Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 6 Memulai Rencana

Abyan membeli sebuah buku khusus untuk menulis berbagai rencananya mendapatkan Rosita. Di halaman pertama ia menempelkan gambar Rosita dengan tulisan 'My Future Wife' di bagian atasnya.

Di halaman kedua Abyan menyandingkan fotonya dengan foto Rosita dengan back ground gambar buku nikah yang disamarkan. Di bagian bawah ada tulisan 'Kabulkan ya Allah, aamiin'.

Halaman berikutnya Abyan menulis biodata Rosita berdasarkan informasi yang ia dapat dari kakek Dorman sebelum berangkat ke Jakarta.

Abyan mulai menulis halaman keempat. Ia membuat skema rencana mendapatkan Rosita. Abyan adalah tipe orang yang terencana sehingga segala sesuatu ia rencanakan dengan matang.

Malam sudah larut, Abyan menyudahi pembuatan skemanya. Ia tersenyum. Besok rencananya akan dimulai.

Pagi-pagi sekali Abyan sudah berangkat ke perusahaan tempat ia magang. Sebuah perusahaan IT menerimanya menjadi karyawan magang. Ini pertama kali ia merasakan dunia kerja. Abyan menjalani hari pertamanya dengan semangat.

Sore hari setelah magang, Abyan memacu motornya menuju sebuah alamat yang diberikan oleh kakek Dorman. Alamat itu tidak terlalu jauh dari tempatnya magang.

Rosita, aku datang!

Abyan membunyikan bel yang ada di gerbang sebuah rumah bergaya minimalis. Tidak lama seorang bocah laki-laki keluar.

"Om Aby?" tanyanya begitu melihat Abyan berdiri di depan pintu pagar.

"Assalamualaikum. " ucap Abyan.

"Waalaikum salam."

"Ro... eh ..mama kamu ada?"

"Ada om."

"Boleh ya om masuk?"

"Boleh om."

Pintu pagar pun dibuka dan Abyan memasuki rumah itu dengan hati berdebar.

Rosita mana ya?

"Duduk om." Bocah 11 tahun itu mempersilakan Abyan duduk.

"Mama ada om Aby!" teriaknya lantang.

Ibu muda yang sedang sibuk di dapur bersama anak perempuannya itu segera pergi ke depan dan menyambut Abyan dengan senyuman.

"Aby, apa kabar?"

"Baik, Tan."

"Kok tau alamat sini?" tanyanya penasaran.

"Dari kakek. Aby magang di perusahaan IT deket sini, jadi sekalian mampir."

“Owh, kebetulan banget ya.”

Tidak ada yang kebetulan bagi Abyan. Begitu tahu alamat Rosita tidak jauh dari tempatnya magang, ia amat bersyukur. Pertanda baik, keinginannya akan terwujud.

"Suami tante juga kantornya gak jauh dari tempat kamu magang."

"Bisa kebetulan gitu ya tan. Takdir kali ya. Hehehe..."

Takdir jadi menantu

"Ngomong-ngomong, Ro... eh Om kemana?"

"Dinas ke luar kota."

"Kalo Rosita?"

"Di dapur lagi bantuin tante masak."

"Rosita bisa masak, Tan?"

"Masih belajar, suka bantu-bantu."

Belajar masak, nanti jago masak pas jadi istri aku. Makan hasil masakan istri, enaknya.

Abyan tersenyum sendiri dengan lintasan pikirannya.

"Oh iya, belum disediain minum. Rosita! Tolong bikinin om Aby minum nak!"

"Makasih, Tan, gak usah repot-repot."

"Gak pa-pa By, cuma minum. Eh, nanti makan malam di sini aja sekalian."

"Wah tawaran yang gak bisa ditolak. Makasih banyak, Tan. Hehehe..."

Kesmpatan baik pantang untuk ditolak.

Tidak lama Rosita datang dengan membawa sebuah nampan berisi segelas es sirop dan setoples cemilan. Mata Abyan tidak lepas dari gerak gerik Rosita. Yang tidak disadari Abyan adalah mama Rosita memperhatikan tingkah lakunya.

Bidadariku

"Silakan diminum, Om."

"Makasih Rosi... cantik."

Setelah menaruh minuman dan cemilan, Rosita kembali ke dalam.

"Tan, deket sini ada kosan nggak? Kosan Aby kejauhan dari tempat magang."

"Kalo kosan tante nggak tau, tapi kalo rumah yang dikontrakkan ada di blok sebelah."

"Rumah yang dikontrakkan itu besar, Tan?"

"Nggak, kecil kok. Tipe 36 gitu."

Baguslah kayaknya tabungan gue cukup untuk ngontrak rumah kecil

"Ada nomer kontaknya, Tan?"

"Bentar ya tante ambil hape dulu."

Sepertinya rencana pertama bakal mulus nih. Alhamdulillah.

Abyan mencatat no telepon yang diberikan di ponselnya.

"Tante tinggal sebentar ke dapur ya, tante nyiapin makan malem dulu."

"Iya, Tan."

Sambil menunggu Abyan mengirim pesanWA ke nomer yang baru saja diberikan. Abyan berdiri dari duduknya lalu melihat beberapa foto yang terpajang di dinding maupun di lemari kecil dekat tempatnya duduk. Tidak lama kemudian Abyan dipersilakan masuk ke ruang makan, di sana sudah ada Rosita dan kakaknya.

Makan malam keluarga, berasa udah jadi bagian keluarga ini.

Abyan makan dengan lahap dan penuh senyum. Ia merasa hari-harinya akan penuh bahagia.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel