Bab 02. Mulai Berlatih
"Aku… Namaku Lin Feng."
Lin Feng akhirnya menyebutkan namanya juga.
Sosok transparan mengangguk pelan dan menatap Lin Feng.
"Sejak kamu jatuh dan tidak sadarkan diri, Aku sudah memeriksa tubuh fisik mu."
Ucap Xu Tian mendekat.
"Dan kamu memilih tubuh Surgawi. Tubuh yang mampu menampung berbagai jenis Elemen."
Ucapnya lagi.
Namun, Lin Feng tidak mengatakan apa apa dan hanya mengepalkan tangan.
Kenangan kehancuran Sekte Gunung Perak kembali menghantam pikirannya.
Jeritan para Murid, Petir Hitam, tubuh adiknya yang tidak bergerak lagi.
"Kalau kamu mau balas dendam, Kamu harus memiliki kekuatan yang besar."
"Dengan kekuatan Nadi Bumi bintang 1 tahap sempurna, Kamu tidak bisa melakukan apapun."
"Bahkan kamu di bunuh sebelum melakukan apa apa."
Melihat Lin Feng terdiam, Xu Tian kembali membuka suara.
"Kalau kamu memenuhi syarat, Aku akan mengangkat mu sebagai Murid."
Lanjutnya lagi.
"Menjadi Murid mu?"
Lin Feng menatap sosok transparan itu dalam dalam.
"Kalau kamu memenuhi syarat."
Xu Tian mengangguk ringan.
"Kalau aku menjadi Murid mu, Apa benar aku memiliki kekuatan yang besar?"
Tanya Lin Feng lagi.
"Tentu saja bisa. Asalkan kamu menahan rasa sakitnya."
Xu Tian kembali mengangguk.
"Selama aku bisa menjadi kuat, Aku tidak takut pada rasa sakit."
"Aku harus menjadi kuat dan membalaskan kematian Adikku."
"Aku harus membalaskan kematian Murid dan Tetua Sekte."
"Aku harus menghancurkan Sekte Petir Hitam dan Aliansinya!"
Lin Feng mengepalkan tangan dan menggertakkan gigi.
Mungkin hanya dia satu-satunya Murid Sekte yang selamat.
Kalau dia takut pada rasa sakit, sampai kapan pun dia tidak bisa balas dendam.
Bahkan saat mengatakan itu, niat membunuh merembes keluar dari pemuda 17 tahun ini.
"Oh... Hanya itu saja?"
"Kalau hanya ingin balas dendam, Kamu tidak layak menjadi Murid ku."
Namun, Xu Tian menanggapinya dengan dingin.
Xu Tian ingin Lin Feng menjadi Muridnya.
Namun, dia juga ingin melihat sebesar apa Ambisi Pemuda itu.
Mendengar jawaban Xu Tian, Lin Feng mengepalkan tangan dan memikirkan alasan apa yang pantas.
"Senior, Jika aku memiliki kekuatan itu, Aku ingin menaklukkan Dunia dan berdiri di puncak kejayaan."
"Aku ingin Dunia ini damai dan tidak ada lagi orang tua yang kehilangan anaknya, Atau seorang saudara yang kehilangan saudaranya."
Kemudian menatap Xu Tian dan berkata dengan penuh Ambisi.
"Bagus. Kamu tidak akan mencapai apapun tanpa ambisi."
Xu Tian mengangguk ringan.
"Murid memberi hormat pada Guru."
Tanpa menunggu lama, Lin Feng langsung bersujud dan memberi hormat pada Xu Tian.
"Hahahaha... Setelah ribuan tahun lamanya aku menunggu, Akhirnya aku memiliki Murid juga. Hahahaha..."
Tawa Xu Tian pecah setelah Lin Feng mengakuinya sebagai Guru.
"Bangunlah."
Lalu menatap Pemuda itu dan menyuruhnya bangun.
"Baik Guru."
Lin Feng berdiri kembali dan menunggu perintah dari sang Guru.
"Karena kamu sudah menjadi Murid ku, Aku akan melakukan tugas ku sebagai Guru. Ikut aku."
Xu Tian mengangguk dan membawa Lin Feng ke sebuah Kolam Api.
"Berendam lah di Kolam itu. Walaupun kolam itu terlihat mengerikan, Tapi tidak akan membunuh mu."
"Sebelum berlatih teknik dan meningkatkan kultivasi mu, Tubuh fisik mu harus ditempa lebih dulu."
Xu Tian melayang di atas Kolam Api dan menjelaskan pada Muridnya.
