk “kenapa gak kenalan, padahal dia capek juga, lumayanlah kali aja jodoh” temannya sambil ketawa dan terus menyetir menuju stasiun.
