Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 10

BAB 10 Pertemuan Awal

Dengan hati yang tak bisa diutarakan mereka bertiga selalu bersuka cita jika datang ke yayasan itu di siang hari setelah selesai mereka praktik di rumah sakit daerah, apalagi mereka bisa melihat keceriaan para anak anak paud dan TK yang sedang bermain di area bermain pusat pendidikan, dan mereka pasti selalu menyempatkan diri untuk ke panti asuhan untuk sekedar menyapa anak anak disana, dan kadang juga berkunjung ke gedung yang dikhususkan untuk panti jompo itu.

Penduduk sekitar rumah dinas juga tau kalo para dokter itu juga menjadi sukarelawan di yayasan itu, jadi mereka yang kurang mampu memilih datang ke sana untuk mendapatkan perawatan gratis meskipun tempatnya agak jauh sedikit tapi tidak masalah.

“aku melihat ada dua orang yang memakai jas dokternya sedang main bersama sama anak anak di sana, apakah dia dokter baru?” tanya owner yayasan tersebut ke zidny, kebetulan ownernya emang berkunjung untuk melihat ruang operasi yang sudah siap digunakan beserta fasilitas yang sangat memadahi itu.

“ah dia dokter anastesi itu yang kamarin aku ceritakan, dan yang satunya dokter spesialis kandungan yang aku bilang dia tidak mau dibayar sepersen itu” jawab pak zidny

“panggilkan dokter nerissa dan dokter reza untuk keruangan operasi ya, mereka ada di halaman pusat pendidikan” perintah zidny kepada salah satu perawatnya.

“perkenalkan ini dokter nerissa dan ini dokter reza pak” owner tersebut langsung berbalik badan untuk menyalami mereka, dan ternyata dia kaget melihat nerissa

“bukankah kamu yang waktu itu?” tanya nerissa dengan yang masih terkejut, iya dia adalah lelaki yang menolongnya membawa pasien pas di semarang, dan lelaki yang sedang bercumbu di lift ketika dia ada seminar, kedua orang lainnya kaget melihat reaksi nerissa

“dia adalah owner dari yayasan kita, namanya reno” pak zidny langsung memecah suasana yang canggung tersebut, nerissa dan reza akhirnya menyalami owner muda tersebut. Kemudian mereka mengecek semua peralatan yang ada diruang operasi tersebut.

“apakah peralatan ini sudah cukup dokter reza?” tanya reno kepada reza, karena reza yang lebih tau dan itu juga peralatan yang harus dia gunakan untuk menagani pasien

“wah kalo ini bahkan sudah lebih lengkap dan canggih dari rumah sakit daerah pak” jawab reza dengan sumringah karena akhirnya melihat peralatan yang canggih seperti dirumah sakit tempat kerja dia sebelumnya.

“jika ada kekurangan dan butuh dilengkapi silahkan bilang ke pak zidny” kata reno dengan nada yang cool itu

“permisi saya angkat telfon dulu” pamit nerissa yang handphonenya bordering dan ternyata dari perawat yang ada di receptionist depan

“bolehkah saya permisi, ada pasien kecelakaan datang denga kondisi hami” jelas nerissa , dan langsung dipersilahkan oleh pak zidny untuk kembali dan reno hanya memandangnya dengan tatapan cool nya

Nerissa langsung bergegas ke UGD, dan melihat sepasang suami istri yang mengalami luka di kakinya, dan lengan tangannya serta lebam di bagian wajahnya.

