Bab 06. Pertempuran Berlanjut
Tuuuuttt... Tuuuttt...
Namun, suara trompet perang menggema dari arah tembok barat.
Suara trompet itu terdengar panjang dan dalam.
"Sialan. Apa mereka tidak kelelahan?"
Lin Feng mengumpat setelah mendengar suara trompet peringatan.
Tidak ingin melewati pintu depan, Lin Feng membuka Jendela dan ingin melompat keluar.
"Jumah mereka sebanyak itu?"
Lin Feng melihat jumlah musuh yang mendekat.
Jumlah itu 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang kemarin.
Hari ini akan menjadi pertempuran yang panjang.
Whush...
Angin berdesing kencang saat Lin Feng melesat di atas atap-atap rumah Kota Langit.
Di kejauhan, Gerbang Barat sudah dipenuhi kilatan teknik dan debu yang membumbung tinggi seperti badai pasir.
Tuuutt Tuuutt...
Trompet perang juga terus menggema tanpa henti.
"Formasi bertahan! Jangan biarkan mereka mendekat kedalam kota!"
Suara komandan Aliansi Kerajaan menggema dari atas tembok.
Begitu tiba di atas tembok barat, Lin Feng langsung menarik nafas dalam.
Jumlah musuh kali ini benar-benar berbeda.
Gelombang hitam memenuhi dataran di luar kota dan terlihat seperti lautan tanpa tepi.
Bendera Naga Hitam berkibar di antara ratusan ribu pasukan musuh.
Di antara barisan itu, siluet-siluet ahli Langit berdiri seperti pilar kegelapan.
"Aliansi Naga Hitam benar-benar ingin menghancurkan Kota Langit hari ini."
Lin Feng menjadi tegang dengan kekuatan musuh.
Bomm... Bomm...
Ledakan pertama menghantam Gerbang.
Formasi pelindung yang baru diperbaiki itu kembali bergetar keras.
Retakan muncul di permukaan seperti jaring laba-laba.
"Seraaang!"
Teriakan bergema dari luar.
Puluhan teknik Petir Hitam melesat bersamaan.
Traakk... Traakk...
Bomm Bomm...
Petir-petir gelap menyambar dan menghantam Formasi.
Ledakan dahsyat beruntun menggema dan penghalang bergetar hebat.
Bersamaan dengan itu, beberapa prajurit Aliansi Kerajaan terlempar dari atas tembok.
"Lepaskan anak panah!"
Dari sisi dalam Kota, panah-panah Energi emas dan tombak cahaya meluncur keluar.
Bomm... Bomm...
Ledakan demi ledakan mewarnai langit pagi.
Lin Feng juga tidak menunggu dan bergerak dengan Langkah Bayangan.
"Pedang Membelah Langit!"
Slash...
Garis Api Emas membelah barisan depan pasukan Naga Hitam.
Bomm Bomm...
Ledakan menggema dan puluhan musuh meledak dalam satu tebasan.
Namun, kali ini barisan mereka jauh lebih rapat dan lebih kuat dari yang kemarin.
Celah yang terbuka langsung ditutup oleh pasukan cadangan.
"Maju! Jangan beri mereka ruang!"
Teriak seorang Tetua berjubah hitam dari pihak musuh.
Puluhan ahli Bumi bintang 4 keatas pun melompat keluar dan mengepung Lin Feng.
"Hmpt..."
Lin Feng memutar pedangnya.
"Pedang Sembilan Matahari!"
Sembilan lingkaran Api Emas berputar di sekelilingnya.
Bomm Boom..
Serangan-serangan dari berbagai arah dihancurkan satu persatu.
Tapi tekanan kali ini berbeda.
Musuh terlalu banyak.
Setiap kali dia membunuh 10, 20 musuh lagi maju menggantikan.
Dari atas tembok, pasukan Aliansi Kerajaan mulai kewalahan.
Formasi pelindung akhirnya pecah dengan suara retakan keras.
Penghalang hancur menjadi serpihan cahaya.
"Gerbang terbuka! Seraaang!"
Teriakan menyerang dan kepanikan menggema dari kedua kubu.
Gelombang pasukan Naga Hitam menyerbu masuk seperti banjir.
Dhuaarrr Dhuaarrr...
Pertempuran berubah menjadi kekacauan jarak dekat.