"Baik Guru."
Lin Feng menelan ludah saat melihat lidah Api yang menjalar di dalam Kolam.
Namun, tekadnya untuk menjadi kuat dan balas dendam, membuat pemuda itu mengambil resiko besar ini.
Lin Feng melangkah mendekati Kolam Api itu.
Hawa panasnya menyengat kulit bahkan dari jarak beberapa langkah.
Uap merah keemasan naik perlahan dan membentuk pusaran kecil di udara.
Setiap gelembung yang pecah di permukaan kolam terdengar seperti letupan bara yang siap melahap segalanya.
Namun Lin Feng tidak mundur.
"Guru, Apa aku harus berkultivasi di dalam?"
Tanyanya menelan ludah.
"Hmmm... Tubuh Surgawi mu akan meresponnya sendiri."
Jawab Xu Tian melayang dengan tangan di belakang punggungnya.
Lin Feng mengangguk dan melepas pakaian luarnya.
Saat melangkah ke dalam Kolam Api...
Ssshhh...
Kulit Lin Feng mengeluarkan suara seperti besi panas yang dicelupkan ke air.
Rasa panas itu bukan sekadar panas biasa. tapi seperti ribuan jarum Api yang menembus pori-pori dan masuk ke dalam daging dan tulang.
"Aaaargh!"
Jeritan keluar dari mulut Lin Feng tanpa bisa ditahan dan tubuhnya bergetar hebat.
"Jangan keluar! Jika kamu keluar sekarang, Kamu tidak akan mencapai apapun."
"Ingat dendam mu pada Sekte Petir Hitam."
Xu Tian memperingatkan.
Lin Feng menggertakkan gigi dan bayangan Lin Yue muncul di pikirannya.
Tubuh adiknya yang terbaring tidak bergerak dan jeritan para Murid yang berjatuhan.
"Aku tidak akan mundur!"
Lin Feng memaksa diri dan duduk bersila di tengah Kolam.
Api perlahan merambat naik hingga ke dada dan kulitnya memerah.
Beberapa bagian bahkan mulai menghitam seperti terbakar.
Namun, sesuatu yang aneh terjadi.
Di bawah lapisan kulit yang hampir hangus itu, cahaya tipis berwarna perak mulai bersinar.
Rune-rune samar muncul di permukaan tubuhnya.
"Secepat ini reaksi Tubuh Surgawi."
Gumam Lin Feng membatin.
Xu Tian juga menyipitkan mata saat melihat itu. tapi jiwa tua itu tidak mengatakan apa-apa.
Sementara itu, Lin Feng menahan napas dan mengikuti aliran Energi yang terasa berputar di dalam dadanya.
Panas itu tidak lagi terasa seperti musuh. tapi sebagai sesuatu yang bisa dia serap.
Setiap helaan nafas juga membawa serpihan Api yang masuk ke dalam meridian.
Dan setiap hembusan napas mengeluarkan asap hitam dari pori-porinya.
Waktu berlalu tanpa terasa.
Jeritan tadi berubah menjadi desahan berat.
Lalu menjadi keheningan yang menyelimuti Kolam.
Dan Lin Feng saat ini dikelilingi pusaran Api kecil yang berputar teratur.
"Bagus…"
Xu Tian tersenyum mengangguk.
Booom...
Tiba-tiba semburan Api meledak dari dalam kolam.
Air Api yang awalnya setinggi dada Lin Feng, saat ini melonjak hingga membentuk pilar di sekitarnya.
Lin Feng terangkat sedikit dari dasar kolam dan mata pemuda itu terbuka.
Pupilnya memancarkan cahaya merah keemasan dengan uap panas membara.
Whush...
Gelombang panas menyebar ke seluruh dinding Kolam dan retakan kecil muncul di sana.
Melihat itu, Xu Tian mengangkat tangan dan membentuk penghalang transparan.
"Tenangkan alirannya! Jangan biarkan Api itu menjadi liar!"
Ucap Xu Tian.
Lin Feng hanya mengangguk dan mencoba mengendalikan Api itu.
Perlahan pusaran Api menyusut dan Energi kembali mengalir teratur.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng kembali turun ke dasar kolam dan Api di kolam meredup.
Lalu membuka mata dan merasakan kekuatannya.
Kulitnya yang tadi hangus juga kembali pulih.
Bahkan lebih bersih dan lebih keras dari sebelumnya.
Kreekk..
Lin Feng mengepalkan tangan dan suara tulang terdengar padat.