“pasien kecelakaan sepeda motor dok, dan istrinya mengalami pendaharan dan tidak sadarkan diri” kata dokter UGD sambil mejelaskan, nerissa langsung memeriksa itu dan mengecek kondisi janinnya

“janinnya masih stabil kondisinya, tapi tolong berikan vitamin kandungan untuk memberhentikan pendarahannya, dia hanya shock” kata nerissa ke perawat disampingnya dan perawat itu pergi untuk mengambil obat yang dibutuhkan dan peralatan untuk menjahit kaki kanan yang robek karena aspal

“apakah saya merepotkanmu dok” tanya dokter UGD itu yang juga sedang membersihkan luka suami ibu hamil itu

“tenanglah aku bisa mengatasinya” jawab nerissa yang tangannya masih meberikan perawatn pada pasien tersebut yaitu menjahit lukanya yang sepertinya terkena bahu jalan, dan lengannya, serta memberikan obat pada memar diwajahnya.

“selesai, pindahkan saja ke ruangan yang sama biar bisa terpantau sekaligus” kata nerissa kepada perawat yang membantunya, tapi pemindahan ke kamar rawat nunggu keduanya sadar.

Nerissa menunggu reza ditaman pusat kesehatan sambil melihat para anak anak yang akan kembali ke panti asuhan dari sekolah mereka dari kejauhan, dan dia dikagetkan oleh kedatangan seseorang yang tiba tiba duduk disebelahnya

“pak reno, maaf pak pertemuan awal saya dengan anda kurang menyenangkan, karena harus mengurusi pasien” kata nerissa dengan tulus

“ini bukan yang pertama, ini, sudah ke tiga kalinya kita bertemu di tempat yang berbeda” jelas reno

“maaf pak”

“kenapa masih manggil pak, aku kan sudah bilang enggak setua itu” kata reno dengan sikap cool nya

“maaf saya tidak berani, saya harus menghormati anda sebagai poemilik yayasan” jawab nerissa, tiba tiba muncul seorang wanita bule yang menghampiri mereka dan langsung mencium bibir reno tanpa sungkan, nerissa hanya diam melihat itu

“Honey, Shouldn’t we have dinner that’s why I came here to pick you up” kata wanita bule itu setelah mencium bibirnya, terlihat wajah reno sungkan dengan tindakan wanita itu

“pak reno saya permisi dulu” nerissa langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari reno, nerissa merasa jijik karena mereka tidak tau malu berciuman di hadapan orang apalagi di tempat umum.

Reno agak tidak nyaman dengan tindakan wanita itu, dan ini untuk kedua kalinya dia kepergok nerissa sedang berciuman dengan wanita.

“this is not abroad, here we are not allowed to kiss if we are not husband and wife, especially in public places” jelas reno, sambil berjalan kea rah mobil yang membawa wanita itu, si wanita bule tetep tidak menghiraukan dan hanya menjawab oke, sambil mencium pipi reno.

Pertemuan awal yang luar biasa, selalu melihat reno ciuman dengan orang lain, yang membuat nerissa jijik, bukan jijik sih lebih tepatnya tidak tau malu karena dia selalu melakukannya di tempat umum, kalo di luar negeri okelah, tapi kalo di sini pandangan seperti itu masih belum normal.

Reno dan wanita itu juga menginap di salah satu hotel di tengah kota, tapi reno memilih untuk beda kamar, meskipun wanita itu tidak mau, tapi mau gimana lagi karena dia diancam reno, kalo tidak nuruti reno dia gak bakalan ditemenin reno untuk berwisata di daerah ini, yang memiliki pantai indah, dan pegunungan, tapi wanita itu selalu melakukan ciuman panas dengan reno jika ada kesempatan, dan reno juga tidak menghindarinya, maklum wanita itu dulunya adalah mantan reno ketika kuliah diluar negeri, jadi sudah terbiasa seperti itu.

Cuma kalo seperti kemarin di depan nerissa entah mengapa reno agak sungkan dan enggak nyaman, mungkin karena setiap melihat dirinya kayak gitu nerissa selalu diam dan langsung pergi, itu yang membuatnya tidak nyaman jika berhadapan dengan nerissa, semacam sifat jeleknya dia telah terbongkar oleh nerissa, tapi mau gimana lagi karena sudah terlanjur.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel