Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 11 Tanpa Wujud

Suara suara itu memanggil namanya tanpa wujud. Dendra masih bertahan.

Tiba tiba rambut panjang itu muncul didepan wajah Dendra. Dengan tubuh menggantung dari atas kebawah. Dengan kepala dibawah. Hingga mengejutkan Dendra.

"Dengan mata terpejam. Sekuat hati Dendra membacakan ayat ayat suci. Dalam mata terpejam. Hingga makhluk itu sudah tidak lagi menampakan wujudnya.

Segera Dendra mendobrak pintu itu Hingga berhasil terbuka.

Dendra keluar kamar mandi dan berjalan meninggalkan Kantor. Sampainya di gerbang bertemu dengan security.

"Loh Pak Dendra. Kok Bapak baru pulang Bapak lembur sendiri di kantor? Tanya Securty kantor.

"Aku tekunci dikamar mandi," Jawabnya singkat.

"Kok bisa Pak. Setahu saya semua pintu pintu sudah diperbaiki sama tukang kunci. Tidak ada masalah. Kenapa bisa terkunci?"

"Saya juga tidak tahu Pak. Besok bapak suruh seseorang membenarkan pintu kamar mandi dekat koridor," perintah Dendra.

"Baik Pak," jawab Security.

Dendra memasuki mobilnya dan mulai melaju .

Dalam perjalanan pulang dia melewati jalan dimana Amelia turun. Dia merindukan senyumnya.

"Hmm, aku sudah mulai merindukan seorang wanita. Aku merasa ini tidak benar," Dendra bergumam sendiri.

"Kalau aku besok ketemu dia lagi. Aku akan minta nomer hapenya,"

Sampainya dirumah.

Dia melihat mamanya tertidur di sofa.

"Kasihan sekali Mama, pasti lelah menunggu ku," Dendra menggendong Mama Mira menju kamarnya.

"Papa kapan ya pulang ya, lama banget Aku juga belum bertanya kabar papa dsana. Kasiahan mama sendiri dirumah,"

Dendra meletakkan tubuh mamanya diranjang. Dan menyelimutinya.

"Pasti mama capek, ngantuk berat" Sampai tidak terasa aku gendong begini.

Dendra meninggalkan mamanya yang tidur dikamar. Dan dia melangkah keluar menuju lantai atas kamarnya.

Setelah membersihkan diri Dendra bergegas tidur. Malam ini dia malas untuk makan. Wajah misterius wanita itu masih teringat dipikirannya.

Dendra melamun Malam ini dia tidak dapat tidur nyenyak. Bayang bayang wajah Adelina selalu melintas dipikirannya.

"Jika dia tidak dapat berjumpa dengan gadis itu di dunia, apakah dia sekarang sudah tidak ada didunia ini?"

"Ah, maafkan aku Adelina. Aku telah lelah menunggumu dengan tidak ada kepastian yang jelas,"

"Malam ini aku hanya memikirkan seorang gadis bernama Amelia, yang wajahnya secantik dirimu. Tapi kehidupannya aku masih bingung."

Dendra memejamkan matanya dan akhirnya tertidur pulas.

Keesokan harinya

Dendra sayang anakku. Bangun sudah siang," sapa seseorang perempuan. Saat dia membuka matanya suara itu adalah suara mamanya Dendra.

"Ia Ma, Dendra kesiangan. Udah jam berapa sekarang Ma. Jam Dinding Dendra kehabisan bateray. Ponsel Dendra juga lupa tadi malam gak charge,"

"Udah jam 07.00. Gak apa-apa sekarang kan hari minggu. Kamu bisa bersantai dirumah,"

"Oh ya Kog mama bisa ada ditempat tidur. Apa tadi malam kamu gendong Mama?"

"Siapa lagi Ma Masa Papa. Papa juga belum pulang,"

"Ia juga sih,"

"Kamu pulang jam berapa. Maaf ibu ketiduran tadi malam,"

"Pulang sekitar jam 09.00 malam Ma. Dendra terkunci dikamar mandi. Ada yang ngerjain Dendra Ma," jawab Dendra cekikikan sambil mengucek kedua matanya.

"Siapa Dendra?"

"Sosok gadis yang menyukaiku Ma," jawab Dendra membuat Mama Mira bertanya tanya.

"Hantu Kuntilanak," Jawab Dendra lalu berlari kekamar mandi menyeret handuk ke atas pundaknya.

"Dendraaaa. Jangan buat Mama ketakutan donk Awas ya anak ini," Mama Mira sebal mendengar ucapan anaknya yang suka menggoda ibunya.

"Dendra bergegas ya. Sarapan sudah siap Mama tunggu dimeja makan," kata mama Mira sambil mengetok pintu kamar mandi. Memastikan bahwa ucapannya didengar Dendra.

"iya Ma," Teriak Dendra dalam bilik kamar Mandi.

Beberapa menit kemudian

Dendra berjalan menuruni anak tangga. Dilihatnya Mama duduk di kursi depan meja maka menunggunya.

"Kenapa Mama gak makan dulu. Mama makan aja dulu kalo Mama lapar,"

"Sebenarnya Dendra malas sarapan pagi ini,"

"Sudahlah dend. Cepat kemari mama sudah menunggu sejak tadi. Letih menunggumu, Kamu mandi terlalu lama. Kaya anak perempuan tetangga sebelah. "Mama Mira menggerutu dengan bibir sedikit mengerucut Hampir seperti bebek potong.

"Maaf Ma, Mama Amira jadi nunggu lama,"

"Oh ya, tadi Nurma menelphon. Nanti dia mengajak kamu jalan. Kamu bisa kan Nak?"

"Sudahlah Ma. Aku tidak ada perasan apapun terhadap perempuan itu. Jadi Dendra mohon jangan dekatkan Dendra dengan perempuan itu.

Bukan tipe Dendra yang begajulan kaya gitu. Dendra ingin mencari yang lebih baik untuk kehidupan Dendra. Untuk selamanya Ma."

"Husstt, Gak boleh berkata buruk pada orang lain kayak gitu Mama tidak mendidik anak Mama untuk berkata buruk pada perempuan,"

"Maaf maaf Ma, bukan maksud Dendra seperti itu," Dendra menyesal atas ucapannya membuat hati Mamanya sedih .

"Ya udah ya udah. Ayo sarapan dulu, Mama Mira segera melupakan ucapan Dendra tadi.

"Ini Mama sendiri yang masak?"

"Dibantu Bi Kira Dend. Kenapa memangnya, tumben tanya -tanya,"

"Mama lagi suntuk dirumah terus. Pergi jalan sama teman Teman mama kan bisa,"

"Gak Dend, Mama kurang senang dengan jalan jalan. Mama lebih senang mengunjungi panti asuhan, panti jompo, yayasan yatim piatu dengan tempat tempat yang membutuhkan uluran tangan tangan kita Dendra. Karena sebagian uang kira uang mereka juga," jelas Mama Kira.

"Mama memang orang baik Ma. Dendra bangga miliki mama seperi Mama Mira," Dendra segera merangkul tubuh Mamanya, Mama Mira membalas pelukan Dendra.

"Mama kangen dengan Papamu Dendra. Selepas dari hotel kemaren lalu. Papa ada urusan ke Singapura. Dan Samapi sekarang urusan itu belum selesai," Mira berubah sedih karena memikirkan suaminya.

Kenapa Mama sedih Papa kan pergi Kerja Ma. Kenapa tidak coba video call saja, Ma?"

"Iya. Gak tahu kenapa ada yang mengganjal di hati Mama. Sudah kemaren sore mama sudah menelphon papamu,"

"Papa pergi ke Singapura bersama Luna tidak, Ma?"

"Tidak katanya. Dia pergi sendiri," jawab Mama Mira.

"Ehm mungkin bersama relasi kerja papa Ma," ucap Dendra singkat. Ingin memberi pikiran positif pada mamanya .

"Iya Dendra,"

"Ud Ma. Mama lanjutkan makannya "Dendra pun menghabiskan sarapannya.

Beberapa menit kemudian,

"Ma. Abis ini Dendra ke taman kota itu mau jalan jalan disana buat refreshing. Mama ikut gak?"

"Gak Dend, Mama dirumah saja ma Bibi Kira,"

"Ya sudah kalau begitu,"

Saat di taman kota,

Beberapa menit berlalu, Dendra mulai jalan jalan menuju taman kota yang letaknya tidak seberapa jauh dari rumahnya.

Dendra duduk duduk di taman. Lalu seorang wanita menghampirinya dan duduk disisi Dendra

"Hai," sapanya Dendra menoleh kearahnya. Ternyata dia Amelia ,perempuan itu

"Loh kamu juga disini?"

"Iya kontrakan aku dekat dari sini kan? aku biasa joging disini kalo hari minggu," jawabnya melempar senyumnya pada Dendra.

Dendra membalas senyumnya.

"Bagaimana kabarmu, Uda beberapa hari tidak bertemu kamu,"

"Aku baik. Kamu sendiri?"

"Sama," jawab Dendra singkat Entah kali ini di sangat gugup berdekatan dengan Amelia .

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel