Bab 03. Bertemu Musuh Lama
"Selain tubuh fisikmu ditempa, Kami juga sudah menerobos Nadi Bumi bintang 2 tahap sempurna. Bagus."
Ucap Xu Tian puas.
"Apa aku hanya menempa tubuh satu kali, Guru?"
Tanya Lin Feng keluar dari Kolam Api.
"Apa yang kamu katakan? Kamu menempa tubuh fisikmu dengan Api Surgawi."
Xu Tian melotot.
"Api Surgawi?"
Lin Feng tercengang mendengarnya.
Selama ini dia hanya mendengar nama tingkatan Api itu.
Tapi saat ini, dia menggunakan Api itu untuk menempa tubuhnya.
"Sebelum melatih teknik bertarung dan yang lain, Kamu akan menempa tubuh fisikmu selama 3 bulan ke depan."
"Tapi tenanglah. Waktu di sini mengalir 5 kali lebih cepat dari Dunia Luar."
Ucap Xu Tian menjelaskan.
Lin Feng hanya mengangguk dan mengenakan pakaiannya kembali.
Keesokan harinya.
Setelah satu hari telah berlalu, Lin Feng terus menempa tubuh fisiknya di Kolam Api.
Namun, rasa sakit yang dia rasakan itu tidak seperti pertama kali berendam.
3 bulan kemudian, tubuh fisik Lin Feng meningkat dengan drastis.
Selain itu, kultivasinya juga meningkat hingga Nadi Bumi bintang 3 tahap sempurna.
Setelah menempa tubuh fisik, Lin Feng melanjutkan dengan berlatih teknik bertarung.
Di mana dia mempelajari berbagai jenis teknik bertarung.
Dan nama-nama teknik itu adalah...
Tinju Dewa Api
Tinju Phoenix Nirwana
Tapak Penghapus Langit
Pedang Membelah Langit
Pedang Phoenix Surgawi
Pedang Sembilan Matahari
Selama 2,9 tahun lamanya, Lin Feng terus mempelajari ke 6 teknik yang diberikan Gurunya.
Dan sesekali sepasang Guru dan Murid ini berlatih tanding.
Tujuan mereka adalah mengasah kemampuan Lin Feng.
Sekaligus melihat ada celah atau tidak yang dibuat pemuda itu.
"Bagus Feng'er. Kamu sudah menguasai semuanya dengan sangat sempurna."
Xu Tian mengangguk puas dengan kemampuan Muridnya.
"Apakah aku sudah boleh keluar dari sini, Guru?"
Lin Feng bersemangat mendengar pujian Gurunya.
Namun, pemuda ini juga tidak sabar untuk kembali ke Dunia Luar.
Sudah 3 tahun dia berlatih di tempat itu.
Yang artinya, sudah 7-8 bulan berlalu di Dunia Luar.
"Apa yang kamu pikirkan, Bocah?"
Namun, jawaban yang dia dapatkan adalah bentakan dan tatapan tajam.
"Dengan kultivasi Nadi Bumi bintang 7 tahap sempurna milik mu, Memangnya apa yang bisa kamu lakukan di luar sana?"
Lanjut Xu Tian dengan dengusan dingin.
Lin Feng langsung terdiam dan tidak membantah.
Dia tahu Gurunya ingin dia meningkatkan kekuatan hingga cukup melindungi diri.
Setelah kembali menghabiskan waktu 2 tahun, bukan hanya kultivasi Lin Feng yang meningkat saja.
Dia juga telah menjadi Alkemis bintang 3 dan memiliki pemahaman Formasi.
Walaupun hanya Alkemis bintang 3, tapi Dunia akan gempar kalau mengetahuinya.
Bagaimana pun juga, usia Lin Feng baru 18 tahun di Dunia Luar.
"Baiklah. Kamu sekarang sudah menerobos hingga Nadi Bumi bintang 10 tahap sempurna."
"Dengan kekuatan ini, Kamu bisa menjadi Murid Luar Sekte Super di Jantung Benua."
Xu Tian menatap Muridnya dan berbicara dengan pelan.
********
Note:
Lin Feng menerobos cepat dan jauh karena dukungan sumber daya dari Alam Atas.
********
"Sekte Super?"
Lin Feng terkejut mendengarnya.
"Hmmm... Kamu belum bisa balas dendam dengan kekuatan ini."
"Selain itu, Kamu harus mendapatkan pengalaman bertarung lebih dulu."
Xu Tian mengangguk.
Lalu berpesan agar Lin Feng tidak boleh melepaskan musuh begitu saja.
Melepaskan musuh sama saja dengan meracuni diri sendiri.
Karena musuh yang dilepaskan adalah Bumerang di masa depan.
"Baik Guru."
Lin Feng berlutut dan memberi hormat pada Gurunya.
"Apakah aku akan bertemu dengan Guru lagi?"
Setelah berlutut, Lin Feng menatap Gurunya dan bertanya dengan suara pelan.
Dia tahu Gurunya ini hanya sisa jiwa yang masih bertahan.
Dan dia tidak tahu berapa lama lagi jiwa Gurunya ini bisa bertahan.
"Bertemu lagi?"
Xu Tian tersenyum menggeleng.
"Jiwa Guru tidak bisa bertahan lebih lama lagi."
"Setelah kamu meninggalkan tempat ini, Guru akan memasuki siklus Lorong Reinkarnasi."
"Jika Guru Bereinkarnasi kembali dan Langit mempertemukan kita, Guru berharap saat itu kamu membuat Guru bangga."
Lalu melayang mendekati Lin Feng dan menepuk pundaknya.
"Siapa yang membunuh Guru? Aku akan membantu Guru membalaskan dendam itu."
Lin Feng kembali menatap Gurunya dan menanyakan musuh sang Guru.
"Tidak semudah itu."
Xu Tian menggeleng ringan.
"Kalau ingin membantu Guru di masa depan, Cepatlah menjadi kuat dan jangan mati terlalu cepat."
Lanjut Xu Tian menatap Muridnya.
Setelah obrolan singkat antara Guru dan Murid, Xu Tian melambaikan tangan dan membawa keluar Muridnya.
Tapi sebelum itu, dia kembali berpesan agar Lin Feng tidak impulsif atau melepaskan musuh.
Dia juga berpesan agar Lin Feng tidak boleh meremehkan musuh.
Hingga beberapa saat kemudian...
"Di mana ini? Kenapa Guru membawa ku kesini?"
Pada saat ini, Lin Feng berada di sebuah Hutan Lebat yang tidak dia ketahui.
Selain itu, Energi Qi sedikit lebih tebal dari Sekte Gunung Perak.
"Apa ini Jantung Benua?"
Lin Feng melompat ke pohon tinggi dan mengitari pandangannya.
"ada pertempuran."
Saat mengitari pandangannya, Lin Feng melihat pertempuran pecah di sebuah Kota.
Dan Kota itu hanya berjarak beberapa kilo meter darinya. sehingga Lin Feng melihat asap yang membumbung tinggi ke langit.
Whush...
Karena penasaran dengan tempat dia berada, Lin Feng melompat ke pohon dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Dia bahkan menggunakan Langkah Bayangan saat bergerak kesana.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng berhenti cukup jauh dan memperhatikan pertempuran itu.
"Sekte Petir Hitam."
Begitu melihat kelompok mana yang bertempur, niat membunuh Lin Feng langsung merembes keluar.
Ternyata kelompok penyerang adalah Sekte Petir Hitam dan Aliansinya.
Tapi...
Bukankah Xu Tian bilang mau membawa Lin Feng ke Jantung Benua?
Kenapa dia masih berada di Kerajaan Yan?
Namun, Lin Feng tidak memiliki waktu untuk memikirkan itu.
Yang ada di pikirannya saat ini adalah balas dendam.
Dengan kekuatannya saat ini, Lin Feng menyamai kekuatan para Murid Langit Sekte besar.
Dia bisa membunuh banyak Murid Sekte Petir Hitam dan Aliansinya.
Whush...
Tanpa membuang waktu, Lin Feng melesat dengan Langkah Bayangan.
Bahkan Pedang Api Langit juga sudah berada di tangannya.
Lin Feng berniat membunuh sebanyak mungkin Murid Sekte Petir Hitam ini.
Whush...
Angin berdesing saat Lin Feng melesat seperti anak panah yang dilepaskan.
Begitu kakinya menyentuh atap bangunan terluar Kota, gelombang panas langsung menyebar di sana.
Di depan sana, 2 gelombang manusia saling menghantam.
Di sisi barat, berbagai teknik berwarna hitam pekat membumbung ke langit.
Siluet Naga, Tombak Petir hitam dan kabut racun berputar seperti pusaran Neraka.
Di sisi timur, cahaya keemasan dan putih membentuk Formasi Lonceng Emas.
Bomm Bomm...
Ledakan terus menggema dan menggetarkan tanah dan udara.
Rumah-rumah runtuh dan jeritan terus menggema tanpa henti.