Pedang, tombak dan teknik Energi saling bertabrakan tanpa jeda.
Di tempatnya, Lin Feng menari di tengah lautan hitam itu.
Setiap langkahnya diiringi percikan Api Emas.
Namun tiba-tiba tekanan berat datang dari depan.
Aura yang sangat dia kenal.
"Kita bertemu lagi, Bocah."
Suara dingin itu membuat Lin Feng menoleh.
Dari gelombang pasukan musuh, Luo Han berdiri dengan tubuh diselimuti kilat hitam.
Tubuhnya memancarkan aura yang bahkan lebih pekat dari kemarin.
Luka bakar di dadanya telah menghitam, namun aura balas dendamnya membara.
"Kali ini, Tidak ada yang akan mengganggu kita."
Whush...
Luo Han melesat turun seperti meteor hitam.
Tanah meledak saat dia mendarat di depan Lin Feng.
Pasukan di sekitar mereka otomatis mundur memberi ruang.
Lingkaran kosong terbentuk di tengah kekacauan perang.
"Kemarin kamu lolos. Tapi hari ini aku tidak akan memberi kesempatan."
Jawab Lin Feng mengangkat Pedang Api Langit.
Api Emas dalam pupilnya menyala lebih terang.
"Berani sekali bicara setelah hampir mati."
Traakk...
Luo Han mendengus san Petir hitam dari langit menyatu ke tubuhnya.
"Teknik Rahasia Tingkat Kedua, Tubuh Petir Gelap!"
Teriak Lho Han dan dia terlihat lebih tinggi dari sebelumnya.
Pembuluh darahnya juga menghitam seperti aliran Petir.
Aura ahli Langit bintang 1 tahap akhir juga meledak sepenuhnya.
Bahkan tanah di sekitar mereka retak dan tenggelam beberapa inci.
Lin Feng mengerutkan kening.
Tekanan ini lebih kuat dari kemarin.
Namun dia tidak mundur.
"Baik. Kita akhiri pertarungan kita."
Whush...
Api Emas menyelimuti seluruh tubuhnya.
Bayangan Matahari samar muncul di belakang punggungnya.
"Teknik Inti Matahari, Pembakaran Sembilan Langit!"
Boom!
2 aura bertabrakan bahkan sebelum tubuh mereka bergerak.
Udara di antara mereka terdistorsi.
Whush...
Keduanya saling melesat dan pertarungan dimulai.
Klang Bomm..
Benturan pertama menciptakan gelombang kejut yang menyapu pasukan di sekitar.
Puluhan prajurit terlempar dan menjerit.
Namun, Luo Han menyerang tanpa henti.
Pedang kembarnya berputar dalam pola mematikan.
Whush... Slash... Traakk...
Setiap tebasan membawa Petir hitam yang meledak saat bersentuhan.
Namun, Lin Feng memblokir dan membalas dengan cepat.
Api Emas membentuk busur-busur cahaya di udara.
Boom... Boom...
Setiap benturan membuat lengannya mati rasa.
Ternyata kekuatan Luo Han ini meningkat drastis.
"Terlalu lambat!"
Luo Han tiba-tiba menghilang dari pandangan.
Dalam waktu singkat, dia muncul di belakang Lin Feng dan menebas ke punggung.
Slash...
Tebasan menyilang menghantam punggung Lin Feng dan darah menyembur.
Lin Feng terhuyung ke depan dan hampir terjatuh.
Namun, dia berputar dan membalas dengan Tinju Pembakar Langit.
Bomm...
Luo Han tidak sempat memblokir dan terlempar mundur.
"Menarik. Ternyata kamu tidak sebodoh kemarin, Bocah."
Ucap Luo Han menstabilkan tubuhnya.
"Benarkah?"
"Tapi aku tidak suka pujian itu. Aku lebih suka mengambil nyawamu."
Whush...
Lin Feng bertanya dingin dan kembali melompat ke depan.
"Tidak tahu diri."
Luo Han mendengus dan melompat juga.
Dhuaarrr Dhuaarrr...
Mereka kembali saling menyerang dengan ganas lagi.
Petir dan Api beradu dan membakar tanah di sekitar mereka.
Beberapa bangunan di dekat Gerbang juga hancur karena gelombang energi.
"Apakah itu manusia?"
Gumam seorang prajurit dengan ngeri saat melihat pertarungan mereka.
