Pustaka
Bahasa Indonesia

Murid Kaisar Api

35.0K · Tamat
Klan Qing
33
Bab
4.0K
View
9.0
Rating

Ringkasan

Dalam satu malam, Sekte Gunung Perak dimusnahkan. Petir biru membelah langit, Formasi pelindung hancur, Tetua Sekte tewas, dan Murid-murid Sekte dibantai tanpa ampun. Di tengah lautan Api itu, Lin Feng yang hanya seorang Murid Luar terlemah, tanpa bakat dan tanpa masa depan, hanya bisa menyaksikan adik perempuannya mati. Dia bersumpah. Darah harus dibayar dengan darah. Merasa putus asa dan tidak punya jalan lain, Lin Feng memasuki Menara Api. Tanah terlarang yang konon menelan siapa pun yang masuk. Lin Feng memang jatuh. Namun bukan menuju kematian. Di dasar menara, dia membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur ribuan tahun lagi. Yaitu Jiwa Dewa Kuno. "Jika kamu ingin kekuatan, Tubuhmu akan menjadi tungku pembakaran." Pesan Dewa Kuno. Sejak saat itu, tubuh Lin Feng menjadi wadah kekuatan penghancur. Lin Feng mendapatkan kekuatan untuk menghancurkan segalanya. Balas dendamnya tidak akan berhenti pada Sekte Petir Hitam. Dia akan menginjakkan kaki di puncak Kejayaan. Dan ini bukan kisah seorang Pahlawan. Tapi ini adalah kisah lahirnya Penguasa yang baru.

FantasiZaman KunoactionwuxiapetarungKekuatan SuperPetualanganDewa

Bab 01. Awal

Bomm Bomm...

Langit di atas Gunung Gunung Perak terbelah oleh Petir biru raksasa.

Formasi pelindung Sekte retak seperti kaca dihantam palu dewa.

Lapisan cahaya merah hancur.

Pecahannya berubah menjadi hujan bara yang menyapu lereng Gunung.

Tanah bergetar dan tekanan besar menekan para Murid.

Tiiingg... Tiiingg...

"Serangan musuh! ada serangan musuh!"

Lonceng peringatan dibunyikan dan menggema ke seluruh Sekte.

Kepanikan mulai tercipta di dalam Sekte Gunung Perak.

Namun, ledakan bertubi-tubi mengguncang tanah dan udara.

Aula utama Sekte Gunung Perak juga runtuh setelah dihantam sambaran Petir.

Batu raksasa terlempar ke udara dan Api membumbung tinggi ke Langit.

"Ketua Sekte terluka!"

"Lindungi Ketua sekte!"

Di udara, para Tetua Sekte Gunung Perak bertarung dengan para Tetua Sekte Petir Hitam.

Namun, pertarungan mereka terganggu di saat Ketua Sekte terlempar dan menabrak tanah dengan keras.

Api dan Petir meledak dan Gelombang kejut menyapu halaman Depan.

Di antara para Murid, Lin Feng juga terlempar dan terluka parah.

Dia hanya Murid Luar dengan kultivasi Nadi Bumi bintang 1 tahap sempurna.

Di medan perang seperti ini, Lin Feng tidak lebih dari rumput liar yang mudah dihancurkan.

Dan perang tidak mengenal belas kasihan.

Bomm...

Sebuah Tombak Petir menghantam tanah 5 meter darinya.

Ledakan besar menggema dan 7 Murid Dalam langsung hangus seketika.

"Aaaargh!"

Jeritan mereka menggema sebentar dan terputus karena mati.

"Yue'er."

Lin Feng menoleh ke arah Gudang Obat dengan panik.

Di mana adiknya yang bernama Lin Yue itu berada di sana.

Lin Yue adalah satu-satunya keluarga Lin Feng yang tersisa.

Sejak kematian orang tua mereka, Lin Feng lah yang merawat dan membesarkan Lin Yue.

Bahkan, Lin Feng memohon agar Sekte mengizinkannya membawa masuk Lin Yue.

Dan akhirnya Lin Yue diterima sebagai Murid Pelayan di sana.

Namun saat ini, adik tercintanya itu berada di Gudang Obat di saat ada serangan.

Tanpa menghiraukan kekacauan di sekitarnya, Lin Feng berlari menembus asap dan nyala Api.

Ledakan menggema dan Perpustakaan Sekte runtuh di belakangnya.

Sekte berguncang hebat dan Lin Feng terhuyung-huyung ke samping.

Namun, Dia tidak peduli dan berlari menerobos pintu Gudang yang setengah hancur.

Keselamatan Adiknya adalah Prioritas Lin Feng.

"Yue'er!"

Teriak Lin Feng memanggil Adiknya.

"Kakak!"

Lin Yue memeluk lututnya dan gemetar di sudut ruangan.

"Ikut Kakak sekarang."

Lin Feng menarik tangan adiknya dan mereka berlari ke Menara Api.

Saat keduanya meninggalkan Gudang obat, ledakan dahsyat menggema dan melempar keduanya.

"Yue'er!"

Teriak Lin Feng panik saat mereka terlempar.

Mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya, Lin Feng mendekati adiknya dengan tertatih.

"Yue'er!"

Teriaknya melihat adiknya hampir tidak bergerak lagi.

"Ka-kakak."

Panggil Lin Yue lemah.

"Bertahanlah Yue'er. Kakak akan membawamu keluar dari sini."

Lin Feng menyeka air mata dan menggendong adiknya.

"Bunuh mereka semua!"

Sementara itu di atas sana, para Tetua Sekte terus bertarung dengan Tetua Sekte musuh.

"Mundur ke Menara Api!"

Melihat para Murid yang mulai berjatuhan, salah satu Tetua menyuruh mereka mundur ke Menara Api.

"Berani sekali mengalihkan perhatian di depanku."

Bomm...

Pukulan Tetua musuh mendarat di dada Tetua Sekte Gunung Perak dan melemparnya.

Pffttt...

Tetua itu memegang dadanya dan menyemburkan darah.

Sementara itu di bawah sana, Lin Feng masih menggendong adiknya dan membawanya ke Menara Api.

"Aaargh!"

Saat baru melewati Pintu Menara Api, ledakan dahsyat menggema dan melempar Lin Feng.

Lin Yue yang digendong juga terlempar dan banyak Murid yang tewas seketika.

"Yue'er!"

Teriak Lin Feng mengkhawatirkan adiknya.

Pffttt...

Namun, dia menabrak dinding dalam Menara dengan keras dan menyemburkan darah.

"Yue'er!"

Teriak Lin Feng yang terjatuh ke dalam Menara Api. dia sangat mengkhawatirkan adiknya.

Saat terjatuh, dia menembus lapisan batu dan cahaya rune yang menyala.

Formasi demi Formasi bergetar saat Lin Feng menembus.

Lapisan penahan Api dari dalam tanah juga beresonansi keras.

Segel kuno menyala satu persatu dan mencoba menolak intrusi.

Saat darahnya menetes ke salah satu pola rune, cahaya itu berubah dan Formasi membuka jalur sempit seperti pusaran.

Whush...

Lin Feng tersedot masuk dan menghilang.

Sementara itu di atas sana, Sekte Gunung Perak telah hancur sepenuhnya.

Para Murid dan Ketua Sekte dibantai tanpa sisa.

Tetua terakhir yang tersisa juga roboh setelah dihantam Petir hitam.

Langit menjadi terang oleh Api dan Petir yang bercampur menjadi warna kehancuran.

Hanya dalam waktu 3 jam, Sekte Petir Hitam dan Aliansinya menghancurkan Sekte Gunung Perak.

"Hahahaha... Setelah Sekte Gunung Perak musnah, Tidak ada lagi kekuatan di Kerajaan ini yang bisa menandingi kita."

"Hahahaha..."

Tawa Ketua Sekte Petir Hitam pecah dan diikuti para Tetua.

"Selamat Ketua Mo! Selamat Ketua Mo!"

Para Tetua Aliansi pun menangkupkan tangan dan mengucapkan selamat.

Tidak ada yang tahu kalau ada Murid Luar yang belum mati.

"Baiklah. Kuras semua harta di sini dan Kibarkan Bendera Sekte Petir Hitam."

"Biarkan Dunia tahu kalau Sekte Petir Hitam lah yang menghancurkan Sekte ini."

Ketua Mo tersenyum mengangguk dan memberi perintah.

"Baik Ketua."

Jawab para Murid Sekte dan melakukan apa yang diperintahkan.

Setelah semuanya selesai, Sekte Petir Hitam dan Aliansinya meninggalkan puing-puing Sekte Gunung Perak.

Akhirnya jalan untuk menguasai Kerajaan Yan pun semakin terbuka lebar.

Tanpa terasa 3 hari telah berlalu dengan cepat.

Selama 3 hari itu juga, berita kehancuran Sekte Gunung Perak telah menyebar luas.

Semua orang di Kerajaan Yan membicarakan kehancuran Sekte Gunung Perak.

Bagaimana pun juga, Sekte Gunung Perak adalah salah satu Sekte besar.

Namun, Sekte itu musnah dalam waktu 1 malam.

Sementara itu di suatu tempat.

"Yue'er!"

Lin Feng tersadar dan langsung menyebut nama adiknya.

Namun, dia menyadari berada di sebuah tempat asing.

"Di mana aku?"

Gumamnya mengitari sekitarnya.

Pemuda 17 tahun itu terbaring di sebuah ruangan yang tidak dia kenali.

Begitu melihat dirinya berada di tempat asing, dia mencoba bangkit untuk memeriksanya.

"Aku pikir kamu tidak mau bangun selamanya."

Tiba tiba sebuah suara terdengar dari pintu Kamar.

Lalu sesosok transparan melayang masuk kedalam.

"Si-siapa kamu?"

Lin Feng ketakutan dan mendorong mundur pantatnya.

"Jangan takut anak muda. Aku tidak akan menyakiti mu."

Sosok transparan itu tersenyum.

"Siapa nama mu, Anak Muda? Nama ku adalah Xu Tian."

Sosok transparan menanyakan nama Lin Feng. sekaligus mengenalkan namanya juga.

Lin Feng menelan ludah dan menatap Xu Tian.

Tubuhnya masih terasa seperti diremas dan dihancurkan ribuan kali.

Namun, rasa sakit itu kalah saat mengingat kematian adiknya, saudara satu Sekte dan para Tetua Sekte.

Bahkan, Sekte tempat dia dan adiknya menggantungkan hidup juga dihancurkan.

********

Ranah Kultivasi Alam Bawah.

Nadi Bumi

Nadi Langit

Nadi Raja

Nadi Kaisar

Nadi Roh.

Nadi Surga

Nadi Dewa

Setiap ranah terdapat 10 bintang.

Dan setiap bintang ada 5 tahapan juga.

Yaitu tahap awal, tahap menengah, tahap akhir, tahap puncak dan tahap sempurna.