Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 07. Bala Bantuan Datang

Sementara itu, nafas Lin Feng mulai berat.

Transformasi Luo Han benar-benar meningkatkan kekuatannya.

Whush...

Luo Han mengangkat kedua Pedangnya ke atas dan langit menghitam.

Awan Hitam berputar membentuk pusaran dan mengandung kekuatan yang mengerikan.

"Sekte Petir Hitam Penghancur!"

Traaakk...

Teriak Luo Han dan Petir raksasa turun dari langit dan menyatu ke pedangnya.

Sebuah bilah Pedang Petir sepanjang puluhan meter terbentuk menjulang ke atas.

Tekanan mengerikan pun turun dan menghancurkan bangunan disekitar.

"Buruk."

Lin Feng merasakan bahaya yang mematikan.

Namun dia tidak mundur.

Api Emas di sekelilingnya semakin memadat dan menari-nari di sekujur tubuhnya.

Lalu mengangkat Pedang Api Langit dan menebas ke depan.

"Pedang Phoenix Surgawi!"

"Kyaakkk..."

Siluet Phoenix Surgawi terbentuk di udara dan memekik tajam.

"Tebas!"

Teriak Lin Feng menebaskan Pedangnya.

Whush...

Siluet Phoenix Surgawi memekik sekali lagi dan menerjang ke depan.

"Matilah bocah!"

Di sisi seberang, Luo Han juga menebaskan siluet Pedang raksasa miliknya.

Dhuaarrr Dhuaarrr..

Boommm...

Ledakan yang jauh lebih dahsyat lagi, menggema di saat kedua serangan itu beradu.

Ledakan antara Phoenix Surgawi dan Pedang Petir raksasa ini, menghancurkan tanah sepanjang ratusan meter.

Udara di sekitar mereka juga beriak dan melempar prajurit kedua kubu.

Api Emas dan Petir Hitam saling menggigit di udara.

Dan membentuk gelombang kejut dan menyapu medan perang dengan ganas.

"Aaargh!"

Prajurit dari kedua kubu itu menjerit saat mereka terlempar.

Bangunan di sekitar Gerbang Barat runtuh satu persatu.

Debu, asap dan serpihan batu beterbangan memenuhi langit pagi.

Kyaaakkk...

Siluet Phoenix menjerit sekali lagi dan hancur menjadi udara.

Bilah Petir itu juga meledak menjadi ribuan percikan hitam dan menghilang.

Booom...

Ledakan susulan memekakkan telinga.

Lin Feng dan Luo Han sama-sama terlempar puluhan meter.

Pffttt...

Lin Feng menyemburkan darah saat menghantam tanah dengan keras.

Di sisi seberang, Luo Han juga terlempar dan berguling beberapa kali sebelum berhenti.

Tanah di antara mereka berubah menjadi kawah besar yang mengeluarkan asap panas.

"Ukhuk ukhuk..

Luo Han batuk darah dan kakinya mulai goyah.

Namun, perlahan dia bangkit dengan Petir Hitam yang mulai melemah.

"Kamu masih hidup?"

Tanyanya menatap Lin Feng dengan sorot mata tidak percaya.

Lin Feng tersenyum dan berdiri dengan bertopang pada Pedang.

Punggungnya sedikit tergores dan darah membasahi jubahnya.

Namun, Api Emas masih menyala di sekelilingnya.

"Sudah ku Katalan sebelumnya. Aku akan mengambil nyawamu."

Whush..

Jawab Lin Feng dan kembali melesat lagi.

Pedang Api Langit di tangannya juga menyapu dengan kecepatan penuh.

Klang... Boom...

Benturan kembali terjadi.

Dan kali ini bukan lagi pertarungan teknik jarak jauh.

Mereka saling menyerang dari jarak satu langkah.

Tinju, tendangan, tebasan dan semua dilepaskan tanpa celah.

Sementara itu di sekitar mereka, pertempuran 2 pasukan berlangsung semakin sengit.

Pasukan Aliansi Naga Hitam berhasil memukul mundur Aliansi Kerajaan Yan.

Bahkan, pertempuran berada di dalam Kota dan menghancurkan rumah warga.

"Isi sisi kiri! Jangan biarkan mereka mengepung!"

"Pertahankan garis depan! Dorong mereka keluar!"

Teriakan komando saling bertabrakan.

Jeritan prajurit yang sekarat bercampur dengan suara petir dan api.

Traakk.. Traakk..

Bomm...

Petir hitam menyambar liar dan menghantam bangunan Kota.

Namun, pertempuran terus berjalan sengit.

Di luar Kota, Lin Feng dan Luo Han juga masih bertarung sengit.

Pertarungan mereka bahkan mendapat perhatian Ketua Mo yang berada di belakang.

"Bocah itu mampu mengimbangi Nadi Langit selama itu?"

Ketua Mo menatap Lin Feng dan tertegun.

Lin Feng hanya Nadi Bumi bintang 10 tahap sempurna.

Tapi dia mengimbangi Nadi Langit bintang 1 tahap akhir.

Sementara itu di tempat mereka bertarung, Api Emas membakar barisan belakang Aliansi Naga Hitam.

Medan perang benar-benar menjadi Neraka.

"Tekan dia! Jangan beri dia ruang!"

Seorang Tetua Aliansi Naga Hitam berteriak sembari menunjuk Lin Feng.

"Baik Tetua."

Whush...

Puluhan Nadi Bumi bintang 7 ke atas pun ikut menyerang Lin Feng.

Namun, sebelum serangan mereka menyentuh Lin Feng...

"Langkah Bayangan!"

Whush..

Lin Feng menghilang dan muncul tepat di depan Luo Han.

"Tinju Kaisar Api!"

Tinju berbalut Api Emas menghantam dada Luo Han dengan keras.

Bomm...

Ledakan keras menggema dan retakan tulang terdengar jelas.

Pffttt...

Luo Han menyemburkan darah dan terlempar hingga menabrak sisa bangunan.

Debu membumbung tinggi dan para Murid tadi pun membeku.

"Senior Han!"

Lalu para Murid Aliansi Naga Hitam itu berseru dengan panik.

"Bunuh mereka semua!"

Sebelum para Murid itu bergerak, terdengar seruan menggema dari arah timur,

Seruan itu bukan hanya menggema, tapi juga menggetarkan jiwa bagi musuh.

Saat suara itu menggema, medan perang seketika terhenti semua orang menoleh.

Dari arah timur, langit dipenuhi bayangan kapal terbang.

Itu adalah ribuan kapal besar berlapis baja hitam keemasan yang melayang di udara.

Bendera Elang Emas juga berkibar gagah di setiap Kapal.

Aura yang terpancar dari ribuan Kapal itu jauh lebih berat dari milik Aliansi Naga Hitam.

"Pasukan Kekaisaran Ying!"

Seorang Tetua Aliansi Naga Hitam menatap ribuan Kapal dengan wajah pucat.

"Apa?"

"Pasukan Kekaisaran Ying?"

Nama itu menyebar seperti badai di medan perang.

Siapa itu Kekaisaran Ying?

Kekaisaran Ying adalah Kekaisaran yang menaungi 10 Kerajaan di wilayah Barat ini.

Dan salah satunya adalah Kerajaan Yan yang berkonflik ini.

Tidak ada kekuatan di wilayah barat yang berani menentangnya terang-terangan.

"Bunuh para pemberontak itu! Habisi mereka semua!"

Jenderal yang memimpin pasukan Kekaisaran, berdiri di Kapal Komando dan memberi perintah.

"Baik Jenderal."

Whush... Whush...

Para Jenderal bawahan dan pasukan Kekaisaran pun masuk ke medan perang.

Aura puluhan ribu prajurit Kekaisaran pun turun seperti Gunung yang ambruk.

Tekanan yang mereka pancarkan bahkan membuat Petir Hitam di udara teredam.

"Bunuh para pemberontak! Jangan sisakan satu pun!"

Suara Jenderal utama menggema seperti guntur.

Whush..

Puluhan Jenderal Nadi Langit bintang 7 melesat turun lebih dulu.

Mereka mendarat di luar Gerbang Barat seperti meteor Emas.

Boom... Boom...

Setiap pendaratan menciptakan gelombang yang menyapu Aliansi Naga Hitam.

Belum sempat pasukan Naga Hitam bereaksi, ribuan panah Energi ditembakkan serempak dari atas kapal perang.

Whush... Whush...

Langit seperti hujan cahaya di saat anak panah dilepaskan.

Bomm Bomm...

Barisan depan Aliansi Naga Hitam langsung hancur.

"Aaargh... Aaargh..."

Mereka terlempar dan jeritan menggema memenuhi udara.

Formasi mereka yang tadi rapat juga terkoyak dan kacau.

"Formasi bertahan! Cepat susun ulang Formasi!"

Para Tetua Aliansi Naga Hitam berteriak dengan panik.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel